Tidak Sengaja Bermain Api

Tidak Sengaja Bermain Api
Cerai Saja !


__ADS_3

Daniel dan keluarga terkejut, khususnya Anita sangat mengetahui bahwa Dinda benar-benar hamil. Usia kehamilan nya sudah memasuki satu bulan.


Anita berusaha bersikap profesional dengan bertingkah seolah-olah dia tidak mengenali Daniel. Anita yang memakai masker dan kacamata, membuat Daniel tidak bisa mengenali dirinya.


Setelah Daniel dan keluarga nya pergi, Anita segera menghubungi Aulia untuk memberitahukan hasil USG yang menyatakan bahwa Dinda benar-benar hamil.


"Bukankah kamu sendiri yang mengatakan kepada aku bahwa Daniel divonis mandul yang tidak akan pernah bisa memiliki keturunan?" tanya Aulia.


"Aku tahu, aku sendiri juga bingung kenapa dia bisa membuat seorang wanita lain hamil sementara dia tidak bisa menghamili dirimu."


"Aulia?" Panggil Anita saat dia tidak lagi mendengar suara dari Aulia.


"Anita tutup saja dulu teleponnya, aku sendiri tidak tahu apa yang ada di dalam pikiranku."


"Baiklah."


Anita menutup teleponnya kemudian berpikir mungkinkah ini karma yang harus diterima Aulia karena dia tengah hamil anak orang lain.


Sebenarnya aku merasa kasihan kepada Aulia, walaupun sebenarnya dia pantas mendapatkan karma seperti ini karena dia dulu yang lebih awal bermain api dan berselingkuh dari Daniel sehingga mengakibatkan dirinya hamil. Tapi, ini juga membuat pikiranku terganggu karena sebelumnya Daniel divonis mandul. Aku harus mencari tahu.


Anita kemudian segera menemui dokter yang dulu memeriksa kesuburan Daniel, setelah berkonsultasi dengan panjang lebar disertai Anita yang menunjukkan berkas bahwa pria yang divonis hamil itu sudah menghamili seorang wanita dan kini usia kehamilannya sudah memasuki satu bulan.


"Mungkin, gaya hidup dari pasien sudah berubah atau pasien meminum sesuatu seperti vitamin yang meningkatkan kesuburannya, walaupun kemungkinannya sangat kecil tapi bisa saja salah satu dari spermaa yang tengah subur itu berhasil menembus dan membuahi sel telur."


Anita juga melihat beberapa kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi pada seseorang yang dinyatakan mandul.


"Kita juga baru melakukan pemeriksaan sekali terhadap pasien, biasanya setelah melewati tiga kali pemeriksaan, barulah kita bisa mengetahui apakah pasien benar-benar mandul permanen atau hanya sementara."


Anita kemudian berpikir dan mulai percaya bahwa wanita itu benar-benar hamil anak Daniel setelah mengingat bahwa sebelumnya Aulia pernah mengatakan jika Daniel tidur dengan Dinda.


Anita mengirimkan hasil pemeriksaan terhadap Linda dan juga kemungkinan yang bisa dilakukan oleh pria mandul seperti Daniel kepada Aulia.

__ADS_1


"Mungkinkah ini jawaban atas keinginanku yang ingin bersama dengan brian?" lirih Aulia saat dirinya membaca berkas dan mengetahui bahwa bayi yang sedang dikandung Dinda memang anak Daniel.


Tak lama kemudian, Daniel dan semua keluarganya kembali ke rumah Aulia.


Aulia menu realme anak tangga dan bergabung bersama dengan sang mama yang sedang berbincang-bincang dengan keluarga Daniel.


"Tidak, Aku tidak mau jika kalian akan memberikan sejumlah uang berapapun yang akan kalian berikan kepada aku untuk menggugurkan kandungan ini. Jika kalian ingin tahu bahwa aku sudah menantikan kehamilan ini sejak bertahun-tahun lamanya," ucap Dinda dengan tegas saat semua keluarga mengatakan bahwa dia siap membayar berapapun yang Dinda inginkan demi bisa menggugurkan kandungannya.


"Lalu apa yang kamu inginkan?" tanya papa Daniel.


"Tentu saja seperti yang selalu diinginkan seorang wanita ketika dia mengetahui bahwa dirinya hamil," ucap Dinda sambil tersenyum dan menatap Daniel yang tengah duduk tanpa menunjukkan ekspresi apapun.


"Apa maksud kamu?" tanya Mama Aulia.


"Astaga, mama dan papa kenapa tidak mengerti dengan yang dimaksud oleh wanita ini. Bukankah sudah jelas jika wanita ini menginginkan untuk dinikahi oleh Daniel," ucap Aulia.


Semua orang terkejut, terutama Daniel yang langsung memandang Aulia.


"Aulia, Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu?" tanya mama Aulia.


"Tidak, kita bisa mencari cara lain seperti menyembunyikan dia dan memberikan kehidupan yang layak sampai bayi itu lahir." Daniel akhirnya bersuara setelah sekian lama terdiam dan menyimak pembahasan yang sedang dibahas oleh dua keluarga.


"Daniel, kamu pasti tidak akan membiarkan aku kembali ke tempat terpencil setelah sebelumnya aku mengalami kehidupan rumah tangga yang menyedihkan," ucap Dinda.


"Dinda, aku mohon mengertilah bahwa sekarang posisiku bukan lagi seorang pria lajang, Aku adalah seorang Pria beristri Yang sebentar lagi juga akan memiliki Putri," ucap Daniel


"Aku akan mewujudkan keinginan kamu sebagai seorang pria lajang setelah kamu bercerai dengan aku."


"Aulia?"


"Kita Cerai saja."

__ADS_1


Pernyataan Aulia tentu saja mengejutkan semua orang yang ada di sana, tentu saja keluarga Daniel takut jika Aulia akan menuntut harta gono gini seperti yang sudah ada dalam perjanjian pernikahan mereka.


"Aku tahu dalam perjanjian jika salah satu pihak merugikan pihak yang lain, maka pihak itu akan memberikan seluruh aset kekayaannya kepada pihak yang dirugikan. Aku tidak akan meminta hal itu dan membatalkan perjanjian pra nikah yang sebelumnya dibuat oleh aku dan Daniel," ucap Aulia sambil mengeluarkan berkas yang berisi perjanjian pernikahan antara dirinya dan Daniel yang memang sebelumnya sudah dia letakkan di bawah meja ruang tamu.


Aulia merobek kertas itu hingga menjadi potongan-potongan kecil, semua orang memandang Apa yang dilakukan Aulia tanpa berbuat apapun terkecuali Dinda yang tersenyum penuh kemenangan.


"Aulia, aku rasa kita harus membicarakan hal ini dan jangan gegabah dalam mengambil keputusan," ucap Daniel.


"Tidak Daniel, sepertinya memang hal ini yang sudah seharusnya kita lakukan sejak dulu. Aku dan kamu benar-benar dua orang yang tidak bisa dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Aku tidak suka dengan sikap kamu yang tidak mau mengakui kesalahan kepada semua orang hanya karena kamu tidak ingin menerima caci maki dari mereka. Sementara kamu, tidak suka saat aku hanya diam ketika kamu merajuk dan selalu ingin agar Aku merayu dirimu agar tidak lagi marah."


"Aulia," Mama kini memegang tangan Aulia seolah-olah ingin mengatakan bahwa perceraian bukanlah solusi dari segala masalah.


"Tidak apa apa ma, Aku tidak akan menuntut apapun dari keluarga Daniel. Aku pasti bisa menjalani kehidupanku bersama dengan calon buah hatiku ini sendiri."


"Aulia, dia juga calon buah hatiku," lirih Daniel.


"Tidak, Daniel. Jalani saja kehidupan kamu yang baru bersama dengan Dinda dan juga calon buah hati kalian."


"Baiklah, karena tidak ada dari kalian yang akan berbicara lagi jadi aku menganggap bahwa permasalahan ini sudah selesai dan menemukan titik terangnya, Aku akan kembali ke atas karena aku harus beristirahat."


Aulia bangkit dari tempat duduknya meninggalkan semua orang yang memang terdiam karena tidak tahu lagi harus berbuat apa.


Daniel sendiri tidak berniat untuk mengejar Aulia karena Dani sudah mengetahui jika Aulia sudah membuat keputusan, maka itu tidak akan bisa diganggu gugat lagi.


Sementara kedua orang tua Daniel memilih diam karena mereka bahagia jika perceraian ini tidak akan membuat mereka harus menyerahkan seluruh aset keluarga kepada keluarga Aulia.


Aku tidak menyangka jika perceraianku dengan suamiku dan juga perlakuan mereka yang langsung mengusirku dari negara tersebut, membuat aku mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dari yang aku inginkan.


Aku akan bisa bersama dengan orang yang dulu sangat mencintai aku dan aku akan mendapatkan malaikat kecil yang sekarang sudah berada di dalam rahimku.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2