Tidak Sengaja Bermain Api

Tidak Sengaja Bermain Api
Aku mencintaimu


__ADS_3

"Bagaimana hubungan kamu dan istri kamu?" tanya Ulfa.


"Ya kami baru saja mendapatkan kebahagiaan karena istriku positif hamil."


"Wah, selamat ya, kamu akan segera menjadi seorang ayah. Seandainya saja Tuhan juga memberikan aku kesempatan untuk menjadi seorang ibu. Mungkin sekarang aku akan sangat berbahagia seperti yang sedang dirasakan oleh istri kamu."


"Ulfa, aku yakin pasti akan ada kebahagiaan lainnya yang segera datang menghampirimu."


"Ya, semoga saja. Aku sangat berharap bahwa kebahagiaan itu akan segera datang kepadaku. Walaupun sebenarnya aku berharap kamu masih sendiri dan bisa menerimaku kembali."


"Ulfa..."


"Maaf, aku hanya bercanda."


Daniel tersenyum kemudian mengajak Ulfah untuk makan siang bersama. Mereka saling bercanda tawa sambil sesekali bernostalgia tentang masa-masa ketika mereka menjadi seorang sahabat.


Ulfa kemudian mengatakan jika sebenarnya dia masih tinggal di hotel karena belum memiliki tempat tinggal.


Daniel dengan senang hati membantu Ulfa untuk menemukan apartemen yang pas serta menawarkan pekerjaan untuk Ulfa.


"Terima kasih Daniel, dari dulu kamu sudah banyak membantu. Semoga suatu saat aku bisa membalas kebaikan kamu."


"Santai saja." Ucap Daniel.


Ulfa akhirnya bisa tersenyum setelah bertemu dan menghabiskan waktu bersama dengan Daniel, di tengah-tengah surat perceraian yang baru saja dia terima.


Kedua orang tua Ulfa juga mengucapkan banyak terima kasih karena Daniel sudah mau membantu mencarikan tempat tinggal dan menawarkan pekerjaan untuk Ulfa.


...----------------...


Di hari yang sama..


Sinta sedang berdiri di depan cermin dengan menggunakan gaun pengantin, yang akan dia kenakan saat mengucap janji suci pernikahan bersama dengan Brian.


Sinta benar-benar tidak menyangka jika pria yang selama ini dia cintai, akan menikahinya dalam waktu yang dekat.


Kedua keluarga sudah sepakat dan sudah menentukan tanggal pernikahan untuk keduanya.


Sinta keluar dari ruang ganti untuk menunjukkan gaun dan hiasan yang akan dia kenakan saat pesta pernikahan kepada Brian.


"Baiklah, kita ambil gaun dan riasan itu saja," ucap Brian.


Brian kemudian berlalu untuk membayar tagihan atas gaun dan juga hiasan yang sedang digunakan oleh Sinta.


Brian, Aku tahu sebenarnya kamu tidak sungguh-sungguh ingin menikahi aku. Tapi itu tidak masalah bagiku, Karena setelah ini aku akan berusaha keras untuk mendapatkan hatimu dan membuat kamu melupakan wanita itu.


Malam pertunangan di gelar secara sederhana. Semua orang berbahagia kecuali Brian. Brian memilih untuk duduk sendiri, hingga kemudian dia terkejut dengan kedatangan Aulia.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka jika kamu akan bersungguh-sungguh dengan apa yang kamu katakan."


"Aulia ..."


"Kamu akan menikah dan apa kamu hanya akan mengundang aku dalam pesta pernikahan mu?" tanya Aulia.


"Aulia, apa yang kamu lakukan di sini?"


"Brian, Aku mencintaimu. Aku mohon batalkan pernikahan ini dan menikahlah denganku. Kita bisa merawat buah hati kita bersama-sama."


"Tidak Aulia, sampai kapan pun kita tidak akan pernah bersama karena kasta kita berbeda."


"Brian, dalam cinta perbedaan kasta tidak akan menjadi penghalang untuk kita bersama."


"Aulia, kembalilah kepada suamimu dan jalanilah kehidupanmu dengan bahagia seperti sebelumnya. Seperti saat kamu belum bertemu denganku." ucap Brian.


"Brian, apa kamu sudah benar-benar tidak mencintai aku lagi?"


"Aulia, Aku sangat mencintai. Karena itu, Aku tidak ingin kamu terlibat masalah lebih jauh lagi hanya karena kamu memiliki hubungan denganku."


"Brian...."


"Aulia, Aku mohon jangan membuat keputusan yang sudah aku ambil menjadi lebih sulit karena aku tidak bisa berhenti memikirkan kamu."


"Aku akan berada di tempat biasa jika kamu berubah pikiran."


Brian kembali duduk seorang diri hingga tiba-tiba bayangan Aulia terlintas di dalam pikirannya.


Brian tidak tahan lagi, dia pergi meninggalkan pesta untuk menemui Aulia yang berada di ruang tempat di mana Brian biasa mendesain sesuatu.


Aulia tersenyum saat melihat kedatangan Brian dan langsung memeluknya.


"Aku tahu jika di hati ini masih ada namaku dan kamu tidak berniat untuk menggantikannya dengan orang lain." Ucap Aulia sambil menyentuh bagian dada Brian.


Dua insan itu benar-benar sudah jelas sekarang, mereka kembali melakukan apa yang seharusnya tidak lagi mereka lakukan. Mengingat sebentar lagi Brian akan menjadi suami Sinta.


"Aulia, apa menurutmu kita bisa seperti ini lagi setelah aku menjadi suami Sinta?" tanya Brian setelah mereka selesai melakukan nya.


"Batalkan pernikahan mu dan Sinta, kemudian menikah lah dengan ku. Jadikan aku ratu satu satu nya di dalam dirimu." Ucap Aulia.


Brian terdiam, dia bangkit dari tempat duduknya.


"Ada apa?" Tanya Aulia.


"Aulia, jika saja aku mampu. Aku bikin membawa kamu pergi agar kita bisa merawat buah hati kita bersama. Namun, itu sangat mustahil untuk kita lakukan. Jadi, tidak ada pilihan lain bagiku selain tetap melanjutkan pernikahan ini."


Aulia terdiam, ada rasa sesak di dalam hatinya saat dia membayangkan Brian yang akan berbagi kehangatan yang sama dengan apa yang selalu mereka lakukan.

__ADS_1


Malam itu, baik Sinta dan keluarga nya, juga keluarga Brian. Tidak ada yang tahu jika Brian sudah hilang meninggalkan pesta selama beberapa jam dan sedang berdua dengan Aulia.


Aulia kemudian memutuskan untuk pulang setelah ponselnya berkali-kali berdering, panggilan dari Yudi.


Aulia kembali ke rumah dan dia melihat Yudi dalam keadaan cemas.


"Aulia, dari mana saja kamu? kenapa kamu baru pulang?"


"Aku baru saja menghadiri pesta pertunangan dari temanku. Aku lelah, bisakah aku pergi ke kamar untuk beristirahat?"


"Baiklah."


Yudi sebenarnya ingin membicarakan tentang wanita yang bernama Ulfa.


Yudi sempat melihat Daniel menghabiskan waktu selama 1 hari ini bersama dengan Ulfa.


Bahkan, Aulia tidak mengetahui jika Daniel masih belum pulang dan berada di rumah Ulfa.


"Mungkin lain kali saja aku bertanya tentang wanita yang bersama dengan Daniel."


Yudi kemudian menghubungi seseorang yang memang dia perintahkan secara diam-diam untuk membuntuti Aulia.


"Bagaimana? apakah kamu mengetahui kemana tadi Aulia pergi?"


"Nona Aulia memang benar menghadiri acara pesta pertunangan temannya. Lalu aku melihat nona Aulia pergi meninggalkan pesta."


"Hmm, baiklah. Terus awasi dia dan segera beritahu aku jika ada sesuatu yang mencurigakan."


Aulia tersenyum saat dia tidak sengaja mendengar percakapan Yudi dengan orang suruhannya.


Yudi tidak tahu jika Aulia sudah menyuap orang suruhannya itu agar mengatakan apa yang ingin didengar oleh Yudi.


"Kamu hanya Abang angkat. Jangan pernah mencoba untuk mencampuri urusan pribadiku, karena sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan kamu mengajarkan semua," ucap Aulia.


Aulia kemudian benar-benar masuk ke dalam kamar dan menghempaskan dirinya di atas tempat tidur.


Aulia melihat ponselnya dan tidak sengaja membuka sosial media.


Aulia mengerutkan dahinya saat dia melihat postingan dari salah satu akun, di mana akun itu memposting seorang pria yang berdiri membelakangi kamera, dengan caption


...'Terima kasih, kamu selalu menjadi pelita dalam gelap ku. Walaupun semesta tidak merestui kita. Setidaknya semesta masih mengizinkan kita untuk selalu bertemu'...


"Ulfa..??" pekik Aulia.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2