
Aulia akhirnya mengetahui jika ternyata Daniel yang menyebabkan Ibu dari Brian meninggal dunia.
"Aulia, maafkan aku karena selama beberapa hari ini aku menghilang dari kamu dan juga dari keluarga." Daniel yang memutuskan untuk pulang ke rumah setelah Dinda berhasil membujuknya untuk pulang dan merayu Aulia.
"Tidak masalah, kamu tahu aku mulai terbiasa tanpa kehadiran kamu lagi. Terlebih lagi, saat aku mengetahui jika kamu lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan Dinda."
"Aulia, Aku mohon jangan salah paham. Aku dan Dinda tidak menjalani hubungan seperti yang kamu pikirkan. Aku tahu, aku pernah khilaf karena telah melakukan satu malam bersama dengan Dinda. Tapi percayalah aku melakukannya dengan tidak sadar dan berada di bawah pengaruh alkohol."
"Memangnya apa yang aku pikirkan tentang hubungan kamu dan Dinda sehingga kamu mengatakan hal itu kepadaku?"
Daniel menghela nafas panjang kemudian mendekati Aulia, Daniel memegang tangan Aulia dan menciumnya.
"Maafkan aku, Aku tahu aku salah karena aku selalu lari dari permasalahan yang sedang menimpaku dan juga menimpa kita. Aku berjanji akan memperbaiki segalanya, beri aku kesempatan untuk memperbaiki sikapku."
"Aku tidak bisa berjanji untuk memberikan kamu kesempatan untuk memperbaiki sikap kamu."
"Kenapa?"
"Mas, kamu sudah pernah melakukan hubungan yang melewati batas dengan Dinda. Bagaimana jika ternyata benih yang kamu keluarkan dalam diri Dinda menjadi sesuatu yang sama seperti yang sedang aku alami."
"Tidak mungkin."
"jangan bilang tidak mungkin Jika ternyata kamu sedang dalam masa yang subur sehingga mampu membuahi sel telur."
"Dinda divonis tidak bisa memiliki anak karena masalah pada kandungannya. Jadi dia tidak akan pernah hamil."
__ADS_1
Deg !!
Untuk sesaat Aulia terdiam karena dia baru saja mengetahui fakta bahwa Dinda mandul. Aulia tiba-tiba takut jika Daniel juga tahu bahwa dirinya sama seperti Dinda.
Tidak, apa yang aku pikirkan. Daniel tidak akan mungkin mengira bahwa dirinya mandu setelah mengetahui aku hamil. Aku hanya perlu bersikap biasa agar dirinya tidak curiga mengenai apapun.
...----------------...
Beberapa hari kemudian, Aulia terkejut saat melihat Brian keluar dari salah satu perusahaan cabang Daniel.
"Daniel, siapa dia kenapa aku seperti baru melihatnya?" tanya Aulia yang saat itu sedang mengunjungi Daniel untuk urusan bisnis terkait kerjasama antar perusahaan mereka.
"Dia Brian, ingat saat dulu aku menceritakan bahwa aku tidak sengaja menabrak seseorang dalam perjalanan pulang sehingga mengakibatkan seseorang itu meninggal dunia?"
"Ya, lalu apa hubungannya dengan pria yang bernama Brian itu?" tanya Aulia pura-pura tidak mengetahui walaupun sebenarnya dia tahu ke mana arah pembicaraan dari Daniel.
Aulia hanya menganggukkan kepala tanda dia mengerti.
Pantas saja jika selama beberapa hari ini Brian tidak menghubungi aku dan tidak menemui aku. Ternyata dia sibuk dengan posisi baru dan pekerjaan barunya.
"Aku juga memberikan rumah untuk dia dan istrinya, aku mau belikannya apartemen yang ada di kawasan Senayan," ucap Daniel kemudian.
"Ah jadi begitu."
Daniel kemudian mengajak Aulia ke restoran untuk makan siang.
__ADS_1
"Aulia, kapan jadwal kontrol kamu untuk melakukan pemeriksaan? Aku tidak sabar ingin melihat seperti apa calon buah hati kita."
Deg !!
Aulia terlihat binggung, Daniel tidak boleh mengetahui jika sekarang dia tengah hamil kembar karena rencananya untuk memberikan salah satu bayi kembarnya kepada Bryan dan juga Sinta akan gagal.
"Aku sudah melakukan pemeriksaannya beberapa minggu yang lalu, jika memang kamu ingin mengetahui seperti apa calon anak kita. Kamu harus menunggu 1 bulan untuk melihatnya,"
Aulia terpaksa berbohong dengan mengatakan bahwa dia baru saja selesai melakukan pemeriksaan kehamilan, agak Daniel tidak mengetahui jika ternyata bayinya kembar sebelum Aulia akan meminta bantuan lagi dari Anita.
Daniel hanya bisa menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia melanjutkan makan siangnya.
Setelah selesai makan siang, Aulia tidak sengaja berpapasan dengan Bryan yang baru saja akan makan siang di restoran yang sama tempat Aulia dan Daniel sedang makan.
Ingin sekali Aulia menyapa Bryan saat Bryan menundukkan kepala di hadapan Daniel dan juga Aulia.
Brian, Aku merindukan kamu Bukankah kamu ingin menemaniku dalam melakukan USG bulan ini.
Aulia, Aku sangat merindukanmu seandainya saja di sebelah kamu bukanlah Daniel, yang merupakan suami kamu. Mungkin aku sudah memelukmu untuk melepaskan rasa rindu yang sudah tidak dapat tertahankan lagi. Hah, bagaimana bisa aku meninggalkanmu setelah bayi kita lahir jika berpisah selama beberapa hari saja membuat aku tidak bisa menahan rindu.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...