
Waktu membuat secangkir kopi ini terlalu lama, Arif menyusul ke dapur dan mendapati Anna dan Vanny yang masih menggobrol dengan asyiknya.
"Gue pikir bikin kopi nya di Lembang, ternyata di dapur toh," ucap Arif sambil tertawa kecil terus melangkah mendekati 2 orang yang masih mengoblor serius.
"Emang lama?" mungkin ini pertanyaan basi-basi dari Vanny karena sebenarnya Vanny juga sadar, dirinya dan Anna menghabiskan banyak waktu hanya untuk membuat secangkir kopi saja.
"Lumayan," jawab Arif dan Anna tersenyum, lalu menangkat cangkir kopi yang sebenernya sudah selesai dibuat dari tadi.
"Yah udah, gue duluan, Kasian suami gue nunggu terlalu lama," pamit Anna tanpa menunggu jawaban dari Vanny dan juga Arif yang sebenernya ingin mencuri kesempatan untuk bisa menggobrol dengan Anna dan Vanny dibanding di teras rumah yang saat ini masih berada keberadaan suami dari wanita yang dia cintai.
"Lu jangan terlalu kasih harapan dan berharap, Rif." pesan Vanny sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Kagak lah, gue udah cukup bahagia liat dia bahagia dengan suaminya," jawab Arif datar, senyum tipis Arif keluarkan sebagai simbol yang menunjukan kebohongan dari perkataannya itu.
"Walau sebenernya kebahagian itu bakal lebih besar kalo lu hidup bareng sama Anna," celetuk Vanny dan Arif terkekeh.
"Nah itu tau,"
"Tau lah, gue kenal lu bertahun-tahun," jawab Vanny sambil tersenyum dan Arif menganggukan kepalanya.
"Kita gak pernah tau, Rif...jalan hidup kita bakal gimana besok, Selama lu gak ganggu rumah tangga Anna, lu masih berhak buat menyimpan rasa cinta lu di hati," pesan Vanny dan Arif tersenyum.
"Andai gue dulu berani nekat...bawa kabur Anna dari keluargannya, mungkin gue dan Anna udah nikah model lu sama Ferdi," ucap Arif dan Vanny tertawa sambil memukul lengan Arif...Iya itu adalah kisah cintanya Vanny dengan Ferdi yang begitu dramatis.
__ADS_1
"Dan akhirnya gue hidup sendiri di dunia ini tanpa keluarga besar gue, tidak di terima baik di keluarga Ferdi dan gue sendiri juga gak pernah tau...Sampai kapan gue sanggup hidup begini dan sampai sejauh mana Ferdi berusaha mempertahankan hubungan kita ini," ucap Vanny disertai senyum dengan banyak arti.
"Pasti bisa bertahan, cinta kalian berdua kuat, jadi kalian bisa ngelewatin semua cobaan yang bakal datang," ucap Arif memberikan dukungan pada Sahabatnya dan Vanny lagi-lagi hanya bisa tersenyum namun tidak begitu yakin dengan ucapan dari Arif karena keraguan itu akan selalu muncul setiap saat dan datang tiba-tiba.
Anna sekarang sudah duduk di samping suaminya, bergabung dengan sahabatnya melanjutkan obrolan yang semakin seru saja ditambah dengan Vanny dan juga Arif yang segera bergabung duduk dan melanjutkan obrolan mereka, jari-jari tangan Daniel selalu mengusap lengan atau punggung tanggan Anna, benar-benar menunjukan rasa cinta nya pada Istrinya yang begitu beruntung memiliki sabahat-sahabat seperti Vanny dan Chia, tapi moment manis terganggu, panggilan telephone masuk memaksa Daniel untuk berdiri dan melangkah untuk meninggalkan kumpulan orang yang sedang bersenda gurau.
"Bad habbit," keluh Anna
"Kalian Ribut...jadi Daniel menghindari keributan," balas Ardi.
"Gue juga begitu kalo terima telphone, Males banget di kepoin," timpal Ferdi.
__ADS_1
"Itu bikin kita curiga," jawab kompak Anna dan Vanny.