
Sore hari yang bergelora, Daniel kini terbaring di samping Laura, mereka sudah berpindah tempat di kamar Laura, bercinta di sofa saja tidak cukup untuk Laura dan Daniel sampai akhirnya Daniel membopong tubuh sexy Laura ke tempat tidur.
Nafas Daniel masih menderu, rasa lelah dan nikmat bercampur menjadi satu.
Laura memang tidak pernah berubah, Laura masih sangat memuaskan, memanjakan dirinya dengan pelayanan yang excelent dalam urusan bercinta.
"Capek yah?" tanya Daniel sambil mengusap keringat di dahi Laura, Laura tersenyum manja.
"Mana pernah saya cape layani kamu, Niel."
"Apalagi kamu lebih hot sekarang ini?" balas Laura beruntun, memuji kemahiran Daniel dalam bercinta, Daniel tersenyum tipis, ada rasa bangga di puji oleh wanita cantik seperti Laura dan kali ini Daniel mulai membandingkan lagi antara Laura dengan Anna.
__ADS_1
Yah...Anna memang tidak seliar Laura dalam bercinta, Anna selalu monoton dalam melayani Daniel dan itu tidak bisa membuat Daniel bahagia di tengah tekanan stress yang berat setiap harinya, bukannya laki-laki membutuhkan pelayanan extra dari istrinya untuk mengurangi Stress hidupnya.
Tangan Daniel kini memeluk tubuh Laura dengan erat, inilah yang dia harapkan dari dulu, inilah yang dia inginkan dari Anna istrinya, bisa membuatnya nyaman dan tenang.
"Kamu mau lagi, Niel?" tanya Laura dengan mengusap bulu-bulu halus di dada Daniel.
"Kamu nya capek, Lau. 3 x sudah cukup saya, saya benar-benar merasa rileks sekarang ini," jawab Daniel sambil menciumi punggung mulus Laura, Laura terkekeh, rasa nikmat cumbuan Daniel dan rasa bahagianya telah mendapatkan Daniel kembali menjadi satu.
"Kamu luar biasa, Lau," kini Daniel yang memuji Laura, Laura berhasil membuat Daniel puas untuk ke empat kali nya, benar-benar luar biasa, ini sejarah di buku bercintanya seorang Daniel dalam 2 tahun ini karena biasanya Daniel hanya 1 x sesi saja bercinta dengan Anna....Yah, Lagi-lagi Daniel membandingkan Anna dengan Laura.
*****
__ADS_1
Anna berpisah dengan Riana di Resto, Mama Riana sempat berkata bahwa dirinya tidak akan pulang malam ini...Yah, ini bukan hal baru untuk Anna, Mama Riana memang lebih sering berada di luar rumah.
Anna kembali ke rumah, sepanjang mengendarai mobilnya Anna berpikir tentang Daniel yang mengantar Laura pulang ke rumahnya tapi pikiran itu Anna buang jauh-jauh, rasa curiga dan cemburu tentu saja ada tapi Anna percaya pada suaminya, Daniel bukanlah dirinya yang bermain hati dengan masa lalu nya.
Anna memijat kepalanya dengan tangan kirinya, tangan kanannya masih sibuk dengan stir mobil yang sedang Anna kendarai.
"Besok harus belanja bulanan, Njir. Malem ini Mama gak pulang, Kalo besok Mama lupa gimana?"
"Gimana gue bayar belanjaannya?" ucap Anna memikirkan apa yang belum tentu terjadi besok, Anna sudah berpikiran yang tidak-tidak tentang hal yang belum tentu terjadi.
"Come on, Anna, Mertua lu gak pergi ke Mars, besok siang dia udah janji datang, Kok," ucap Anna lagi, Anna mengingatkan kembali dirinya tentang percakapan terakhirnya dengan Mama Riana.
__ADS_1
"Besok kita ketemuan di Hero jam 10 pagi, Kamu ajak si Wati, dia yang tahu semua kebutuhan rumah," pesan Mama Riana dan tadi Anna hanya menganggukkan kepalanya, Anna setuju dengan teknis belanja yang diatur Ibu Mertuanya itu.