
Yudi benar-benar tidak bisa berkata apapun, saat semua bukti sudah terpampang jelas.
"Jadi ini yang di maksud dengan kata terakhir yang disampaikan mediang ayah kamu, untuk mencari tahu tentang Yudi," ucap mama dengan air mata.
Aulia mendekati sang mama kemudian memeluknya. Aulia saat itu juga mendengar pesan dari almarhum ayahnya yang mengatakan untuk mencari tahu tentang Yudi.
Beruntung, Aulia bisa mengungkapkan jati diri Yudi sebenarnya sebelum semuanya terlambat.
Aulia memberikan kode kepada orang-orangnya agar membawa Yudi pergi dan mengembalikan kepada tempatnya berasal.
"Aulia, kamu tidak bisa mengeluarkan aku dengan cara seperti ini. Bagaimana pun juga, aku ikut andil dalam membesarkan dan membuat perusahaan keluarga kamu semakin berjaya seperti sekarang," ucap Yudi.
"Bukankah apa yang kamu dapatkan dari perusahaan sudah lebih banyak dari apa yang telah kamu hasilkan untuk perusahaan?"
Yudi terlihat gelagapan terutama saat orang yang sangat dekat dengan Yudi ikut dihadirkan dalam pertemuan itu.
"Mama?"
Mama dan Papa Yudi sudah bercerai saat Papa Yudi mengutus Yudi untuk masuk ke dalam keluarga Aulia dan mengambil alih Amerta Karya Grup.
Mama datang ke sana untuk bersaksi atas apa yang sudah Yudi ambil dari perusahaan yang seharusnya menjadi aset kekayaan keluarga Aulia.
"Nak, kamu sudah mendapatkan yang lebih dari apa yang akan kamu dapatkan. Kamu mendapatkan semua yang tidak pernah kami berikan kepada kamu. Berhentilah untuk membalaskan dendam dan mengikuti semua kata-kata dari Papa mu. Tidakkah kamu merasakan bahwa kasih sayang mereka begitu kental?" ucap mama dengan berlinang air mata.
Yudi terdiam, dia tidak tahu habis perbuatan apa. Jujur saja, sebenarnya dia sudah melupakan tentang balas dendam itu jika saja sang ayah tidak mendatanginya. Dan mengingatkan tentang balas dendam itu.
Yudi menghempaskan tangan 2 bodyguard yang memegangnya. Kemudian memilih untuk keluar sendiri meninggalkan rumah Aulia.
Aulia ini bisa bernafas lega karena masalah Yudi sudah bisa terselesaikan sebelum Bibi berhasil menemukan kebenaran bahwa Aulia berselingkuh dengan pria lain hingga membuatnya hamil.
Bye Yudi.
Aulia tersenyum smirk, kini dia harus memikirkan cara untuk mengatasi apa yang sudah terlanjur terjadi antara Daniel dan Dinda.
Jujur saja, Aulia merasa bahwa apa yang terjadi di antara mereka benar-benar menyakiti hatinya. Kemudian Aulia berpikir mungkinkah ini karma yang dia terima, karena Aulia lebih dulu menghianati Daniel.
Sekian lama kita bersama. Ternyata kau juga sama saja. Kau kira kupercaya semua
Segala tipu daya saat kamu mengatakan bahwa itu terjadi secara tidak sengaja. Sungguh percuma, kau buat sempurna awalnya hingga berakhir bencana.
Aku jadi ragu tentang setiap perjalanan yang berkedok urusan bisnis. Aku aku bawa sebenarnya kamu tidak benar-benar melakukan pekerjaan bisnis.
...----------------...
Aulia memilih naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya tanpa mempedulikan Daniel dan juga Dinda yang masih ada di sana.
Kedua orang tua Daniel juga memilih untuk pulang tanpa berbicara apapun kepada Daniel.
__ADS_1
Daniel yang tidak tahu harus berbuat apa karena sekarang kedua keluarga sedang marah kepadanya perihal video yang sudah terlanjur diperlihatkan kepada semua keluarga, membuat Daniel memilih untuk mengantarkan kepulangan Dinda.
Sepanjang perjalanan Daniel dan Dinda tidak saling bertegur.
Daniel memilih memutar radio untuk memecahkan keheningan yang terjadi sepanjang perjalanan mengantar kepulangan Dinda.
Awalnya radio memutar pembicaraan tentang MC yang menyapa para pendengar, hingga kemudian ada salah satu penelpon radio yang meminta request lagu kangen band yang berjudul Cinta sampai mati.
...Duhai engkau sang belahan jiwa...
...Namamu terukir dalam pusara...
...Di setiap langkah ku selalu berdoa...
...Semoga kita bersama...
...Duhai engkau tambatan hatiku...
...Labuhkanlah cintamu di hidupku...
...Ku ingin kau tahu betapa merindu...
...Hiduplah engkau denganku...
...Dengarkanlah...
...Di sepanjang malam aku berdoa...
...Semoga kita bersama...
...Dengarkanlah...
...Di sepanjang malam aku berdoa...
...Cintaku untukmu selalu terjaga...
...Dan aku pasti setia...
Daniel memilih untuk mematikan radio setelah dia mencari channel untuk mendapatkan lagu yang terbaik, namun radio hanya memutar lagu yang seolah-olah mewakili perasaannya saat ini.
Keduanya kembali terdiam karena baik Dinda maupun Daniel tidak berkeinginan untuk membuka pembicaraan terlebih dahulu, bahkan hingga mereka sampai apartemen. Daniel hanya tersenyum saat Dinda mengatakan terima kasih karena sudah bersedia mengantarkan nya pulang.
Daniel berkendara tanpa tahu arah dan tujuan, hingga waktu menunjukkan tengah malam. Daniel masih berada di jalanan terus berkendara hingga dirinya tidak tahu harus pergi ke mana.
Rasa lelah membuat Daniel akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah hadiah pernikahan dari kedua orang tuanya.
Daniel menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur dan mencoba memejamkan mata, namun sayangnya seberapa keras Daniel berusaha. Dia tidak bisa tidur karena memikirkan apa yang akan terjadi padanya setelah kedua keluarga mengetahui tentang video dirinya dan Dinda.
__ADS_1
"Aku harus berbicara dengan Aulia setelah ini."
Pagi harinya...
Aulia sudah berangkat ke kantor saat Daniel baru saja tiba di rumah.
Daniel mendapatkan tatapan tajam dari Mama Aulia.
"Apa Aulia sudah berangkat ke kantor?" tanya Daniel yang hanya dibalas anggukan kepala oleh sang mama.
Daniel memutuskan untuk segera menyusul Aulia, di kantor, Daniel melihat Aulia baru saja keluar dari ruang meeting.
Aulia yang mengetahui kedatangan Daniel langsung berjalan menuju ruangannya diikuti oleh Daniel.
"Aulia, kita harus bicara," ucap Daniel setelah dirinya ikut masuk ke dalam ruangan Aulia dan menutup pintu.
"Tentu, kan aku juga ingin mendengar penjelasan darimu."
"Denger, yang terjadi antara aku dan Dinda benar-benar bukan sebuah kesengajaan. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku sebelum aku membuka mata di pagi hari."
"Aulia, percayalah bahwa di hati ini masih ada namamu dan tidak akan pernah tergantikan oleh orang lain."
"Oh ya? apa kamu yakin dengan apa yang baru saja kamu?" Aulia melemparkan sebuah gadget dan gadget itu jatuh tepat di pangkuan Daniel.
Daniel membaca isi pesan yang ada pada gadget itu, dan betapa terkejutnya Daniel saat mengetahui bahwa pesan itu berasal dari Dinda.
Dinda semalam mengirimkan pesan kepada Aulia agar mengizinkan Daniel untuk menikahinya karena mereka sudah menghabiskan malam bersama dan berbagi kehangatan.
di sana tertulis dengan jelas bahwa mereka melakukannya dengan sadar dan atas dasar cinta.
Aulia memang mengetahui tentang kisah cinta mereka, namun dia tidak menyangka jika kisah cinta mereka akan kembali bersemi di atas tempat tidur.
"Aulia, Aku tahu ini mungkin salah satu rencana Yudi untuk memisahkan kita. Bukankah kamu sudah mengatakan bahwa Yudi berusaha untuk mengadu domba kita sehingga aku sebagai pihak yang bersalah harus menyerahkan perusahaan kepada keluarga kamu."
"Aku tidak akan membuat kamu menyerahkan perusahaan kepada keluargaku."
"Benarkah? tapi bagaimana?"
"Kita bercerai dengan damai."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1