Tox1d Relationsip

Tox1d Relationsip
Status


__ADS_3

"Jangan pernah lupa status saya apa yah, Pak." ucap perempuan Cantik yang duduk di samping Arif, Arif menoleh sambil tersenyum kecut, Perempuan ini sedang mencoba untuk berkata-kata Formal.


"Basi," jawab Arif lalu kembali meluruskan pandangannya menuju jalanan, lampu merah sudah berganti hijau, Arif melajukan kembali kendaraannya dan wanita yang duduk di samping Arif hanya bisa tersenyum mendengar jawaban Arif tadi.


"Lu kok gitu sih, Rif?" protes Anna, sia-sia dia berusaha formal di dekat Arif, Anna memang tidak pernah bisa berubah pada Arif.

__ADS_1


"Lu yang selalu begitu. Mau lu apa Na?" timpal Arif sambil mengatur nafasnya, Arif memcoba mengatur nada suaranya, menahan emosinya. Arif bosan bila Anna sudah membahas mengenai status mereka.


"Gue sayang sama lu, Rif, Rasa sayang itu masih besar di sini," jawab jujur Anna dengan suara yang lirih dan secara otomatis Arif menoleh ke arah Anna, wanita yang pernah menjadi kekasih nya selama bertahun-tahun dan hubungan itu harus berakhir karena tidak adanya restu dari keluarga Anna.


"Kalo lu masih sayang sama gue...Lu bisa pisah sama Suami lu, kita bisa nikah," jawab Arif egois, ada rasa kesal menyebut nama suami dari wanita yang dia cintai, Arif pun mulai menepikan mobilnya, mobil yang Atif kendari sudah masuk ke gerbang masuk perumahan di pinggiran kota Jakarta.

__ADS_1


"Iya gue tau....lu pasti mau jawab Gak segampang itu Rif, Gue tau banget cinta kita rumit, keluarga besar lu, keluarga lu, belum lagi sabahat-sahabat kita," Arif menyandarkan kepalanya di kaca pintu mobil, tubuhnya serong ke arah Anna yang juga sedang berpikir keras, selalu dan selalu saja berpikir keras bila dirinya berdua dengan Arif, kekasih hatinya yang namanya tidak terganti walaupun Anna sudah menikah dengan laki-laki lain bernama Daniel dan memiliki anak perempuan bernama Alisya.


"Gue bingung Rif, gue jadi manusia bermuka 2 di depan semua orang, gue munafik, gue gak bisa lupain lu bahkan saat gue lagi berada di dekat Daniel,"


"Gue udah kaya Artis aja, bisa berperan sebagai istri yang manis di depan Daniel, ibu yang selalu ada buat Alisha dan gue berhasil menutupi rasa sayang gue ke lu di depan semua orang, walau lu tau sendiri gimana gue kalo ketemu lu, kalo kita berdua dan itu menyiksa diri gue sendiri," Anna berkata dengan maraton tidak ingin di potong dan Arif tersenyum mendengar perkataan wanitanya itu.

__ADS_1


"Gue tau, Ann. Gue tau...dan gue juga bingung. Andai aja lu berani nekat...gue bakal lebih nekat buat perjelas kebersamaan dan hubungan kita ini," jawab Arif sambil meraih punggung tangan wanita bernama Anna, jari-jari tangan mereka berdua kini bertaut, saling mengenggam dan keduanya sedang mencurahkan isi hati mereka masing-masing, isi dari pikiran di kepala 2 orang sedang sama-sama berperang seakan mereka bersiap untuk mengambil keputusan besar tapi mereka berdua terlalu takut untuk mengambil keputusan besar itu. Akan kah Anna dan Arif terus seperti ini, bersama saling memcintai tanpa status yang jelas atau Anna terus hidup dengan Daniel yang begitu mencintainya atau memutuskan untuk keluar dari zona aman nya, berpisah dengan Daniel dan berjuang untuk hidup bersama Arif.


__ADS_2