
Di dalam mobil yang sedang di kendarai Daniel, Laura duduk dengan gaya manjanya, Laura seperti sedang mengulang kejadian saat dirinya dan Daniel masih berpacaran dulu.
Tangan Laura selalu mencari kesempatan untuk menyentuh Daniel, entah lengan atau wajah Daniel.
"Kamu kok dingin banget sih, Niel," Laura melayangkan protesnya, Daniel sempat menepis tangan Laura saat hendak mengusap paha Daniel.
"Please Lau, Saya sudah menikah,"
"Memang kamu sudah bisa melupakan saya?" tanya Laura dengan wajah menggodanya, Laura masih memiliki keyakinan bahwa Daniel masih mencintainya hanya saja Daniel ini adalah tipe anak yang penurut jadi Daniel akan mengikuti semua permintaan Mama Riana dan karena hal itu juga Laura yakin Daniel akan kembali pada dirinya.
"Kamu masih mencintai saya kan, Niel?" tanya Laura dengan penuh percaya diri, Daniel hanya diam, Dia tidak bisa menjawab karena Daniel sendiri tidak yakin dengan hatinya, Daniel mencoba fokus mengendarai mobil saja, Daniel tidak ingin membahas hal yang tidak penting. Sikap Daniel ini malah membuat Laura tertawa kecil.
"I still love you, Niel," ucap Laura sambil sambil mencium pipi Daniel, Daniel yang terkejut dengan kelakuan Laura secara spontan mendorong Laura dan dorongan yang kuat dari Daniel pada Laura mengakibatkan Laura tersungkur hingga membentur dashboard mobil.
"Daniel," Laura mengaduh kesakitan dan Daniel seketika menepikan mobilnya, Dia melakukan hal buruk lagi pada wanita.
"Laura...Maaf, Saya minta maaf," ucap Daniel sambil menyentuh pelipis Laura yang sedang di tutup oleh tangan Laura.
__ADS_1
"Please Laura, Saya minta Maaf," ucap Daniel lagi, kini kedua tangan Daniel menbingkai wajah Laura, mata mereka berdua bertemu pandang.
"Dahi kamu merah Laura," ucap Daniel dan Laura hanya diam, Diam karena ingin mengetahui reaksi Daniel selanjutnya.
"Saya minta maaf," ucap Daniel dan Laura menanggukkan kepalanya. Daniel yang khawatir dengan Laura kini mengusap dahi Laura bahkan tanpa Daniel rencanakan sebelumya sebuah kecupan Daniel berikan di dahi Laura dan jangan tanya bagaimana perasaan Laura saat ini, Laura senang luar biasa, tangan Laura kini melingkar ke pinggang Daniel, wajah mereka yang begitu dekat kini semakin dekat dan tanpa mereka sadari ciuman di bibir terjadi begitu saja, bukan hanya satu kali tapi 3 kali mereka berdua melakukannya.
Laura dan Daniel sama-sama meluapkan rasa yang mereka pendam selama ini, Rasa yang di tutupi oleh Daniel selama ini dan akhirnya bergejolak kembali, belum lagi belaian lembut dari Laura ke titik-titik sensitif Daniel, Itu benar-benar memancing Daniel.
"Sorry," ucap Daniel, mereka berdua melepaskan ciuman mereka, mereka berdua kehabisan nafas karena kegiatan panas mereka siang ini.
"Sorry buat apa, Niel. Saya masih mencintai kamu dan ciuman tadi sudah cukup membuktikan saya bahwa kamu masih mencintai saya. Kita masih saling mencintai," balas Laura dengan mengusap pipi Daniel, Daniel memejamkan matanya, bertanya pada dirinya sendiri tentang pernyataan Laura tadi.
Laura tersenyum..."Bukan masalah besar buat saya, Niel. Saya akan selalu ada untuk kamu," balas Laura, Laura tidak ingin Daniel menanggapnya terlalu berambisi karena menurut hemat Laura, hari ini sudah ada kemajuan besar dalam hubungan dirinya dan Daniel.
"Kamu bisa temui saya kapan saja, saya masih seperti dulu, Laura yang selalu menunggu kedatangan kamu di rumahnya," bisik Laura dengan suara manjanya, Laura bahkan sempat mencium leher Daniel dan itu membuat Daniel tersenyum tipis, Ada getaran yang kembali hadir dihatinya, sesuatu yang tidak pernah Daniel dapatkan saat bersentuhan dengan Anna.
Daniel menarik nafasnya, Daniel merasa tenang dengan ucapan Laura tadi, pikirannya melayang naik bersama sensasi yang baru Daniel rasakan lagi tapi Daniel harus segera menyelesaikan angannya sendiri, suara handphonenya berdering, panggilan masuk dari Nomor telephone kantor, Daniel menerima panggilan telephone tersebut dan berdecak di akhir menerima panggilan telephone tersebut.
__ADS_1
"Ada masalah, Niel?"
"Saya sudah OTW ke kantor tapi Kliennya malah ngebatalin janji begitu saja," jawab Daniel kesal dan Laura tersenyum
"Jadi kamu free siang ini?"
"Hemh," jawab Daniel sambil melirik jam tanggannya.
"Kamu bisa menghabiskan waktu di rumah saya, Ayo niel...Rumah saya sudah dekat," ajak Laura dengan semangat dan Daniel tersenyum lalu mengemudikan mobilnya kembali ke rumah yang dulu sering kali dia datangi.
Dan ini lah rumah Laura, Rumah yang tidak terlalu besar tapi pastinya nyaman dan lengkap dengan fasilitas yang mewah, Rumah yang Laura huni sendiri dan di rumah ini Laura bebas melakukan apapun yang dia suka termasuk sesaat mereka berdua tiba di rumah ini, Laura langsung mengajak Daniel masuk ke rumahnya, Laura segera mengganti pakaian dengan kaos oversize nya saja, lagi-lagi Daniel berpikir ini adalah hal tidak pernah dilakukan Anna di rumahnya.
Laura membawakan minuman dingin untuk Daniel, Lalu duduk dengan kaki di lipat di sofanya, Daniel menerima minuman dengan tersenyum, Paha mulus Laura begitu menyegarkan matanya bahkan lebih segar dari minuman kaleng yang sedang Daniel minum.
Laura yang manja kini mulai merebahkan kepalanya pada bahu Daniel, Obrolan ringan masih terjadi dan Daniel merasa nyaman saat ini.
Tangan Daniel mulai mengusap pucuk kepala Laura, Meraba turun ke bawah leher dan Laura tersenyum.
__ADS_1
"I want you," bisik Laura pada Daniel, Daniel memicingkan matanya sendiri.
"I want you, Niel," ulang Laura sambil menbuka kancing kemeja Daniel, Daniel menggelengkan kepalanya dan Laura tersenyum mengggoda.