Tox1d Relationsip

Tox1d Relationsip
Di kadalin


__ADS_3

Saat Anna masuk ke dalam kamarnya lagi, Daniel sudah terlihat rapih dengan celana jeans dan kaos polonya.


"Anna pikir Mas Daniel belum bangun," ucap Anna, Anna tidak enak hati lagi pada Daniel, Daniel sudah bangun dan sudah rapih pula padahal Anna belum menyiapkan kebutuhan Daniel tadi.


Daniel hanya memberikan respon tipis, dia menangkat alis matanya lalu mengambil tas kerjanya.


"Saya pergi, mungkin saya pulang malam lagi malam ini," ucap Daniel lalu pergi begitu saja tanpa mencium kening Anna seperti hari-hari kemarin, Anna merasa aneh apalagi saat Daniel berjalan cepat meninggalkan kamar mereka, Anna hanya bisa mengikuti Daniel sampai di dinding pembatas, dari sini Anna bisa melihat Daniel yang sedang menghampiri Rizki, Yah...Rizki masih di meja makan.


"Pagi, Kak." sapa Daniel pada Rizki.


"Hemh," jawab singkat Rizki seperti biasanya.


"Saya mau ambil berkas kemarin, Kak."


"Ambil lah, Saya simpan di atas meja itu," jawab Rizki sambil menunjuk meja bundar di sudut ruangan, Daniel menanggukan kepalanya, Daniel langsung berjalan menuju meja yang di maksud, berkas kemarin sudah berada di atas meja dan Daniel tersenyum.


Tanpa melihat berkas tersebut terlebih dahulu, Daniel langsung pamit pada Rizki dan Rizki hanya tersenyum datar.


"Daniel...Daniel...kamu selalu ceroboh," ucap Rizki tanpa merasa khawatir sedikit pun Daniel akan mendengarnya, Daniel yang sudah membawa berkas tadi kini hatinya semakin senang saja, pekerjaannya selesai, akan ada selisih uang yang nanti akan Daniel ke Mama Riana dan tentu saja waktu hari sabtu ini Daniel akan menghabiskan waktu dengan Laura....Laura wanita cantik yang mengerti dirinya luar dalam.


Selepas Daniel pergi, Anna masuk ke dalam kamar Alisha, Alisha sudah terbangun dan cantik pagi ini. Anna mencium pipi Alisha lalu mengambil Alisha dari gendongan pengasuhnya.


"Mama telat datang yah!," Anna menyesal lagi untuk perbuatannya pagi ini, Alisha mengusap pipi Anna dan Anna terkekeh.


"Maafin Mama yah, Sayang. Om Rizki harus sarapan. Ayo sekarang kita yang makan," ucap Anna dan mengajak pengasuhnya untuk turun ke lantai 1.

__ADS_1


Pengasuh Alisha langsung menyiapkan sarapan yang sudah dibuat oleh Anna untuk Alisha, kini Alisha sudah duduk di baby chair nya, duduk bersama Anna dan Rizki di teras samping rumah ini.


"Jam 9 nanti Anna pergi ke supermarket dulu, Kak," Anna berkata pada Rizki.


"Ya...pergilah, Alisha tidak perlu kamu ajak," jawab Rizki dan Anna menganggukan kepalanya, Rizki memang membatasi Alisha pergi keluar rumah, alasannya singkat saja yang diberikan Rizki, Rizki tidak ingin terjadi sesuatu pada Alisha.


Alisha yang makan sedang disuapi makan oleh Anna sesekali menolak suapan dari Anna tapi Anna selalu berhasil membujuk Alisha untuk membuka mulutnya kembali.


Dan tepat jam 9 pagi Anna pergi dengan Wati, ART yang selalu galau, galau berpihak pada Mama Riana atau Rizki yang jelas-jelas menggaji dirinya.


Anna mengendarai mobilnya sendiri sementara Wati diantar oleh Supir keluarga, tiba di supermarket Anna menghubungi Mama Riana dan Mama Riana akan tiba sekitar 15 menit lagi, Anna juga di minta oleh Mama Riana untuk segera mengisi troli-troli besar untuk kebutuhan di rumah dan benar saja, Mama Riana datang dan Anna tersenyum.


Hampir 1 jam Anna, Wati, Mama Riana juga sopir mengelilingi supermarket ini.


"Kalian Antri dulu deh, Mama ke toilet sebentar," perintah Mama Riana pada Wati dan Anna, Antrian memang cukup ramai dan kini giliran Troli-troli Anna yang di sedang di hitung oleh kasir supermarket.


"Di tunggu sebentar Mbak, Mama saya ke toilet dulu," balas Anna, menunggu 3 menit, 4 menit dan 5 menit, pengantri di belakang Anna sudah tidak sabar dengan Antriannya, mereka sudah berkomentar ini itu dan Anna cukup panik akan hal ini.


"Bisa dengan cara lain, Bu? Antrian sudah panjang," ucap kasir dan Anna menarik nafasnya, Anna melirik ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Mama Riana tapi tidak juga Anna dapati sosok mertuanya itu, Handphone Mama Riana pun tiba-tiba tidak bisa di hubungi oleh Anna.


Dengan sedikit kesal Anna mengeluarkan dompetnya, 1 kartu kredit yang sudah 2 tahun tidak di pakai oleh Anna kini Anna berikan pada kasir.


beruntunglah transaksi itu berhasil bila saja tidak pasti sang kasir akan memakinya di tengah keramaian orang.


Sambil melipat kertas struk yang panjang Anna memaki di dalam hati.

__ADS_1


"Gue di kadalin Mama gini caranya,"


"Kalian pulang duluan aja, saya ada keperluan dulu," perintah Anna pada Wati juga sopirnya, pekerja itu menurut dan sepertinya menerka-nerka apa yang terjadi pada nyonya mereka.


Anna kini duduk di salah satu kedai kopi di supermarket ini, kesal rasanya pada Mama Riana, Anna ingin menghubungi Daniel memberitahukan hal ini tapi Anna teringat akan pesan Daniel tadi malam, Daniel tidak ingin di hubungi saat dirinya bekerja.


Sambil menikmati es kopi seharga 7 ribu rupiah kini Handphone Anna berdering, Anna mengambil handphonenya dari tas selempangnya.


"Iya Rif," sapa Anna, Arif menghubunginya.


"Lu dimana?"


"Rumah," jawab Anna berbohong.


"Jangan becanda...Lu di Hero karawaci kan?"


"Hemh," akhirnya Anna tertawa, tebakan Arif benar.


"Tunggu gue kesitu, jangan dulu jalan," pinta Arif dan sambungan telephone diakhir Arif begitu saja.


10 menit kemudian, handphone Anna berdering kembali, Arif menghubunginya lagi.


"Lu dimana, Na?"


"Kedai kopi karyawan lantai basement, gue deket pintu masuk," jawab Anna dan Arif terkekeh lalu panggilan diakhiri lagi oleh Arif.

__ADS_1


Anna memang tidak bisa menikmati kopi-kopi yang mahal, Anna tidak berkerja tidak ada penghasilan, Daniel tidak pernah memberikannya uang bulanan seperti suami di luaran sana, kebutuhan Anna dan Alisha sudah di penuhi setiap bulannya juga uang yang Daniel transfer untuk keluarga Anna, Anna pikir itu semua sudah cukup sebagai nafkah lahir yang Anna terima dari Daniel.


__ADS_2