Tox1d Relationsip

Tox1d Relationsip
Kak Rizki


__ADS_3

Daniel kembali dengan wajahnya yang berbeda, hal yang bisa dimengerti oleh Anna sebagai seorang yang sudah menikah dengan seorang Daniel.


"Mama?" tanya Anna pada Daniel, Daniel tersenyum lalu mengusap pucuk kepala Anna.


"Iya, Kak Rizki menolak minum obat, Dia nunggu kamu, Na," jawab Daniel dan Anna menarik nafasnya berat.


"So sekarang gue harus balik guys...Pasien gue butuh susternya," ucap Anna sambil merapihkan tasnya, Kalimat keluhan di depan semua sahabatnya dan ini tentu didengar juga oleh Daniel, Daniel tersenyum tidak ada kesal sama sekali dengan kalimat keluhan Anna karena Daniel mengerti kondisi Anna.


Ferdi, Ardi, Khanza dan Chia hanya bisa menanggukan kepalanya, bahkan semua sahabat Anna mencoba untuk mengerti mengenai tugas aneh yang di harus dijalankan oleh Anna setelah menikah dengan Daniel.


"Nanti kita chatan aja," ucap Vanny yang rasanya belum puas bertemu dengan Anna, Mereka saling berpelukan, Daniel sudah mengulurkan tangan nya terlebih dahulu pada sahabatnya lain, mereka terburu-buru berpamitan dan dalam waktu yang singkat Anna dan Daniel sudah meninggalkan rumah Vanny dengan mobil yang kendarai oleh Daniel.


"Gue gak abis pikir sama pikiran keluarganya si Daniel," keluh Chia sambil memeriksa handphonennya.


"Kasian si Anna...udah model perawatnya Si Rizki aja, padahal di rumahnya ada suster, ada Mamanya si Daniel, ada ART juga...Masa iya minum obat aja harus nunggu si Anna,"

__ADS_1


"Kalo udah kawin tuh beda Chi...Kita gak kawin cuma sama suami kita doang...tapi istilahnya kita kawin sama semua keluarga besar suami kita," ucap Vanny sambil meringis, Meringis bila harus menceritakan apa yang terjadi dibalik layar dengan kehidupan rumah tangga nya.


"Iya Mungkin...dan itu jadi salah satu alasan tambahan gue belom siap kawin," timpal Khanza sambil terkekeh.


"Lu aja yang terlalu lebay, semua dibikin repot," seru Ferdi sambil mengusap punggung istrinya, Ferdi tidak ingin Vanny istrinya terlalu cemas dengan keluarga dari pihak dirinya yang sampai saat ini belum bisa menerima kehadiran Vanny sebagai bagian dari keluarganya.


Dan di dalam mobil kini hanya ada keheningan diantara Daniel dan Anna, keduanya sedang berpikir dengan pikirannya masing-masing.


"Ann," panggil Daniel sambil menoleh kearah Anna.


"Setelah saya antar kamu...Saya balik ke kantor lagi yah,"


"Mas serius?" tanya Anna sambil menatap wajah suaminya, mencari jawaban terlebih dahulu sebelum Daniel menjawab pertanyannya itu.


"Iya, saya masih harus beresin kerjaan di kantor," jawab Daniel dan itu tepat dengan jawaban yang Anna dapat dari raut wajah Daniel yang serius.

__ADS_1


"Enggak turun dulu? Enggak mau ketemu Alisha dulu?" tanya Anna sambil terus mencoba menatap wajah Daniel.


"Kalo sudah dengan Alisha saya pasti lupa dengan kantor sedangkan kerjaan saya masih numpuk, nanti malam saja sekalian lah...biar puas," jawab Daniel dan Anna hanya tersenyum tipis, Anna sedang berusaha untuk mengerti pekerjaan suaminya walaupun sebenernya ingin sekali Anna menjadi sosok wanita yang egois.


"Ya...Yah, selamat menjalankan kembali aktifitas di kantor dan terima kasih Mas sudah datang ke acaranya Vanny tadi," ucap Anna dan Daniel tersenyum lalu mengusap lembut pipi istrinya yang pasti sedang kesal saat ini.


"Aku turun," pamit Anna begitu mobil berhenti di rumah besar keluarga Daniel, seorang ART sudah berdiri dan menunggu kedatangan Anna.


"Love You," ucap Daniel dan Anna tidak peduli saat Daniel berkata itu, Anna keluar dari mobil setelah pintu mobil di bukakan dari luar oleh ART yang sudah menunggu nya.


"Kenapa Kak Rizki gak mau minum obat?" tanya Anna sambil berjalan masuk kedalam rumah.


"Sudah saya bujuk, Bu...Tapi Pak Rizki malah marah dan melempar gelas," jawab ART perempuan yang berjalan mengikuti Anna dibelakangnya, Anna menbuang nafasnya kasar.


"Alisha gimana? Aman?" tanya Anna sambil memutar tubuhnya, Anna tidak ingin masuk ke kamar Rizki sebelum mengetahui kondisi anaknya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Aman, Bu." jawab ART itu dan artinya Anna harus memutuskan untuk menaiki anak tangga menuju kamar Rizki, Kakak Iparnya.


__ADS_2