Tox1d Relationsip

Tox1d Relationsip
Kamu nya gak sabaran


__ADS_3

Gelak tawa 8 orang terdengar nyaring dari luar rumah, mereka hampir tidak menyadari kedatangan seorang laki-laki yang masih menggunakan setelan jas formalnya. Ucapan salam "Selamat Sore" menghentikan tawa mereka dan senyum manis mengembang dari wajah laki-laki yang baru saja datang ini.


"Kok gak kasih kabar sih, Mas?" Anna seketika berdiri lalu berjalan menghampiri suaminya, Daniel secara otomatis memeluk Anna dengan penuh kasih di depan semua sahabat-sahabat istrinya ini, mimpi buruk untuk Arif melihat kenyataan seperti ini.


"Terakhir saya hubungin kamu, saya bilang saya pasti datang, kamu nya gak sabaran, kalo malah milih ngerepotin Arif deh," jawab Daniel dengan nada penuh kasih, Anna tersenyum, pelukan hangat itu terlepas setelah puas Daniel memeluk istrinya. Arif yang di Mention namanya oleh Daniel tadi hanya tersenyum tipis, mana mungkin Anna merepotkan dirinya.


Daniel kini menghampiri 7 orang sahabatnya Anna, mereka berjabatan tangan dan tentu saja tidak ada sedikit pun kekhawatiran Daniel pada Istrinya bila istrinya ini meminta ijin untuk bertemu dengan teman-temannya, Daniel bisa melihat sendiri bagaimana mereka bersahabat dengan penuh rasa kekeluargaan.


"Gue bikin kopi dulu deh," pamit Vanny pada tamunya.


"Gue aja yang bikin, Van." tolak Anna, Vanny tertawa kecil lalu merangkul bahu Anna untuk pergi ke dapur dan meninggalkan tamunya untuk berbaur dengan sahabat-sahabatnya.

__ADS_1


Didapur yang terletak di belakang rumah, Vanny mulai mengambil cangkir, Anna mulai mengambil botol kopi juga gula di tempat yang sudah dia hapal betul di rumah sahabatnya ini.


"Daniel Baik ah, Na. Gak sekaku yang lu bilang,"


"Buktinya dia belain dateng kesini," komentar Vanny pada Anna, menepis pendapat Anna bahwa Daniel itu terlalu sibuk. Anna tersenyum tipis, ucapan dari Vanny membuat keraguannya datang lagi pada dirinya padahal beberapa menit tadi terpikir di kepalanya untuk mengambil satu keputusan besar dalam hidupnya, beberapa menit sebelum Daniel datang, ada beberapa obrolan terbuka tentang Daniel dan beberapa curhatan Anna pada sahabatnya dan mereka seperti biasa akan memberikan dukungan untuk semua yang akan di lakukan Anna, beberapa pesan, pendapat atau nasehat pun tadi sempat diutarakan oleh sahabat-sahabatnya Anna.


"Lu jangan hidup dimasa lalu, Na. Arif yah Arif, Mantan lu doang, Ada Daniel yang udah jadi suami lu dan Ayah dari anak lu," pesan Vanny sambil merangkul bahu Anna, Vanny mengerti yang dirasakan oleh Anna saat ini.


"Good girl," puji Vannya dan Anna tersenyum.


"Trus soal Ferdi gimana?" kini Anna yang bertanya Vanny, Anna mengkhawatirkan curhatan Vanny tadi, sebagai orang yang sudah menikah, Anna mengetahui pasti ada yang berubah dari pasangan kita saat masa pacaran dulu, entah itu sikap atau perubahan waktu yang tidak se flexibel dulu.

__ADS_1


"Yah begitu...Gue sih takutnya candaan-candaan kata Beib sama temen kantornya Ferdi itu seriusan," jawab Vanny jujur apa adanya.


"Cuma candaan...gue gak liat perubahan sikap Ferdi sama sekali," bantah Anna dan Vanny tersenyum.


"Karna dia sahabat lu?"


"Karna kalian sahabat gue, apalah arti hidup gue tanpa kalian," jawab Anna dengan penuh keyakinan dan Keduanya kini saling merangkul bahu mereka, menyandarkan kepala mereka lalu tertawa kecil.


"Enaknya jadi Khanza sama Chia, dia gak akan ngerasain galau yang gak jelas model kita begini," cuit Vanny dan Anna akhirnya tertawa.


"Iya...selamat datang di periode 5 tahun pernikahan yang pasti penuh drama," ucap Anna dan kini Vanny yang tertawa.

__ADS_1


"Iya....semoga kita gak gila melewati periode itu," doa Vanny dan kepala Anna mengangguk tanda dia sangat setuju dengan doa sahabatnya ini.


__ADS_2