Tox1d Relationsip

Tox1d Relationsip
Becanda-becanda nanti serius


__ADS_3

Jeritan suara sahabat-sahabat Anna dan Arif begitu kencang saat melihat kedatangan Anna dan Arif, menyambut hangat dua orang yang akan menjadi aktris di sinetron persahabatan mereka, mereka saling berpelukan satu sama lain dengan sahabat mereka itu dan akhirnya tertawa kecil dan bertanya kabar.


"Kok lama banget sih, Na?" tanya Ferdi sang tuan rumah, suami dari Vanny. Yah, dua orang ini sungguh beruntung hubungan mereka bisa sampai ke jenjang pernikahan, berbeda nasib dengan Anna dan Arif yang harus berpisah ditengah jalan dan tergantung karna kondisi yang tidak berpihak pada mereka berdua.


"Macet lah," jawab Anna lalu duduk di lantai beralas karpet bersama sahabat mereka.


"Gak mampir ke hotel dulu kan?" canda Ferdi dan semua orang tertawa.


"Sempet kepikiran sih tadi, cuma dia nih takut-takut mlulu," jawab lantang Arif sambil menunjuk Anna dengan dagunya dan tawa Ardi terdengar begitu menggelegar, candaan receh untuk para sahabat mereka tapi ini malah menjadi perwakilan hati Arif yang paling dalam.

__ADS_1


"Arif nya kurang usaha guys, padahal gue udah kode-kodean. Dia gak paham sinyal yang di kasih perempuan model gimana, selalu aja begitu dari jaman dulu," jawab Anna menambah bahan obrolan dan candaan mereka. Arif, Ardi, Vanny, Ferdi, Vanny, Khanza dan Chia tertawa terbahak-bahak, mereka memang selalu seperti ini, tertawa lepas dan jawaban dari Anna tadi kemungkinan besar akan dianggap sebagai candaan para sahabat nya ini.


"Ati-ati ah...Becanda-becanda nanti nanti diseriusin sama lu berdua," pesan Chia dan Anna tersenyum tipis begitu juga dengan Arif yang tersenyum saat bertemu pandang dengan mata wanitanya itu.


"Yah kagak lah, Chi...Anna udah kawin, masa iya dia gila lagi," celetuk Khanza sambil meneguk kopi latte nya.


"Iya...gak mungkin dia begitu, yang mungkin itu si Ferdi tuh, CLBK sama mantan nya," cuit Vanny untuk suaminya, Ferdi suaminya tertawa lalu mengusap pipi istrinya yang duduk tepat di sampingnya.


"Wish...ini ada yang curhat jadinya?" tanya Ardi pada Vanny, Vanny hanya tersenyum dan mengelengkan kepalanya dan untuk menghentikan pertanyaan yang bertuju padanya, Vanny mengambil piring yang sudah siap di depan mereka berkumpul.

__ADS_1


"Ayo makan lah...Anna udah datang, masakan gue udah dingin gara-gara nunggu dia,"


"Yah...Yah... Mari makan," jawab semua orang dan setiap orang langsung mengambil piring untuk diisi dengan lauk yang sudah di siapkan oleh Nyonya rumah.


Ditengah-tengah mereka makan akan selalu ada obrolan yang tidak pernah terhenti, persahabatan yang tidak mengenal perbedaan asal usul dan mereka nyaman kebersamaan mereka ini.


"Daniel kenapa gak diajak, Na?" tanya Chia, wanita dewasa ini belum juga siap menikah padahal 2 sahabat wanitanya sudah menikah hanya sisa dirinya dan Chia yang masih berstatus single.


"Bawa yang muda, yang tua di tinggal di rumah," canda Ferdi dan 6 orang yang duduk semua tertawa kecuali Vanny yang sedang sensi dengan candaan suaminya itu, Vanny mengkerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Daniel sih mana ada waktu buat kumpul-kumpul begini. Waktu buat kumpul bareng istrinya aja jarang banget dapetnya," jawab Anna dengan suara yang lirih, yah...ini menjadi salah satu alasan Anna masih sering bertemu dengan sahabatnya termasuk Arif. Daniel selalu saja kerja dan kerja, waktu 24 jam nya seolah habis dengan pekerjaan dan perjalanan dari kantor ke rumahnya.


"Yah udah lah Na, Nikmatin aja...Laki lu kerja buat keluarga lu," pesan bijak seorang Ardi yang terlebih dahulu menyelesaikan makannya.


__ADS_2