
10 menit Arif dan Anna sama-sama terdiam dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing sampai akhirnya suara handphone berdering, keduanya tersenyum tipis lalu Anna mengambil handphone dari dalam tasnya, Arif tidak melepaskan genggaman tangan mereka, dirinya masih merindu pada wanita yang selalu menguasi hati dan pikirannya walaupun Arif sendiri sadar, wanita ini sudah menikah dan memiliki anak namun perasaan sayang dan cinta ini begitu besar bahkan dirinya masih saja berharap Anna akan menjadi istrinya suatu saat nanti.
"Iya Van," suara ceria Anna menjawab panggilan telphone dari sahabat mereka, Arif ikut tersenyum, Vanny yang menghubungi Anna adalah sahabatnya juga.
"Udah mau sampe rumah lu, bentar lagi banget," ucap Anna lagi di sambungan telphonenya.
"Ok...Tungguin jangan dulu makan," pinta Anna dengan manja pada Vanny yang menghubunginya itu.
__ADS_1
"Jalan Rif...Mereka udah nunggu kita," pinta Anna setelah menggeser layar merah pada handphonenya, Anna berusaha melepaskan tanggannya dari tangan Arif, Arif tersenyum dan tidak membiarkan tangan Anna untuk lepas dari genggaman tangannya.
"Rif..."
"Please, Na cuma sampe rumah si Vanny, disana gue bakal lepas tangan lu," ucap Arif dan Anna menganggukan kepalanya berusaha pasrah dengan keadaan yang selalu saja membuatnya tidak berdaya atas permintaan seorang laki-laki yang kini mencium punggung tangannya dengan sangat lembut.
Puas mencium punggung tangan Anna kini Arif mendekatkan wajahnya pada Anna, mencium pipi putih lembut dan Anna hanya bisa tersenyum lalu membuang nafasnya perlahan.
__ADS_1
"Maafin Aku Dan...Nama Arif masih menjadi raja di hati ini walaupun kamu sudah berusaha mengisi hari-hari ku 3 tahun ini," jerit Anna lagi di dalam hatinya, Anna sadar dengan kesalahan...Dia selingkuh dari suami yang begitu baik pada darinya, mencintai dirinya tulus dan selalu menjadikan dirinya ini garda terdepan untuk keluarganya, ini bukan kali pertama Anna menjerit di dalam hati nya untuk sebuah penyesalan atas perselingkuhannya ini.
"kita jalan sekarang," ucap Arif dengan tersenyum manis, Arif paham yang sedang Anna rasakan saat ini walaupun Anna tidak mengutarakan dengan kalimat namun Arif mampu membaca pikiran dan hati Anna.
"iya." jawab Anna singkat.
Mobil kembali melaju, keduanya mengatur nafas mereka, berusaha rilex dan tenang ditengah kegundahan hati mereka berdua, mereka berdua harus bersikap normal, harus menunjukan semua baik-baik saja, harus menujukan pada sahabat-sahabat mereka bahwa hubungan antara seseorang yang bernama Anna dan Arif hanya hubungan persahabatan yang tulus, kisah cinta mereka sudah berakhir dan tidak akan pernah bersemi kembali sampai kapan pun.
__ADS_1
"Udah Rame juga," ucap Anna sambil tertawa. Mobil ini memang belum sampai tepat ke rumah Vanny dari dari jalan lurus komplek ini mereka bisa melihat mobil sahabat mereka sudah tiba terlebih dahulu, mobil itu berjajar dan Arif tersenyum.
"Gue cinta lu Na. Entah sampai kapan gue begini, gue juga gak pernah tau, tapi lu bisa pegang omongan gue, kapan aja lu siap berpisah sama suami lu, gue bakal segera nikahin lu, gue gak akan sia-siain perjuangan lu buat mau pisah dan hidup sama gue," ucap Arif dengan penuh keyakinan dan Anna tersenyum sambil menganggukan kepalanya, Anna yakin dengan janji Arif ini.