
Beberapa minggu berlalu...
Daniel sudah mulai menunjukkan sikap yang baik dan manis terhadap Aulia. Itu membuat Aulia merasa jauh lebih baik saat dirinya sedang dilanda kerinduan terhadap Brian.
Brian sendiri merasa sangat bersyukur karena tanpa dia berusaha, Aulia mulai sedikit sibuk dengan rumah tangganya.
Brian mulai terbiasa tanpa kehadiran Aulia, namun dirinya tetap mengingat kapan Aulia harus kontrol ke dokter.
"Aulia, seandainya kamu tahu betapa aku sangat merindukan kamu, sayangnya aku yang sudah mulai terbiasa tanpa kehadiran kamu memilih untuk tidak menghubungi kamu lebih. Pasti akan kembali sulit untukku melepaskan ikatan yang sudah terjadi diantara kita," ucap Brian sambil memandangi foto Aulia yang berada di ponselnya.
Sinta sendiri merasa sangat bahagia karena Brian sekarang lebih mengutamakan dirinya ketimbang Aulia.
Sinta mencari pekerjaan sampingan untuk mengumpulkan uang agar dirinya bisa memiliki anak sesegera mungkin. Sinta masih tidak rela jika ada benih lain yang akan hidup bersama dengan mereka.
"Aku harus bisa mengandung sebelum Aulia melahirkan, Aku harus bisa membersihkan kepada Brian bahwa aku adalah wanita kuat. Aku tidak ingin ada Aulia lain yang akan mengikuti kemanapun aku dan Brian pergi."
Sinta mulai berkonsultasi dengan dokter yang berbeda setiap harinya untuk mencari dokter mana yang mampu mengusahakan agar dirinya bisa hamil.
...----------------...
Aulia sebenarnya ingin sekali bertemu dengan Brian, namun Daniel seolah-olah terus ikut kemanapun dia pergi.
Daniel sangat gembira saat mengetahui mereka akan memiliki bayi perempuan. Untung saja sebelumnya Aulia sudah meminta bantuan Anita. Agar tidak mengatakan yang sebenarnya.
"Aku akan memegang janjimu bahwa setelah bayi ini lahir kamu akan mengakhiri hubungan terlarang kamu dengan Brian," lirih Anita setelah dia selesai melakukan pemeriksaan terhadap Aulia.
"Iya, aku janji. Lagipula aku dan Brian sudah sepakat untuk mengakhiri hubungan ini begitu bayi ini lahir," ucap Aulia berbohong demi bisa mengelabui Anita dan membuat wanita tetap melakukan apa yang dia inginkan.
Setelah memberikan resep vitamin kepada Aulia, Anita mempersilahkan Aulia untuk pergi dan menemui Daniel yang sudah menunggunya di luar ruangan.
"Kita mau makan apa?" tanya Daniel.
"Apa saja, kamu tahu saya ini tidak pernah pilih-pilih makanan. Dia sepertinya menyukai semua jenis makanan yang akan aku makan."
Daniel yang sangat bahagia setelah mengetahui bahwa calon bayi pertama mereka adalah perempuan, sesuai dengan keinginan nya. Daniel memutuskan untuk membawa Aulia ke restoran ternama untuk membelikan makanan yang sangat di sukai Aulia.
__ADS_1
Malam harinya...
Sebuah kejutan datang dan membuat dua keluarga yang sedang merayakan jenis kelamin bayi pertama Aulia dan Daniel.
"Daniel, aku hamil."
Itu adalah kata yang diucapkan Dinda saat Daniel menanyakan kepentingan Dinda yang datang ke rumah Aulia saat malam hari.
Pernyataan Dinda tentu saja membuat gempa semua keluarga yang sedang berkumpul dan berbahagia.
Dinda menyerahkan hasil pemeriksaan medis yang menyatakan bahwa dirinya positif hamil.
Aulia memilih untuk pergi ke kamar nya. Bukan karena kecewa, tapi Aulia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Anita dan mengatakan perihal Dinda yang datang dan mengatakan bahwa dirinya tengah hamil anak Daniel.
Anita tentu saja terkejut mendengar kabar yang disampaikan Aulia.
"Apa mungkin saat melakukan pemeriksaan itu hasilnya salah atau hasilnya tertukar dengan pasien lain?" tanya Aulia.
"Tidak, saat itu yang melakukan pemeriksaan kesuburan hanya kamu dan Daniel saja. Jadi sangat tidak mungkin jika hasil tes pemeriksaan Daniel tertukar oleh pasien lainnya."
"Aku juga tidak tahu, Aulia aku rasa kamu harus kembali mengirimkan seseorang untuk mencari tahu kebenaran dari apa yang dikatakan oleh Dinda."
"Huft, ya sudah kalau begitu matikan teleponnya. Aku akan segera menghubungi orang-orang ku untuk segera mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi."
Aulia menutup panggilannya kepada Anita, bisa langsung menghubungi orang kepercayaan yang dulu membongkar rahasia Yudi.
Setelah memastikan bahwa orang suruhannya itu mau mencari tahu dan mengupas semua rahasia yang ada di balik pengakuan Dinda. Aulia memutuskan untuk kembali turun dan melihat apakah situasi masih memanas atau sudah mereda.
Aulia terkejut karena saat dia turun ke lantai bawah, dia tidak menemukan siapapun kecuali sang ibu.
"Bu, ke mana semua orang bukankah tadi banyak sekali orang?" tanya Aulia.
Sang Ibu kemudian menceritakan bahwa semua keluarga Daniel memilih untuk pergi ke rumah sakit, demi bisa membuktikan kebenaran yang baru saja dikatakan oleh Dinda.
Mereka melakukan hidup beberapa saat setelah Aulia memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Jadi semua keluargamu mengira bahwa aku merasa sangat sedih dan syok atas kehadiran indah yang mengatakan bahwa dia sedang hamil anak Daniel?" tanya Aulia.
"Benar sayang, Mama harap kamu tidak akan terlalu sedih sebelum kita mengetahui kebenarannya. Mama yakin wanita itu hanya mengaku-ngaku saja untuk merusak rumah tangga kamu dan Daniel yang baru saja kembali normal dan baik-baik saja."
Aulia hanya tersenyum dan memilih untuk tidak menanggapi perkataan yang baru saja dikatakan oleh mamanya.
Hmmm, tapi ada baiknya juga jika Dinda memang hamil dan dokter serta keluarga percaya bahwa bayi yang ada di dalam kandungannya adalah milik Daniel. Bukankah dengan begitu aku bisa memutuskan ikatan yang terjalin antara aku dan dia?
Di rumah sakit,
Anita tentu saja terkejut saat melihat Daniel dan keluarganya sedang berada di ruang tunggu untuk melakukan USG.
Anita segera bertanya kepada rekan sesama perawatnya tentang Daniel.
"Oh, mereka akan melakukan pemeriksaan terhadap wanita itu." Ucap Suster Susi sambil menunjuk ke arah wanita yang duduk di Daniel.
"Siapa yang akan melakukan USG terhadap pasien?" tanya Anita.
"Seharusnya ini adalah jadwal dokter Ratna, tapi katanya Dokter Ratna sedang berada di ruang operasi cesar."
Tanpa pikir panjang lagi Anita segera berjalan menuju ruang operasi untuk bertemu dengan Ratna, setelah mendapatkan izin Ratna untuk menggantikan posisinya yang sebenarnya harus berada di ruang lain. Anita segera memakai maskernya dan masuk ke dalam ruangan dokter Anita.
"Aku juga tidak percaya jika pria yang sudah dinyatakan mandul bisa membuat seorang wanita hamil. Sangat tidak mungkin, aku harus menjadi orang pertama yang mengetahui berapa usia kandungan dari wanita itu yang sebenarnya."
Dinda masuk dengan perasaan tenang tanpa ada sedikit kecemasan atau gugup di wajahnya, itu membuat Anita mulai berpikir jika wanita yang ada di hadapannya memang benar-benar hamil.
Masalah nya adalah, apakah dia benar-benar hamil anak Daniel? pria yang sudah di vonis mandul?
Jika Dinda benar-benar hamil anak Daniel, Apa yang akan terjadi pada rumah tangga Daniel dan juga Aulia?
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...