
Daniel menghabiskan waktu berada di cafe setelah dia selesai melakukan pekerjaan nya.
Hal itu tentu saja mengundang kecurigaan dari Ulfa. Ulfa yang terus menemani Daniel ke manapun Daniel pergi, tidak tahan lagi untuk menahan diri agar Ulfa tidak mencampuri urusan rumah tangga Daniel dan Aulia.
"Daniel, menurut dari sisi pandang ku, kalian sama-sama salah. Kamu yang masih tetap bertahan dengan sifat buruk kamu yang jelas-jelas sangat merugikan istri kamu. Seharusnya kamu bisa lebih peka terhadap perasaan istri kamu terutama kepada wanita yang sekarang telah hamil."
"Aku rasa juga tindakan yang dilakukan oleh istrimu salah, tidak seharusnya juga dia mendiamkanmu dan tidak menegur sapa terlebih dahulu."
"Aulia memang sedikit berubah setelah kehamilannya ini. Aku juga tidak bisa melampiaskan apa yang ingin aku lampiaskan sebagai seorang pria." Ucap Daniel sambil menghabiskan air yang ada di gelasnya.
"Aku ada di sini untuk membantu mendapatkan apa yang ingin kamu dapatkan," ucap Ulfa.
Daniel hanya tersenyum kemudian memesan satu botol lagi minuman kepada pelayan cafe.
"Daniel, hentikan. Kamu sudah minum terlalu banyak."
"Ulfa, jangan mencoba untuk menghalangi aku. Biarkan saja aku seperti ini agar aku bisa melupakan kekesalanku terhadap Aulia."
"Ayo, sebaiknya kita kembali ke hotel untuk menjaga kamu tetap waras." Ucap Ulfa sambil membopong tubuh Daniel yang mulai sempoyongan karena mabuk.
"Aku ingin tetap di sini."
"Aku akan menunjukkan sesuatu bagaimana caranya agar kamu bisa melupakan kekesalan yang kamu rasakan terhadap Aulia." Bisik Ulfa.
Daniel menatap Ulfa, sementara Ulfa tersenyum sambil terus membopong tubuh Daniel hingga sampai mobil.
Di hotel...
Pakaian Ulfa dan Daniel sudah berserakan di lantai, beberapa terlempar di tempat yang berbeda. Di atas tempat tidur, dua orang sedang melakukan pemanasan dengan suara-suara yang eksotis.
Daniel yang memang sudah tidak tahan akan keperkasaannya yang ingin di asah oleh kehangatan, membuatnya sangat bersemangat terutama saat melihat setiap lagu tubuh yang dimiliki oleh Ulfa.
Ulfa sendiri tersenyum sambil melihat ke arah kamera kecil yang memang sengaja dia lupakan di dekat lampu tempat tidur.
__ADS_1
Setelah mereka melakukan beberapa ronde, Daniel tempat tidur karena efek dari minuman beralkohol dan juga keringat yang menguras tenaga. Ulfa bangkit dari tempat duduknya dengan menarik selimut sebagai penutup tubuh, mengambil sebuah kamera yang terletak di dekat lampu tidur.
Ulfa tersenyum saat rekaman itu benar-benar merekam aktivitas yang mereka lakukan dengan jelas.
Ulfa terlihat menyalin file itu ke dalam ponselnya lalu mengirimkan file itu kepada seseorang.
Seorang tersenyum saat melihat file rekaman itu, dan langsung menghubungi Ulfa.
Ulfa melihat sekilas ke arah Daniel untuk memastikan bahwa Daniel benar-benar tertidur, halo Ulfa mengangkat panggilan dari seseorang yang baru saja dia kirimi tentang rekaman itu.
"Bagus, tidak sia-sia aku merencanakan agar Daniel pergi ke luar negeri bersama. Sekarang aku bisa dengan mudah mendapatkan jabatan yang aku inginkan. Dan kamu juga sebentar lagi akan mendapatkan Daniel."
"Terima kasih, Aku tahu kamu tidak pernah mengecewakan partner bisnismu dalam hal kerjasama."
"Ulfa, kita akan selalu menjadi partner kapanpun dari mana. Karena kau sudah berhasil tidur dengannya, maka nikmatilah waktu kalian. Aku akan memperpanjang masa bulan madu kalian."
Ulfa tersenyum penuh kegembiraan saat mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh pria itu.
Ulfa kemudian meletakkan ponselnya dan kembali tidur di samping Daniel.
Daniel, aku tahu tidak seharusnya aku melakukan ini terhadapmu. Tapi, aku harus mendapatkan apa yang aku inginkan setelah sekian lama aku menderita karena pernikahan yang tidak pernah berakhir dalam kebahagiaan.
Aulia maaf, aku tidak bermaksud untuk menjadi pelaku di dalam rumah tangga. Aku janji kalau aku hanya akan menjadi partner panjang dari Daniel dan tidak akan pernah membuat rumah tanggamu berantakan.
Ulfa terdiam, tiba-tiba dia teringat dengan pria yang baru saja melihat adegan panas dirinya dan Daniel.
"Kenapa aku tidak bertanya kepada pria itu tentang tujuannya yang ingin melihat aku dan Daniel tidur bersama?"
"Ah sudahlah, nanti saja jika aku bertemu dengannya aku akan bertanya alasannya."
Ulfa tidak sengaja bertemu dengan pria itu saat Ulfa baru saja tiba di bandara.
Sebenernya pertemuan itu bukan pertama kalinya. Karena pria itu dan Ulfa sempat menjalin kerjasama bisnis selama beberapa kali.
__ADS_1
Hingga Ulfa memutuskan untuk pindah ke negara suaminya, membuat Ulfa tidak memiliki siapapun saat kembali ke negaranya sendiri.
Pria itu kemudian menawarkan kerjasama, awalnya Ulfa menolak hingga kemudian pria itu mengatakan bahwa pria itu bisa membantu Ulfa untuk mendapatkan Daniel.
Setelah percakapannya dengan Daniel yang berarti bahwa Daniel tidak akan pernah bisa membalas cinta yang ada pada diri Ulfa lah, yang membuat Ulfa akhirnya menerima tawaran kerjasama dari pria itu.
Jadi, perjalanan ke luar kota untuk urusan bisnis adalah sekian banyak dari rencana pria itu untuk membuat Daniel bisa tidur dengan Ulfa.
Ulfa menerima pesan bahwa setelah ini dia dan Daniel harus sering melakukan hubungan itu, dan Ulfa harus merekamnya dan memberikannya kepadanya.
"Apa mungkin dia adalah orang yang gila akan adegan seperti itu?" ucap Ulfa saat dia membaca pesan yang dikirimkan oleh pria itu.
"Hah, biarkan saja lagi pula ini hanya sebuah video dan dia sudah berjanji akan menjaga bahwa video ini tidak akan sampai ke jagat maya."
Daniel, kamu milikku sekarang.
Pria itu, terus saja memutar adegan Daniel dan juga Ulfa. Anehnya, dia tidak merasakan reaksi apapun saat melihat adegan demi adegan panas yang mereka lakukan.
"Dengan ini, Aku yakin bahwa rumah tangga Aulia dan Daniel akan segera berakhir. Sesuai kesepakatan, jika salah satu dari mereka berselingkuh maka mereka harus menyerahkan perusahaan kepada pihak yang dirugikan."
"Daniel harus menyerahkan perusahaannya kepada Aulia, dan Aulia pasti akan kesulitan untuk mengurus sebuah perusahaan sekaligus sehingga, tanpa sadar Aulia dan namanya akan memerintahkan aku untuk memegang salah satunya."
"Saat itulah, aku akan meminta mengambil alih perusahaan Aulia. Dengan begitu tidak akan ada yang curiga saat aku memindahkan seluruh harta kekayaan keluarga Aulia ke dalam perusahaan ayahku."
Pria yang mengajak Ulfa bekerjasama itu tidak lain dan tidak bukan adalah Yudi.
Yudi juga yang sudah merencanakan agar Daniel sering pergi ke luar negeri bersama dengan Ulfa. Hingga saat Daniel memutuskan untuk menghabiskan waktu di cafe sambil meminum minuman beralkohol. Yudi memerintahkan orang yang dia tugaskan mengawasi Daniel, untuk mencampur obat ke dalam minuman Daniel sehingga Daniel begitu sangat terosesi saat melihat pemandangan yang fantastis.
"Sebentar lagi ayah. Sebentar lagi aku akan bisa membalaskan dendam Ayah terhadap keluarga Aulia yang sudah menghancurkan perusahaan kita. Aku akan mengembalikan kejayaan perusahaan Ayah walaupun nantinya aku harus mengganti nama perusahaan keluarga Aulia dengan perusahaan keluarga kita."
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...