
Aulia memilih untuk melakukan operasi sesar di sebuah rumah sakit yang tidak seorangpun mengira bahwa Aulia akan melakukan operasi di sana.
Aulia sengaja melakukan itu agar Daniel dan juga keluarga serta orang-orang yang diperintahkan Daniel untuk mencari informasi mengenai dirinya, tidak mengetahui bahwa Aulia akan melahirkan seorang bayi kembar.
Aulia hanya ditemani sang mama di rumah sakit itu, namun Aulia tetap sendiri yang berada di ruang operasi.
Aulia meneteskan air mata karena berharap akan ada Brian di sampingnya untuk menemaninya berjuang melahirkan buah hati mereka ke dunia.
"Tidak, Aulia. Kamu pasti bisa melahirkan putri-putri kamu dengan selamat walaupun tidak ada kehadiran dari ayah mereka," lirih Aulia sebelum dia mengikuti langkah kaki dari perawat untuk membantunya berganti pakaian.
Aulia terkejut saat dia selesai berganti pakaian, dia melihat kehadiran Brian.
Brian yang melihat Aulia langsung berjalan menghampiri Aulia dan memeluknya.
Beberapa jam yang lalu..
"Mas, bukankah sekarang hari dimana Aulia akan melahirkan?" tanya Sinta.
"Iya, ternyata kamu juga menandai hari ini," ucap Brian sambil membenarkan kemejanya.
"Bagaimana aku bisa melupakan hati di mana aku akan menjadi seorang ibu walaupun itu bukan berasal dari rahimku sendiri."
Brian berhenti setelah dia selesai merapikan kemejanya kemudian berbalik dan berjalan menghampiri Sinta.
"Sinta, bukankah kita sudah membicarakan hal ini berulang kali. Kita jalani saja dulu kehidupan rumah tangga kita, mana tahu setelah ini Tuhan akan mempercayakan kamu untuk menjadi seorang ibu. Mungkin sekarang Tuhan masih ingin melihat apakah kamu benar-benar pantas untuk diberikan kepercayaan sendiri."
Sinta menatap haru Brian, Brian mencium kening nya.
"Pergilah."
"Pergi kemana?" tanya Brian.
"Kamu harus ada di samping Aulia untuk menemaninya melahirkan buah hati kalian."
"Tidak,"
"Kenapa?"
"Aku tidak bisa melakukan itu,"
__ADS_1
"Mas, aku tahu selama ini kamu memendam kerinduan dan juga menahan diri untuk tidak bertemu dengan Aulia karena kamu menghargai aku sebagai istri kamu. Aku satu-satu dan berterima kasih karena kamu benar-benar menjaga perasaan aku sebagai istri kamu. Tapi, untuk hari ini aku mengizinkan kamu untuk mendampingi Aulia."
Brian menatap Sinta, seolah-olah tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh istrinya itu.
"Pergilah mas, semua wanita pasti mengharapkan ayah dari bayi yang sedang digantungnya dan akan segera melahirkannya ke dunia ada di sampingnya dan menemaninya,"
"Sinta..."
"Aku tidak apa apa, aku akan memberi kamu waktu satu minggu untuk menemani Aulia sebelum kita memulai kehidupan kita yang baru. Pergilah sebelum aku berubah pikiran," lirih Sinta.
Brian memeluk dan mencium kening Sinta, sebelum mainnya Dia segera melajukan kendaraan yang menuju rumah sakit.
...----------------...
Aulia yang mendengar cerita dari Brian, napas gajah meneteskan air mata dan berdoa agar suatu saat nanti Sinta bisa hamil.
Satu jam di rumah operasi. Aulia berhasil melalui operasi sesar dan melahirkan dua putri mungilnya dengan berat 3 kg.
Refleks Brian mencium kening Aulia saat mendengar suara tangisan bayi untuk pertama kalinya.
"Terima kasih, Aulia. Terima kasih karena kamu sudah memberikan yang terbaik untuk mereka sejak dalam kandungan," Aulia hanya tersenyum karena dia berada di bawah pengaruh obat bius.
Bayi kembar itu, langsung di pisahkan agar mama Aulia tidak mengetahui bahwa sebenarnya Aulia hamil anak kembar.
Brian bisa masuk ke ruang operasi tanpa dicurigai oleh Mama Aulia karena sebelumnya beliau sudah menyelinap masuk ke ruang ganti dokter dan mengganti pakaiannya dengan pakaian dokter.
Di ruangan VVIP. Aulia memberikan ASI kepada kedua bayinya. Saat sang Mama berada di ruangan itu, bayi yang satu lagi akan berada di ruangan sebelah dan diberikan asi melalui botol.
"Terima kasih sayang karena kamu sudah memberikan Mama cucu yang cantik."
Ma, seandainya saja Mama tahu jika Aulia memberikan dua sekaligus Cucu kepada Mama. Sayangnya Aulia harus merahasiakan itu karena sebentar lagi sama satu bayi kembar Aulia akan pergi bersama dengan ayahnya dan memulai kehidupan yang baru bersama dengan keluarganya sendiri.
Satu pekan kemudian, sesuai kesepakatan yang terjadi antara Brian dan Aulia.
Bayi mungil itu di bawa pulang oleh Brian. Perpisahan yang terjadi di antara keduanya benar-benar cukup mengharukan. Aulia bersedih karena dia harus berpisah dengan dua, sementara Brian bersedih karena itu artinya dia harus mengakhiri hubungannya dengan Aulia.
Di rumah, Sinta tidak kuasa menahan tangisnya saat dia pertama kali menggendong bayi di tangannya.
Sinta berulang kali memeluk dan mencium bayi mungil. Hal itu membuat pria merasa sangat bahagia karena cinta hanya mau menerima baik itu walaupun itu adalah anak darinya dan juga Aulia.
__ADS_1
Brian segera pergi meninggalkan kota itu untuk tinggal di bagian kota lainnya, di mana Brian akan menempati fasilitas yang diberikan oleh Aulia karena dia akan menjabat sebagai CEO pada perusahaan cabang terbaru yang baru saja diresmikan oleh Aulia.
Kehidupan Aulia benar-benar dirahasiakan tidak seperti sebelumnya, Daniel bahkan tidak tahu jika Aulia sekarang sudah melahirkan, karena Daniel sejak sibuk menyelidiki tentang kehamilan yang di luar pemahamannya.
Dinda mengatakan jika usia kehamilannya baru beberapa bulan, Tapi menurut hasil pemeriksaan yang tidak sengaja ditemukan oleh Daniel. Usia kehamilan Dinda sudah memasuki 6 bulan.
"Jika hasil pemeriksaan ini adalah benar, itu artinya Dinda sudah membohongiku tentang usia kehamilannya."
Daniel kemudian memutuskan untuk memata-mata Dinda, dan siapa sangka dan yang menemukan fakta mengejutkan bahwa sebenarnya anak yang sedang dikandung Dinda adalah anak dari Yudi.
Daniel tentu saja sangat marah pada Dinda, setelah dia berhasil mengumpulkan fakta dan juga berhasil menjebak Dinda serta Yudi.
"Daniel, percaya padaku jika bayi ini memang bayi kita."
"Cukup, Dinda. Jangan mana lagi kamu membicarakan omong kosong. Apa kamu tahu cinta perbuatan kamu ini sudah merusak rumah tangga aku dengan Aulia."
"Daniel, kamu harus mengerti aku melakukan ini karena memang aku merasa kasihan terhadap kamu, kamu sudah dibohongi oleh Aulia."
"Apa maksud kamu?"
"Kamu mandul, Daniel."
Duar !!
Perkataan Dinda mengenai dirinya yang mandul membuat Daniel benar-benar kehilangan akal. Dinda kemudian menceritakan tentang Yudi yang menemukan fakta bahwa Daniel dinyatakan mandul oleh rumah sakit. Dinda yang sangat mencintai Daniel dan tidak ingin Daniel merasakan sedih karena dia divonis mandul, memilih untuk mengatakan bahwa ada yang di dalam kandungannya adalah anak Daniel.
Dinda sebenarnya hanya menjadi rahim pengganti bagi buah hati Yudi dan istrinya yang tidak mau tuh punya rusak hanya gara-gara harus hamil selama 9 bulan, mengingat istri judi adalah seorang model dan tidak bisa untuk hamil dalam waktu dekat.
Itulah yang membuat Dinda harus berulang kali bertemu dengan Yudi dan berurusan dengannya untuk memastikan bahwa bayi yang ada di dalam kandungannya baik-baik saja.
"Maafkan aku karena aku sudah membohongi kamu padahal bayi yang di dalam kandunganku, kamu tahu bahwa aku sedang hamil anak kembar. Aku sudah membicarakan hal ini kepada Yudi dan Yudi mau memberikan satu bayinya untuk kita rawat bersama," ucap Dinda sambil berlutut di hadapan Daniel yang duduk lemas karena mengetahui fakta bahwa dirinya mandul.
Jika aku benar-benar malu lalu bayi siapa yang sedang dikandung oleh Aulia?
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1