Tidak Sengaja Bermain Api

Tidak Sengaja Bermain Api
Pernikahan Brian


__ADS_3

Aulia segera mengirimkan pesan kepada Daniel..


(Sayang, aku ada di rumah, kamu ada dimana?)


(Aku akan segera pulang, tunggu yaa cintaku)


(hmmm..")


(Aku akan bercerita setelah sampai di rumah)


Aulia kemudian memutuskan untuk mandi, dia tidak ingin Daniel mencium aroma parfum Brian.


"Ulfa, aku harus pulang. Aulia sudah menunggu ku." Ucap Daniel sambil bangkit dan memasang jas nya.


"Baiklah, terima kasih. Besok aku akan mulai menjalani kehidupan yang baru. Semua berkat dirimu," ucap Ulfa sambil tersenyum.


Ulfa mengantar kepergian Daniel hingga mobil Daniel tidak lagi terlihat.


Daniel, seandainya saja dulu aku lebih menghargai perasaan.


Daniel baru saja sampai di rumah nya, dia membawakan martabat manis kesukaan Aulia.


Dengan wajah penuh kebahagiaan, Daniel masuk ke dalam kamar dan melihat Aulia sedang duduk sambil membaca majalah.


"Sayang .." sapa Daniel.


"Dari mana?"


"Beli ini .." Daniel menunjukkan martabak manis dan juga milkshake yang dia bawa.


Aulia tidak bisa berlama-lama untuk pura pura marah, saat melihat makanan kesukaannya.


Aulia segera berjalan menghampiri Daniel dan mengambil makanannya.


"Mandilah, kamu sungguh bau," ucap Aulia.


Daniel terlihat mencium dirinya sendiri sebelum akhirnya dia tersenyum dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi.


Aulia memilih untuk segera menghabiskan makanan dan minuman yang menjadi favoritnya itu.


Tepat saat Daniel sudah selesai dengan ritual mandinya, Aulia sudah menghabiskan makanan yang dibawa oleh Daniel.


"Sayang, apa kamu menghabiskan makanan nya?" tanya Daniel


"Apa makanan ini tidak boleh di habiskan?"


"Tentu saja boleh, hanya saja kenapa kamu menghabiskan ini tanpa menunggu aku."


"Hehe, maafkan aku."


Daniel berjalan mendekati Aulia, dan langsung duduk di sampingnya.


"Sayang, tadi aku bertemu dengan Ulfa."


"Aku tahu.?," ucap Aulia.

__ADS_1


"Kamu tahu?"


"Ulfa mengunggah foto kamu saat kamu berdiri membelakanginya."


"Oh ya?"


Aulia mengambil ponselnya kemudian menunjukkan postingan yang sempat dia lihat.


Daniel melihatnya kemudian berpikir tentang apa yang dia lakukan.


"Ah, aku tahu. Seperti nya ini diambil saat aku sedang melihat kondisi apartemen yang baru saja aku carikan untuk tempat tinggal dia dan keluarganya."


"Ha?"


Daniel kemudian menceritakan tentang apa yang terjadi pada Ulfa. Mulai dari dirinya yang diusir dari keluarga sang suami karena tidak bisa memberikan keturunan hingga diusir dari negara itu.


"Aku benar-benar merasa kasihan tentang apa yang sudah menimpa dia dan keluarganya," ucap Daniel.


"Ya, aku juga cukup prihatin mendengarnya. Aku tidak menyangka jika aturan seperti itu ada."


"Aku sangat bersyukur kita tidak tinggal di negara yang mengharuskan wanita memberikan seorang keturunan."


"Daniel .."


"Ya?"


"Apa kamu akan meninggalkan aku ketika ternyata aku yang bermasalah sehingga tidak bisa memberikan kamu keturunan?"


"Aulia, bukankah kita sudah berjanji untuk saling melengkapi satu sama lain. Kita diciptakan dan dipersatukan dalam ikatan pernikahan untuk saling melengkapi kekurangan dari masing-masing."


Aulia menyadarkan kepalanya di dada Daniel.


"Aku mencintaimu."


"Aku lebih mencintaimu."


...----------------...


Satu Minggu berlalu...


Aulia sama sekali tidak menampakan diri di hadapan Brian, Aulia tidak bisa keluar rumah karena Daniel yang harus pergi ke luar kota dan tidak mengizinkan Amalia pergi kemanapun sampai dia kembali.


Aulia harus menjawab berbagai pertanyaan dari Anita.


Setelah memastikan bahwa di rumah itu hanya ada dirinya dan Anita, Aulia kemudian menceritakan tentang siapa ayah dari bayi yang sedang di kandung.


"Anita, ini kamu juga mengetahui tentang rahasia dari bayi ini. Aku Arab rahasia ini akan berhenti padamu dan tidak akan pernah sampai di telinga siapapun."


Walaupun berat, Anita akhirnya menyetujui apa yang baru saja dikatakan oleh Aulia.


Aulia, sebenarnya jalan yang sudah kamu pilih salah. Tapi, karena kamu itu sudah memutuskan untuk mempertahankan bayi ini, dan si pria sudah ikhlas jika bayi ini menjadi anak Daniel. Aku akan berusaha agar rahasia ini tetap aman.


...


Pesta pernikahan Brian dan Sinta...

__ADS_1


Sinta tampak sangat cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih serta hiasan yang sangat sesuai dengan gaun yang dia kenakan.


Brian sedikit terpesona dengan kecantikan Sinta, hanya saja tiba-tiba bayangan Aulia melintas dalam pikirannya.


Hal itu membuat pikiran Brian terpecah, dia tidak bisa menikmati pesta pernikahannya dengan Sinta.


Setiap kali melihat Sinta, Brian seolah-olah melihat Aulia. Apalagi setelah Aulia mengatakan jika Aulia ingin mereka berdua menikah dan menjadi orang tua bagi bayi yang sedang dalam kandungan. Membuat Brian tidak bisa mengusir bayangan Aulia dari pikirannya.


Setelah pesta usai...


Brian dan Sinta sudah berada di dalam kamar hotel, Brian sengaja memesan hotel dan membooking untuk satu minggu ke depan.


Sepertinya Brian ingin benar-benar menghabiskan waktu menjadi pengantin baru bersama dengan Shinta.


Brian sedang berdiri di balkon rumah sambil menikmati wine.


Sinta yang masih berada di kamar mandi, sedang tertegun dengan pesan yang baru saja masuk ke dalam ponselnya.


Air mata Sinta tiba-tiba jatuh setelah dia menerima pesan yang dikirimkan oleh dokter tempat di mana Sinta sempat berkonsultasi.


"10%. kecil sekali kemungkinannya untuk aku bisa hamil dan memiliki buah hati. Tapi, aku tidak boleh percaya dengan vonis yang diberikan oleh dokter. Aku harus yakin jika aku bisa memiliki seorang bayi."


"Jika Aku memiliki seorang anak, itu akan membuat Brian benar-benar mencintaiku dan bisa melupakan Aulia."


"Brian, Aku akan berusaha sekuat tenaga agar kamu bisa mencintai aku dan melupakan Aulia."


Sinta hapus air matanya, kemudian dia membersihkan diri dan memakai parfum yang sangat disukai oleh para lelaki dan juga pakaian dinas.


Aroma parfum yang digunakan Sinta, langsung menyebar ke seluruh ruangan begitu Sinta keluar dari kamar mandi.


Brian yang sedang melamun karena memikirkan hubungannya dengan Aulia, langsung berbalik badan begitu hidungnya mencium aroma yang sangat harum.


Brian tak tegun melihat pakaian yang dikenakan oleh Sinta, pakaian tipis yang memperlihatkan dua gundukan serta body lainnya.


Sinta berjalan mendekati Brian. Rambut nya yang panjang dibiarkan terurai begitu saja diterpa angin malam, karena memang Bryan sengaja tidak menutup jendela kamar.


Sinta dan Brian saling berpandangan, hati cinta begitu berdebar-debar karena inilah kali pertamanya mereka sangat dekat.


Sinta berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa malunya, mengingat dia hanya mengenakan kain tipis untuk menutupi tubuh polosnya.


Brian. sebagai laki-laki normal, melihat pemandangan yang sangat eksotis dan aroma yang mendukung hasrat, tentu saja membangkitkan semangatnya untuk berolahraga kembali.


"Kamu sangat cantik," ucap Brian.


Sinta hanya tersenyum kemudian mulai berjinjit agar bisa meraih bibir Brian.


Malam itu, Brian dan Sinta melakukan malam sakral setelah menjadi raja dan ratu.


Aku akan melakukan segala cara agar aku bisa secepatnya hamil. Aku yakin, kehamilanku nanti akan membuat kamu perlahan-lahan melupakan Aulia


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2