Tox1d Relationsip

Tox1d Relationsip
Alisha


__ADS_3

Setelah mengantarkan Daniel sampai ke depan pintu rumah, Anna kembali ke dapur, Anna memeriksa apa yang bisa Anna siapkan untuk makan siangnya Rizki nanti.


"Ok...Bisalah gue masak," ucap Anna dengan tersenyum, Anna kini berlari kecil menaiki anak tangga, Ide masak sudah Anna dapatkan dan kini waktunya menyiapkan pakaiannya terbaiknya.


Di kamarnya, Anna mulai memilih pakaiannya, 1 dress coklat dengan bunga kecil menjadi pilihannya saat ini, puas dengan pilihannya kini Anna hanna perlu menunggu Vendor CCTV yang akan datang, Anna kemudian duduk di sofa kamar dan kemudian Ana menepuk dahinya karna telah membuang waktu hanya dengan melihat media sosial saja.


"Jadi lupa beresin kamarnya Kak Rizki,"


Anna pun bersiap, Anna langsung berdiri dan berjalan menuju kamar Rizki, Pintu kamar Anna ketuk, Suara Rizki terdengar mengijikan Anna masuk.


"Sorry Anna telat rapihin kamar Kakak,"


"Sebenernya bukan tugas kamu Na... tapi saya sangat tidak ingin orang lain masuk ke kamar ini," jawab Rizki dan Anna tersenyum.


Anna memperhatikan terlebih dahulu apa saja yang harus dia kerjakan.

__ADS_1


"Kamar saya masih bersih kok, Na. Kamu temani saya ngobrol saja," ucap Rizki lalu menekan tombol di kursi rodanya, kini kursi roda itu bergerak ke arah balkon.


Anna menganggukkan kepalanya, kamar Rizki memang masih terlihat rapih pagi ini jadi Anna kini hanya perlu menemani Rizki mengobrol pagi ini.


"Kamu kelihatannya sedang bahagia, Na?" tanya Rizki setelah Anna duduk di kursi.


"Iya Kak, Mas Daniel ajak Anna makan siang hari ini," cerita Anna dengan antusias, dalam 2 tahun pernikahan Anna dan Daniel rasanya hanya hitungan jari saja Daniel mengajak Anna makan di luar rumah, itu pun biasanya gagal di menit-menit karena kesibukan Daniel.


"Alisha kamu ajak?" tanya Rizki, Rizki tidak tertarik dengan acara makan siangnya Anna dan Daniel.


"Good, Alisha biar saya yang jaga, beritahukan pengasuhnya bahwa selama kamu pergi Alisha harus ada di kamar saya,"


"Enggak usah, Kak...Nanti Alisha gangguin istirahat Kak Rizki," tolak Anna, Anna tidak ingin suara tangis Alisha membuat Rizki terganggu.


"Saya lebih terganggu jika mendenger tangis Alisha dan saya tidak mengetahui hal apa yang membuat Alisha itu menangis. Saya cacat Na, jangankan untuk lari untuk bangun dari duduk saja saya kesulitan," balas Rizki, Anna kadang heran kenapa Rizki begitu perhatian pada Alisha.

__ADS_1


"Atau kamu yang tidak percaya pada saya?" tanya balik Rizki menyerang Anna saat Anna diam berpikir.


"Yah sudah...urus sendiri anak mu, pastikan anak mu tidak menangis selama kamu pergi, saya tidak ingin terganggu," ucap Rizki lagi dan Anna terkekeh.


"Kak Rizki...Kakak tuh baik banget sih ke Anna, Ok...Alisha nanti ada di kamar ini selama Anna pergi," balas Anna dengan tersenyum, Rizki menanggukkan kepalanya.


"Kapan Kak Rizki mau ke dokter lagi?" kini Anna bertanya Rizki,


"Kamu sudah lelah membantu saya?" Rizki bertanya balik pada Anna dan Anna berdecak.


"Kakak nih, Sensi banget. Anna tuh mau Kakak sehat lagi," jawab Anna dan Rizki tersenyum tipis.


"Cuma kamu yang berharap kesembuhan saya, Na."


"Sembarangan kalo ngomong, Mama dan Mas Daniel juga berharap hal yang sama, Kak." protes Anna pada Rizki.

__ADS_1


"Kamu belum kenal Mertua kamu dengan baik," balas Rizki dengan senyuman di satu sudut bibirnya.


__ADS_2