Tidak Sengaja Bermain Api

Tidak Sengaja Bermain Api
Janji Brian


__ADS_3

Aulia terkejut saat dia menerima pesan yang berisi video syur Daniel dan seorang wanita yang amat dia kenal.


"Ulfa.." lirih Aulia.


Aulia kemudian tidak sengaja melihat CCTV yang dia letakkan secara rahasia di ruangan Yudi, di mana Yudi tengah tersenyum sambil menatap ke arah gadgetnya.


"Ah, jadi setelah kamu tidak berhasil mengambil alih perusahaanku kamu akan menggunakan cara kota seperti ini untuk menghancurkan hubungan pernikahanku Daniel? baik. Aku akan mengikuti jalan drama yang akan kamu susun."


Aulia kemudian mengirimkan video itu kepada orang yang dia percaya untuk memata-matai Yudi.


"Urus masalah ini dan biarkan ini terungkap setelah aku berhasil menyelesaikan masalah Yudi," ucap Aulia melalui sambungan telepon beberapa saat setelah dia mengirimkan video itu.


Aulia menutup panggilannya setelah orang itu bisa membereskan semuanya.


Aulia memilih untuk pulang ke rumah setelah dia menyelesaikan pekerjaannya.


"Aulia, kamu mau ke mana tidak biasanya kamu pulang saat jam seperti ini?" tanya Yudi yang sepertinya basa-basi karena dia tahu Aulia akan pergi meninggalkan kantor.


"Ya, Bukankah Abang juga mengatakan bahwa aku tidak boleh terlalu lelah dalam melakukan pekerjaan? jadi aku memutuskan untuk pulang karena pekerjaanku sudah selesai," Aulia tersenyum kepada Yudi sebagai tanda bahwa dia sangat menghargai perhatian yang diberikan oleh Yudi.


"Baiklah, aku akan menghubungimu jika memang ada sesuatu yang mengharuskan kamu untuk kembali datang ke kantor."


"Ya, terima kasih bang."


"Sama sama."


Yudi mengantar Aulia sampai ke dalam mobilnya dengan terus berbasa-basi membahas mengenai pekerjaan dan juga tentang kehamilan Aulia.


"Hati hati.." Yudi tersenyum sambil menutup pintu mobil setelah dia membukakan pintu mobil dan Aulia masuk ke dalam.


Tin


Tin


Aulia membunyikan klakson sebagai tanda bahwa dia sudah siap untuk pergi meninggalkan kamu.


Yudi memandangi kepergian mobil Aulia sambil tersenyum karena berpikir mungkin Aulia akan mulai mempertanyakan kebenaran dari video yang baru saja dia kirim.


"Aku yakin, setelah ini perang besar akan terjadi antara keluarga Aulia dan Daniel. Ah, aku sudah tidak sabar menantikan hari itu." Yudi kemudian memilih untuk kembali ke ruangannya dan melakukan pekerjaannya sebagai wakil The Wayne Enterprises Group.

__ADS_1


...----------------...


"Aku tidak mau jika aku harus merawat bayi kalian." Ketus Sinta saat Brian mengatakan bahwa Aulia sedang hamil anak kembar dan dia sudah memutuskan agar salah satu anak Aulia nanti akan dirawat oleh mereka.


"Memangnya kenapa?" tanya Brian.


"Mas, Aku ingin memberikan kamu anak dari rahimku sendiri. Bukan merawat anak dari rahim wanita lain. Apalagi wanita itu adalah wanita yang kamu cintai."


"Sinta, sekalipun anak itu berasal dari rahim wanita lain. Tapi tetap saja itu adalah darah dagingku."


"Mas, kita baru saja menikah dan kamu sudah membahas tentang aku yang harus merawat anak dari wanita lain walaupun itu adalah darah daging kamu sendiri? apa kamu tidak ingin berusaha untuk melakukan program kehamilan bersama denganku?" Mata Sinta mulai berkaca-kaca karena Brian terus saja mendesak agar Sinta mau merawat anak nya dengan Aulia.


"Sinta, aku bisa saja menyetujui program kehamilan yang akan kita lakukan bersama. Tapi jika melihat resiko yang harus ditanggung olehmu jika program kehamilan ini berhasil, aku tidak mau."


"Mas, seorang wanita bahkan rela mendekat nyawanya jika memang itu diperlukan demi bisa memberikan buah hati kepada orang yang dia cintai."


"Ya, kamu memang bersedia menekan nyawamu demi memberikan buah hati kepadaku. Tapi aku tidak bersedia menukar nyawamu demi keinginanmu yang ingin memberikan aku buah hati."


Deg !!


Sinta menatap Brian.


"Aku tahu, mungkin bagimu ini adalah sebuah kebohongan belaka. Tapi aku tulus mengatakan ini, Aku tidak ingin membahayakan nyawamu hanya demi kamu yang ingin memberikan aku keturunan untuk tetap mempertahankan pernikahan kita atau sekedar mendapatkan cinta dariku."


"Sinta, Aku akan belajar mencintaimu walaupun itu sangat sulit bagiku karena di hatiku masih ada nama Aulia. Tapi Aku berjanji akan selalu berusaha membuatmu bahagia dan tidak membuatmu merasa kecewa."


Sinta memeluk Brian.


"Hiks, Aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa jika kamu sudah berkata demikian. Jujur rasanya sangat sakit ketika aku mengetahui bahwa aku menjadi milikmu tapi aku tidak bisa memiliki hatimu."


"Itulah yang membuatku ingin segera memberikan kamu keturunan agar kamu bisa melimpahkan semua cintamu kepada istri dan juga anakmu kelak."


"Apa gunanya seorang anak yang hadir di antara kita jika ternyata aku harus kehilanganmu di kemudian hari?" Ucap Brian sambil terus mempererat pelukannya.


Mereka masih berpelukan untuk waktu yang lama.


"Jadi, apakah kamu menerima anak aku dan Aulia sebagai anak yang akan kita besarkan nanti?" Tanya Brian sambil melepas pelukannya.


Sinta mengangguk dan itu tentu saja membuat Brian sangat bahagia.

__ADS_1


"Terima kasih, Sinta. Terima kasih." Brian kembali memeluk Sinta.


Bryan berharap bahwa setelah kelahiran bayi mereka, Aulia dan dirinya akan sama-sama disibukan membesarkan buah mereka.


Brian mulai merencanakan untuk pergi meninggalkan kota itu setelah bayinya lahir agar Brian dan Aulia benar-benar bisa memutuskan hubungan yang tidak seharusnya berlanjut hingga sekarang.


Untuk sekarang, biarlah aku merahasiakan tentang keinginanku ini dari cinta dan juga Aulia. Aku juga tidak bisa terus tinggal di sini dan melakukan hubungan ini terlalu jauh bersama dengan Aulia.


Karena, seindah-indahnya perselingkuhan suatu saat pasti akan terungkap juga.


...----------------...


Daniel terbangun dan terkejut saat mendapati dirinya tanpa sehelai benang pun dan hanya ditutupi oleh selimut.


Daniel mengedarkan pandangannya mencoba mengingat apa yang terjadi, Ulfa baru saja keluar dari kamar mandi dan dia tersenyum saat melihat Daniel sudah bangun.


"Hai, sepertinya kamu melewati malam yang melelahkan sehingga kamu baru bangun saat hari sudah hampir menunjukkan jam makan siang," Ucap Ulfa sambil tersenyum dan berjalan mendekati Daniel.


"Ulfa, apa yang terjadi? kenapa aku tidur dengan meninggalkan semua pakaianku? kita tidak sedang melakukan itu kan?"


"Melakukan itu apa maksud kamu?" tanya Ulfa sambil tersenyum.


"Ulfa, aku tidak sedang bercanda."


Ulfa kemudian membuka handuk kimono nya tepat di depan Daniel.


"Daniel, semalam kita melakukannya dengan sabar dan atas dasar suka sama suka. Tidak ada paksaan baik dari aku ataupun dari kamu. Kamu bahkan terlihat sangat menikmati permainan kita."


Daniel memejamkan mata saat melihat banyak sekali jejak cinta di tubuh Ulfa.


Daniel segera pergi ke kamar mandi dengan membawa selimut sebagai penutup tubuhnya.


Brak !!


Daniel membantu pintu kamar mandi sementara Ulfa tersenyum penuh kemenangan.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2