
Di kamar sebuah apartement, kumpul para wanita sosialita, para wanita cantik yang merasa kesepian karena kesibukannya keluarganya sehingga mereka ikut menyibukan diri dengan kegiatan rutin mereka ini, berkumpul tidak kenal waktu dan sibuk dengan percakapan dan permainan judi mereka.
"Laura...Mama pinjam uang mu, Daniel sedang sibuk, Nanti Mama ganti deh," Mama Riana berbisik pada Laura, Wanita muda yang mengincar anak laki-lakinya yang tampan.
"Mama udah utang ke aku 50 juta loh," Laura menginggatkan nominal uang yang telah dia keluarkan malam ini.
"Daniel pasti ganti, Ra. Kamu enggak percaya banget sama Mama," balas Mama Riana tidak sabar dan Laura mendengus kesal. Dengan malas-malasan Laura mengeluarkan uangnya kembali dari dalam tas nya.
"Besok Laura mau ketemu Mas Daniel, Mama harus bisa pastiin soal itu," ucap Laura sebelum memberikan uangnya pada Mama Riana, Mama Riana tersenyum sambil cepat-cepat meraih uang cash tersebut, jangan sampai uang itu diambil kembali oleh Laura.
__ADS_1
"Besok Mama pastiin Daniel makan siang bareng kamu," janji Mama Riana agar Laura tidak memasang wajah cemberutnya.
"Bener yah, Mam?"
"Iya..Sayang. Ayo temani Mama main lagi," pinta Mama Riana dan Laura tersenyum penuh harap, Laura sudah tidak sabar menunggu waktu esok jadi menemani Mama Riana berjudi malam ini tidak ada ruginya untuk Laura saat ini karena dari setiap kekalahan para pemain judi ini Laura akan mendapatkan komisi besar dari sang bandar.
Laura dan Mama Riana tertawa kembali menikmati permainan haram ini, obrolan antar wanita sosialita ini masih terus berlanjut, tidak terhenti dan sesekali mereka membakar rokok menthol mereka.
"Saya ngerasa cocok banget sama Laura, Laura ini calon mantu saya dulu trus gagal dan sebentar lagi Laura akan menjadi calon istri anak saya lagi," jawab Mama Riana sambil tersenyum.
__ADS_1
"Anakmu bukannya sudah menikah Jeng?" tanya member yang lain.
"Iya...tapi bulan besok anak saya mau ceraikan istrinya dan laura akan jadi menantu saya," jawab Mama Riana dengan penuh keyakinan, Semua sudah di rencanakan baik-baik oleh dirinya, Daniel hanya perlu menjalankan apa yang dirinya perintahkan saja.
"Waw...Selamat yah, Laura. Kamu pasti bahagia menikah dengan pengusaha kaya raya," Ucap member yang lain dan Laura tersenyum membayangkan semua perkataan orang-orang disini.
Dan di kamar Anna dan Daniel, Anna yang masih tidak percaya dengan kejadian yang menimpa nya tadi kini mulai tersadar, mulai tersadar bahwa Daniel suaminya mampu berbuat kasar pada dirinya, air mata Anna menetes perlahan, rasa kecewa dan sedih datang.
"Beginilah nasib hidup seorang anak perempuan tanpa sosok seorang Ayah, tidak bisa memilih laki-laki baik, tidak bisa berbuat apa-apa saat ada laki-laki menyakiti dirinya karena dia sadar tidak ada tempat untuk mengadu," bathin Anna sambil mengusap air matanya.
__ADS_1
"Bahkan Mama pun membuang gue setelah gue menikah, Mama hanya meminta uang dari Mas Daniel dan itu jadi hutang budi yang harus gue bayar," keluh Anna lagi meratapi nasibnya.
"Andai dulu gue berani kabur dari rumah dan nikah dengan Arif, mungkin untuk hal kecil seperti tadi enggak akan sampe bikin gue nangis seperti ini," ucap Anna lagi menyesali hal besar yang tidak pernah dia berani lakukan dalam hidupnya.