
Brian terlihat panik saat dia membuka ponselnya setelah mandi, banyak sekali yang dikirimkan Sinta.
"Ada apa?" tanya Aulia saat dia baru saja selesai mengeringkan rambutnya.
"Ibuku dan Sinta terlibat kecelakaan. Sinta dalam perjalanan menuju rumah sakit beberapa menit lalu. Mungkin sekarang sudah ada di rumah sakit."
"Aulia, aku harus pergi."
"Aku ikut."
Brian tampak berpikir, sebenarnya dia ingin sekali mengizinkan Aulia untuk ikut bersamanya ke rumah sakit untuk melihat keadaan ibunya. Tapi, ada Sinta.
Brian tidak ingin Sinta curiga bahwa dirinya masih melakukan hubungan yang intim dengan Aulia.
"Aulia, rumah Sakit adalah tempat orang-orang sakit dan tidak baik bagi ibu hamil terlalu sering mengunjungi rumah sakit. Sebaiknya kamu ada di sini. Aku akan memberitahumu perkembangan Ibu,"
"Baiklah."
Aulia mengalah dan akhirnya membiarkan Brian pergi.
Di rumah sakit, Brian terkejut karena melihat Sinta di temani Daniel, suami Aulia. Pemandangan tidak biasa terlihat oleh Brian. Dimana Daniel duduk sambil menundukkan kepalanya dengan Dinda yang terus memegang kepalanya.
Buru-buru Brian mendekati Sinta.
"Sinta, ada apa?"
"Mas, Ibu.."
Belum sempat Sinta menjelaskan, seorang dokter keluar dari ruang UGD.
"Keluarga pasien?" tanya dokter itu tanpa melepaskan masker.
"Saya.."
"Dengan sangat menyesal saya menyampaikan, bahwa Ibu anda tidak selamat."
Dieng !
Bagai di terpa badai, Brian terasa lutut dan semua organ tubuhnya lemas. Dia terjatuh di lantai.
__ADS_1
"Mas.." Sinta segera memeluk Brian.
Daniel dan Dinda saling berpandangan sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk bertanya langsung pada dokter. Karena bagaimanapun juga, kecelakaan itu tidak terlalu fatal.
Dokter menjelaskan bahwa pasien menderita sakit jantung, jantungnya sangat lemah sehingga tidak bisa terlalu terkejut akan sesuatu.
Itu juga yang menjadi alasan bagi Brian, menikahi Sinta setelah pembahasannya dengan sang Ibu yang menanyakan Aulia.
Brian tidak ingin yang punya mengetahui bahwa sebenarnya Brian menjalin hubungan yang terlarang dengan Aulia apalagi hingga membuat Aulia hamil.
Brian menikahi Sinta juga untuk menjaga agar ibunya tidak terkejut akan kenyataan yang mungkin saja terbongkar di suatu hari nanti.
Aulia yang juga ada di sana tentu saja terkejut saat mendengar dokter mengatakan Ibu Brian tidak dapat di selamatkan.
Aulia merasa harus mendampingi Brian, jadi Dia memutuskan untuk mengikuti Brian secara diam-diam ke rumah sakit, namun tidak menampakkan diri setelah mengetahui bahwa ada Dinda dan juga Daniel di sana.
"Ternyata selama beberapa hari ini kamu tidak pulang ke rumah kamu sedang bersama dengan wanita itu?" lirih Aulia.
Aulia kemudian menuliskan untuk pergi dan mencari tahu apa hubungannya Daniel dan Dinda dengan tidak selamatnya Ibu Brian.
Daniel segera memerintahkan dokter untuk mengurus kepulauan jenazah karena dia yang akan menanggung semua biaya administrasinya.
Brian rasanya ingin marah pada seseorang yang sudah membuat ibunya tidak bisa selamat, namun dia sadar bahwa jika dia melakukan itu. Tidak akan bisa mengobati punya kembali bernafas.
Brian akhirnya hanya bisa melihat dan memeluk raga ibunya untuk terakhir kalinya sebelum dikebumikan.
Daniel terus merasa bersalah atas insiden yang sudah merenggut nyawa seorang wanita paruh baya. Dinda menggunakan kesempatan ini untuk terus mendekati Daniel dan mengatakan bahwa itu adalah sebuah kecelakaan yang tidak harus terlalu disesalkan.
"Bukankah tadi kamu juga sudah mendengarnya sendiri dari dokter, pasien menderita kelainan jantung sehingga apapun yang membuatnya terkejut bisa membuatnya kehilangan nyawa."
"Tetap saja, ini semua gara-gara aku yang tidak berhati-hati."
"Daniel, tidak apa-apa. Kamu sudah bertanggung jawab dengan mengurus semua biaya administrasinya dan akan memberikan mereka tunjangan. Bukankah anak dari wanita itu sudah memaafkan kamu Dan menganggap bahwa ini semua sudah takdir?"
"Hanya saja..."
"Sttt... jangan bicara lagi."
Daniel menurut, dia mulai memikirkan tentang santunan yang akan dia berikan kepada Brian.
__ADS_1
Aulia ikut hadir dalam sesi pemakaman Ibu Brian, Sinta yang sibuk menemani orang-orang yang datang ke rumah Brian untuk mengucapkan bela sungkawa. Tidak mengetahui jika Aulia kini ada bersama dengan Brian. Brian sangat bahagia melihat Aulia.
Beberapa hari setelahnya, Daniel dan Dinda mendatangi kediaman Brian. Daniel menyerahkan santunan kepada Brian.
Brian tidak mau menerimanya karena jumlah yang diberikan Daniel terbilang cukup besar untuk Brian. 400 juta.
Sinta yang mendengar nominal itu, tentu saja kecewa karena Brian tidak menerimanya.
Bagi Sinta, memiliki uang sebanyak itu bisa membuat keinginannya memiliki anak sendiri bisa terwujud.
Daniel akhirnya meminta Brian untuk menjadi staf menajemen di perusahaannya, setelah sebelumnya Daniel memeriksa latar belakang Brian yang memiliki kemampuan luar biasa.
Brian menyetujui itu.
Sepeninggalan Daniel, Brian dan Sinta terlibat pertengkaran. Sinta marah karena Brian tidak menerima sejumlah uang yang diberikan oleh Daniel.
Sinta mengatakan bahwa dengan uang yang begitu besar, Sinta bisa menggunakannya untuk melakukan pengobatan yang pada akhirnya bisa membuatnya hamil sehingga tidak perlu merawat anak dari Aulia.
"Sinta, bukankah kita sudah sepakat untuk tidak lagi membicarakan hal ini?"
"Mas, aku rasa tidak ada wanita di dunia ini yang mau merawat anak kamu bersama dengan wanita lain."
"Asal kamu tahu saja, Aku selama ini memiliki uang simpanan yang akan aku gunakan untuk pergi jauh dari negara ini setelah itu lahir. Memulai kehidupan yang baru, hanya kita. Kamu, aku dan bayiku. Tapi jika sifat kamu masih seperti ini. Mungkin sebaiknya aku batalkan saja niat itu."
"Brian?"
"Aku pikir kamu adalah wanita yang lemah lembut yang dapat mengerti keadaan aku. Bisa tahu kapan harus berbicara serius dan kapan harus menguatkan di saat orang itu sedang berduka."
Brian memilih pergi dari hadapan Sinta dan segera menuju villa Aulia. Tempat biasa dia menenangkan diri walaupun tanpa kehadiran Aulia.
Kepergian Brian membuat Sinta menyadari bahwa dia telah salah mengajak Brian untuk berdebat.
"Maafkan aku, aku hanya terlalu mencintaimu. Aku tidak ingin kamu terlalu memberi perhatian lebih kepada Aulia."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...