
Hari ini Aulia sudah diperbolehkan pulang setelah dirawat selama dua hari di rumah sakit.
Kejadian itu tentu saja membuat keluarga Aulia dan Daniel merasa khawatir. Mereka memutuskan untuk mengistirahatkan Aulia secara total.
Aulia tidak diperbolehkan untuk menjalani aktivitas seperti biasa di kantor, Daniel mengatakan kepada keluarganya bahwa apa yang terjadi kepada Aulia karena Aulia terlalu telah bekerja.
Daniel tidak mengatakan jika dirinya yang menyebabkan Aulia menjadi seperti ini, Bagaimana Daniel bisa mengatakan itu. Karena jika seluruh keluarganya tahu jika dia lah yang menyebabkan Aulia mengalami pendarahan ringan, tentu Daniel akan mendapat kecaman dan kemarahan dari semua keluarganya.
Maafkan aku Aulia, karena aku sudah berbohong kepada keluarga kita. Aku takut mendapatkan marahan dan siksaan dari mereka jika mereka tahu yang sebenarnya. Tapi tenang saja walaupun kamu berada di rumah Aku pastikan kamu tidak akan pernah merasa bosan.
Aulia masih belum mengetahui tentang keluarganya yang akan mengistirahatkan dirinya secara total, Aulia hanya mengetahui bahwa dia harus beristirahat selama beberapa hari dan tidak boleh melakukan hubungan intim.
Aulia merasa sangat bahagia karena dia dikelilingi oleh orang-orang yang dia cintai. Aulia kelihatannya sepertimu merasakan penyesalan yang lama dalam.
Aulia tersenyum karena mengira Daniel merasa bersalah tentang apa yang sudah terjadi padanya.
"Sayang, tidak apa-apa semuanya sudah benar. Lagi pula aku sudah merasa jauh lebih baik."
"Tetap saja aku merasa bersalah, jika saja aku bisa menahan diri mungkin hal ini tidak terjadi."
"Hei, bukankah kita sudah berjanji untuk tidak memperpanjang masalah ini lagi?"
"Ya, hanya saja masih ada satu hal yang perlu kamu ketahui."
"Baiklah, apa itu?"
Dengan perlahan Daniel mengatakan kepada Aulia, dia mengatakan kepada seluruh keluarga bahwa yang menyebabkan Aulia mengalami pendarahan kecil karena Aulia terlalu fokus.
"Daniel, kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya kepada mereka?" tanya Aulia yang sudah mulai sedikit kesal dengan Daniel yang selalu saja tidak ingin mengakui kesalahannya sejak dulu saat pertama kali mereka menikah.
"Maafkan aku Aulia, aku hanya berhijab untuk menerima kemarahan dari mereka. Kamu tahu kan, sejak dulu aku tidak pernah bisa untuk menerima kemarahan dari keluargaku apalagi membuat mereka merasa kecewa terhadap apa yang sudah aku lakukan."
__ADS_1
"Aku tahu, tapi kamu tidak bisa selamanya terus bersembunyi dari kesalahan. Lihatlah akibat dari perbuatan yang masih tidak ingin mengakui kesalahan kepada keluargamu."
"Ya, aku tahu. Sekali lagi maafkan aku Aulia Dan aku berjanji aku tidak akan membuat kamu merasa bosan karena kamu harus beristirahat dari pekerjaan kamu."
"Ini lah sifat yang aku sangat tidak sukai dari dirimu Daniel. Kamu selalu ingin terlihat yang terbaik di mata keluarga, bahkan denganku saja kamu tidak pernah mau mengalah dan ingin selalu terlihat benar."
Aulia memilih untuk meninggalkan Daniel karena dia sudah merasa sangat muak.
Daniel hanya terdiam sambil melihat kepergian Aulia.
"Selalu saja seperti ini, kenapa dia tidak pernah mengerti jika aku tidak pernah mau kalau harus menerima kemarahan dari keluarga. Lagi pula Aulia tidak dirugikan apapun hanya karena aku tidak mengatakan yang sebenarnya," lirih Daniel.
Daniel kemudian memilih pergi dan bersiap untuk ke kantor daripada harus membujuk Aulia yang sedang marah.
Aulia sendiri sebenarnya merasa kesal dengan sikap Daniel yang selalu saja seperti ini, tidak pernah mau untuk membujuk jika dirinya tidak ingin.
"Hah, sebenarnya pernikahan yang aku jalani dengan Daniel begitu sempurna. Hanya satu itu sifat darinya yang tidak aku sukai. Bagaimana bisa dia tidak ingin mengakui kesalahannya terhadap keluarga sehingga mengorbankan aku. Kenapa selalu aku yang dia korbankan."
"Tidak, aku tidak boleh membiarkan Yudi memimpin perusahaan itu. Jika itu terjadi maka keinginan judi untuk mengambil alih perusahaan keluargaku akan segera tercapai."
"Aku harus mencari cara agar aku bisa tetap menjalani rutinitasku di kantor."
"Anita. Ya, Anita. Aku yakin dia pasti bisa membantuku untuk membuatkan surat keterangan bahwa yang terjadi kemarin karena aku terlalu banyak melakukan hubungan intim."
Tanpa berlama-lama lagi Aulia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Anita.
Anita yang juga mengetahui tentang sifat Daniel tentu saja menerima permintaan dari Aulia dan segera membuatkan surat keterangan seperti yang Aulia minta.
Sementara itu...
Di rumah Brian, Brian sedang berusaha menenangkan Sinta yang terus saja menangis sejak Sinta dinyatakan sangat sulit untuk memiliki keturunan.
__ADS_1
"Sinta sudahlah jangan terlalu dipikirkan, kamu tahu pernikahan ini bukan berdasarkan Aku ingin segera memiliki anak. Tapi karena memang aku ingin menjalani bahtera rumah tangga yang sesungguhnya dan mencintai seorang wanita yang benar-benar sudah sah menjadi milikku."
"Aku tahu, tapi bagi seorang wanita yang sudah berstatus menjadi seorang istri. Memiliki anak adalah impian karena itu lambang cinta."
"Ada banyak lambang cinta selain dari anak. Dan aku yakin dengan kemajuan dalam bidang reproduksi, banyak pasangan mampu mengatasi masalah kesuburan mereka dan mengandung satu atau lebih anak. Kita hanya perlu berusaha dan mencari jalan yang tepat," ucap Bryan sambil berusaha menenangkan Sinta yang terus menangis.
"Sinta, kita baru menikah belum genap 1 bulan. Jadi Aku harap kamu jangan terlalu merasa sedih."
Bagaimana bisa kamu meminta aku untuk tidak merasa sedih, sementara dalam hati kamu masih ada nama Aulia dan bukan namaku. Aku tidak bisa berhenti untuk bersedih hingga kamu mengganti nama Aulia dengan namaku.
Brian kemudian teringat tentang pesan bergambar yang dikirimkan oleh Aulia.
Saat itu, Aulia mengirimkan gambar dengan caption yang mengatakan kemungkinan bayi mereka adalah kembar.
Saat pertemuan mereka yang berujung dengan kehangatan di villa milik Aulia. Aulia mengatakan bahwa kemungkinan mereka mengandung anak kembar adalah 70%.
"Kita akan tahu setelah kehamilan ini menginjak usia 4 bulan," ucap Aulia saat itu.
Itulah kenapa saat itu Bryan mengatakan jika memang Daniel tidak bisa menemani Aulia untuk memeriksakan kehamilannya, Brian meminta Aulia untuk menghubunginya agar Bryan bisa melihat calon buah hatinya itu.
Tiba-tiba saja terlintas di dalam pikiran Brian untuk berbicara dengan Aulia jika memang bayi yang sedang dikandung Aulia kembar.
Ya, aku harus membicarakan ini dengan Aulia. sebelum itu aku harus memastikan apakah benar bayi di dalam kandungannya kembar atau tidak.
Aku bisa meminta satu dari anak kembar Aulia untuk menjadi anak aku dan Sinta. Karena bagaimanapun juga itu adalah darah dagingku dan aku mempunyai hak atas mereka.
Semoga saja Aulia memang benar hamil anak kembar sehingga aku bisa memberikannya satu agar Sinta bisa berhenti bersedih
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...