Tidak Sengaja Bermain Api

Tidak Sengaja Bermain Api
Tidak Sengaja


__ADS_3

Aulia sedang berada di villa bersama dengan Brian. Daniel belum terlihat selama beberapa hari ini. Mungkin dia belum siap menerima kemurkaan orang tua nya.


"Aku sangat bahagia karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang Ayah." Ucap Brian.


"Apa kita akan banyak mencetak anak lagi?" tanya Aulia.


Brian terdiam, dia tidak bisa berkata apapun karena sejujurnya dia akan pergi dari negara ini begitu bayi itu lahir.


Pergi jauh dari Aulia, memulai kehidupan yang baru bersama Sinta.


"Aku merindukanmu," bisik Brian mengalihkan perhatian Aulia.


Aulia berbalik dan mengalungkan tangannya ke leher Brian.


Cup


Aulia mencium sekilas bibir Brian kemudian merebahkan diri ke tempat tidur.


Brian pun memilih untuk ikut Aulia berbaring di atas tempat tidur sambil mengusap perut Aulia yang mulai terlihat buncit.


"Sayang.." Panggil Aulia.


"Iya, Sayang?"


"Kenapa setelah aku hamil, aku gak pernah diajak jalan-jalan lagi, kayak dulu waktu kita masih belum berstatus apa apa?" tanya Aulia sambil menatap Leo yang tengah asik memainkan rambutnya.


"Coba diingat-ingat, kita jadi begini karena apa?"


"Emmm, yaaa karena kita jodoh lah, makanya kita pacaran!!" Ucap Naina mulai kesal.


"Nah itu tau, pepatah kan bilang, 'kalau jodoh tidak akan ke mana-mana', karena itu aku tidak pernah mengajak mu kemana mana dan hanya akan mengajakmu merasakan nikmatnya surga dunia."


Aulia langsung bangkit dan meremas partner kecil Brian.


"Mesum terus....."


"Awwww, ampun DJ."!!!!


"Oke oke, dengerin ." Pinta Aulia yang sukses membuat Aulia berhenti meremas partner kecilnya.

__ADS_1


"Apa?


"Kalau kamu nyuruh aku buat umumin ke seluruh dunia aku sayang kamu, aku cuma bakal bisikin ke kuping kamu. Soalnya kamulah duniaku."


Brug!!!


"Gombal teross!"


Aulia melempar bantal ke arah Brian lalu bergegas turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar.


"Loh sayang mau kemana?" tanya Brian.


"Dapur, mau makan. Dengerin gombalan kamu gak bikin kenyang."


Brak !!


Aulia menutup pintu dengan keras.


"Sejak kapan sebuah gombalan gak bikin kenyang?" lirih Brian.


 


...----------------...


"Baiklah." Ucap Daniel.


Sepeninggal Gunawan...


Daniel terkejut karena tiba-tiba melihat Dinda ada di apartemen Gunawan.


"Dinda?"


"Daniel, aku mendapatkan laporan dari kantor. Kantor mendapat laporan dari kedua orang tuamu bahwa selama beberapa hari ini kamu tidak pulang ke rumah. Kenapa?"


"Aku tidak tahu,"


Dinda yang sebenarnya tahu alasan kenapa Daniel tidak pulang ke rumah memilih untuk segera berjalan ke arahnya dan duduk di sebelahnya.


"Daniel, sudah saatnya kamu merubah sikap kamu yang tidak pernah ingin menerima caci makian dari keluarga kamu. Jika kamu terus seperti ini maka kamu tidak akan sanggup untuk melihat kenyataan yang mungkin akan lebih menyakitkan."

__ADS_1


"Apa maksud kamu?"


"Kamu sudah mempunyai istri dan istri kamu sekarang sedang hamil anak kamu. Tidak mungkin kan kamu akan terus menerus bersikap seperti ini sementara sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah."


Daniel terdiam, dalam diamnya dia membenarkan kata-kata yang baru saja diucapkan oleh Dinda.


"Pulanglah, turunkan egomu dan mulai memperbaiki hubunganmu dengan Aulia. Aku tidak masalah jika aku harus kembali menjadi orang asing bagimu."


Dinda menarik tangan Daniel untuk mengajaknya pulang dari apartemen Gunawan.


Dalam perjalanan pulang..


"Bagaimana jika Aulia tidak lagi mencintai aku?" tanya Daniel.


"Masih ada aku yang akan selalu mencintaimu."


Refleks Daniel menatap Dinda, karena tatapan itu membuat Daniel tidak melihat jika di depan ada seorang wanita dengan sepeda motor akan menyebrang jalan.


Brak !!


Tabrakan tidak bisa dihindarkan.


Daniel dan Dinda yang panik langsung turun dari mobil untuk melihat orang yang mereka tabrak.


Sinta yang saat itu sedang mengonceng Ibu Brian, tentu saja terkejut melihat ibu Brian bersimpah cairan merah.


Panik.


Dinda dan Daniel membawa Ibu malang itu ke rumah sakit. Sinta langsung menghubungi Brian. Namun ponselnya tidak aktif.


Ya bagaimana Brian bisa mengaktifkan ponselnya jika sekarang dia dan Aulia sedang melakukan senam kebugaranAulia di dapur.


"Brian, kamu dimana?"


Sinta panik, begitu juga Daniel dan Dinda. Mereka sudah menduga bahwa Ibu malang itu sudah tiada, karena saat Daniel mengangkat tubuh nya, denyut nadi sudah tidak ada.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2