Tox1d Relationsip

Tox1d Relationsip
Bad Mood


__ADS_3

Arif memeluk Anna, ini bukan hal yang luar biasa, ini adalah pelukan pertemuan atau perpisahan yang lazim di lakukan oleh Anna dengan semua sahabatnya.


"Lu kok tau gue disini," tanya Anna, kini kedua nya sudah duduk di kursi plastik kedai kopi ini.


"Kebeneran tadi gue lagi di jalan trus ada novite masuk ke hp gw," jawab Arif dengan santai nya, Arif memesan kopi panas hitam untuk menemani nya mengobrol dengan Anna.


"Notive apaan sih?" tanya Anna pada Arif.


"Notive si SC, lu abis gesek CC lu lagi?" balas Arif, SC adalah salah satu bank pemberi pinjaman kredit dalam bentuk kartu dan CC adalah singkatan dari Credit Card.


Anna mengkerucutkan bibirnya.


"Kenapa notivenya masuk ke lu yah?" kini Anna bertanya lagi pada Arif, heran juga Anna dengan jawaban Arif tadi.


"Lu lupa, Non...siapa contact person di CC lu itu?" Arif bertanya balik dan Anna semakin mengkerucutkan bibirnya, Lupa...saat pengajuan kartu kreditnya dulu, Anna itu mencantumkan nama Arif dan Khanza sebagai kontak koresponden nya.


"Lu pake buat apa, Na?" tanya Arif sambil mengusap kepala Anna, Anna itu sudah tidak menggunakan kartu kredit sejak Anna menikah dan hari ini tiba-tiba saja kartu itu dipakai kembali oleh Anna.


"Belanja bulanan," jawab Anna sambil mengelak kepalanya di belai untuk kedua kalinya oleh Arif, mereka sedang di public Area, Anna tidak ingin orang lain salah menerka tentang kejadian ini.


"Gak bisa bayar cash aja?, CC itu harus di bayar loh, Na." jawab Arif mengingatkan apa yang Anna katakan dulu dan Anna tersenyum.


"Nanti di bayar laki gue lah, percuma punya laki kalo gak tanggung jawab," jawab Anna dan Arif tersenyum, Arif percaya Daniel akan bertanggung jawab pada Anna.


Dan Di Rumah Vanny, pagi ini Vanny dan Ferdi masih saling diam, tidak ada pembicaraan diantara keduanya, keduanya masih saling merasa tersakiti.


"Tamu tuh," ucap Vanny saat mendengar bell rumahnya berdering.


"Lu yang liat lah," balas Ferdi, Ferdi masih asyik dengan handphone dan rokoknya saja.

__ADS_1


Berdecak, akhirnya Vanny membuka tirai jendela dan Mama Mertua sudah berada di depan pintu pagar.


"Mama sama Ade ipar lu datang," ucap Vanny sambil menutup tirai kembali, Vanny dengan malas membuka pintu rumah lalu membuka pintu pagar untu keluarga suaminya.


"Libur Van?" tanya Ibu dari suaminya Vanny.


"Masuk siang, Mah. Dapet shift 2 hari ini," jawab Vanny lalu mengajak mertua dan adik iparnya masuk kedalam rumah.


"Mah," Ferdi langsung menyambut Ibu nya lalu mengajaknya masuk dan duduk di ruangan tamu sekaligus ruangan keluarga di rumah ini.


"Libur bukannya main ke rumah Mama," gerutu Mama Ferdi yang selalu saja mengomel.


"Cape banget Mah, ini aja baru bangun," jawab Ferdi sambil tertawa kecil, Vanny langsung berjalan menuju dapur membuat minuman hangat untuk Mertua dan juga Adik Iparnya.


"Jam 9 baru bangun? Belum sarapan dong?"


Vanny yang sudah selesai membuat minuman langsung membawanya ke ruangan tamu dan Vanny sudah hapal betul apa yang terjadi selanjutnya.


"Van...Suami itu di kasih sarapan kalo pagi,"


"Mama itu selalu buat sarapan buat Papa dan Anak-anak Mama dari jamam dulu,"


Vanny hanya tersenyum tipis lalu duduk satu sofa dengan Ferdi, rasanya sudah ratusan kali Ibu Mertuanya ini berkata seperti ini.


"Masuk kuping kanan keluarin lagi kuping kiri," ucap Vanny di dalam hatinya, Ibu mertuanya ini masih terus memberikan nasehat-nesehat ke Vanny, Ferdi memainkan ujung rambut istrinya, Istrinya pasti sudah kesal mendengarkan hal ini.


"Minum dulu, Mah." Ferdi menginterupsi Mamanya yang masih terus memberikan nasehat panjang pada Vanny, Mama Ferdi pun sedikit berdecak, Ferdi itu terlihat tidak suka pada saat dirinya memberikan nasehat untuk memantunya padahal yang di lakukan oleh nya tentu saja untuk kebaikan Ferdi sendiri, Sambil menikmati secangkir teh buatan Vanny, Mama Ferdi mengatur nafasnya lalu tersenyum dan seolah masalah sarapan tadi sudah selesai.


"Van,"

__ADS_1


"Iya, Mah," jawab Vanny pada ibu mertuanya, Vanny berharap yang akan di ucapkan oleh Ibu Mertuanya nanti bukan lah satu permintaan.


" Besok Mama mau pinjem mobil kamu,"


Jiahhhh, benar saja yang dipikirkan Vanny tadi, Ibu Mertuanya pasti meminta sesuatu dari dirinya.


"Mobil Vanny itu di pake kerja, Mah." Ferdi langsung menolak permintaan Mamanya.


"Besok kan Mama mau pake mobil Ferdi," ucap Ferdi lagi dan Adik ipar laki-laki Ferdi tersenyum tipis.


"Mama mau pake 2 mobil, mobil kamu di pake Adik mu, mobil Vanny di pake Mama, besok itu kita harus kekawinan sepupu kamu," balas Mama Mama Ferdi dan Vanny tersenyum.


"Lah trus gue gimana?" Vanny bertanya di dalam hatinya, berat juga harus meminjamkan mobil miliknya ini tapi Vanny itu semaksimal mungkin tidak ingin berseteru dengan keluarga suaminya, Vanny lebih sering mengalah, lebih banyak memberi bantuan pada keluarga suaminya karena Vanny sadar dirinya sudah di anggap hilang oleh keluarga besarnya saat memutuskan menikah dengan Ferdi.


"Jangan pake mobil Vanny lah, Mah. Vanny besok kerja, trus kita juga perlu kondangan," balas Ferdi lagi pada Mamanya, Ferdi menolak permintaan Mamanya ini.


"Terus Mama gimana dong besok?" Mama Ferdi kini bertanya pada Ferdi.


"Mama 1 mobil sama si Luki aja lah, Atau lu yang sewa mobil lah, kan di pake buat keperluan lu juga," Ferdi berkata dengan menyebut nama Adik iparnya suami dari Adik perempuannya Ferdi.


"Yah...gue gak ada duit, belum gajian, masih tanggal tua," jawab Luki pada Ferdi.


"Urusan lu itu sih," jawab Ferdi lagi egois, Vanny sudah tidak enak hati bila berada di kondisi seperti ini.


"Fer, adik kamu ini sudah punya 2 anak, kebutuhannya lebih besar di banding kamu yang belum punya anak," ucap Mama Ferdi membela menantunya dan Vanny menarik nafasnya berat, yah...masalah Anak, Vanny selalu tersinggung saat mertuanya membahas tentang hal ini.


"Up to you, gue mandi dulu," ucap Vanny sambil menepuk paha Ferdi, Vanny tidak pusing dengan hal receh seperti ini karna untuk urusan yang membuatnya tersinggung saja kadang orang-orang ini tidak peduli pada dirinya.


Vanny pergi begitu saja meninggalkan 3 orang yang sukses membuatnya semakin badmood saja pagi ini.

__ADS_1


__ADS_2