Tox1d Relationsip

Tox1d Relationsip
20 juta lagi


__ADS_3

Suara mesin mobil terdengar oleh Anna, Mobil yang membawa Daniel tiba di depan rumah. Anna bergegas berdiri, menyambut kedatangan Daniel.


"Alisha udah keburu tidur, Mas." Anna berucap ketika Daniel mencium keningnya.


"Hemh...Saya yang terlambat, jalanan macet," balas Daniel lalu memberikan buket bunga mawar yang tadi di sembunyikan di balik punggungnya, Anna tersenyum menerima, mengucapkan terima kasih untuk hadiah kecil yang manis ini.


Keduanya kemudian masuk ke dalam rumah, "Anna bikin kopi dulu," pamit Anna, mereka berhenti sejenak di ruangan keluarga, Anna menyimpan buket bunga terlebih dahulu di meja bunda dekat jendela besar.


"Saya tunggu di kamar Alisha," jawab Daniel sambil menaiki anak tangga, Anna tersenyum lalu melangkahkan kaki nya ke dapur, membuat secangkir kopi untuk suaminya.


Dengan semangat Anna menaiki anak tangga, tangan kanannya membawa secangkir kopi dan kemudian masuk ke Alisha, terlihat Daniel sedang duduk di kursi coklat sambil mengusap-usap pipi Alisha yang sudah tertidur nyenyak.


"Kopinya, Mas."

__ADS_1


"Terima kasih, Na. Tolong simpan dulu kopinya, saya masih belum puas lihat wajah Alisha," jawab Daniel dan Anna tersenyum, Anna menyimpan kopi untuk Daniel di meja, lalu menarik kursi dan duduk di samping Daniel.


"Gimana kabar Kak Rizki hari ini?" tanya Daniel sambil terus mengusap tubuh putrinya, cantik dan mirip sekali dengan Anna.


"Hemh...gimana yah, Kak Rizki masih begitu aja, masih dengan keluhannya tentang Mama," jawab Anna ragu-ragu, Daniel tersenyum mendengar jawaban Anna.


"Dan Mama pasti belum pulang malam ini?" tebak Daniel dan Anna menganggukan kepalanya, Daniel tersenyum tipis, hal itu pasti terjadi karena 20 menit yang lalu Mamanya menghubungi Daniel dan meminta ditransfer sejumlah uang karena acara malam ini belum selesai, Hal yang tidak pernah Daniel ceritakan pada Anna karena Daniel tidak ingin Anna berpikiran buruk tentang Mamanya itu.


Daniel mengangkat tubuhnya lalu menbungkukan tubuhnya, menciumin tubuh bayi berusia 9 bulan.


"Kamu yang akan menjadi penguat keluarga ini menjadi penawar racun dan obat luka dari semua kesedihan keluarga kita," ucap Daniel di dalam hatinya, Anna tersenyum melihat sikap manis Daniel ini, rasa bersalah di hati Anna datang lagi karena bermain hati dengan laki-laki lain.


"Ayo, Na. Kita ke kamar. Alisha perlu istirahat," ajak Daniel sambil merangkul bahu Anna, menuntun langkah Anna keluar dari kamar Alisha dan Anna menurut bahkan kopi yang tadi sudah disiapkan saja terlupakan oleh Anna dan Daniel.

__ADS_1


Di dalam kamar Anna dan Daniel.


"Tolong siapkan pakaian saya, badan saya lengket," pinta Daniel yang kini duduk di sofa, melepaskan sepatunya sendiri dan Anna menganggukan kepalanya, dengan cepat Anna menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi lalu menyiapkan pakaian tidur untuk suaminya.


"Semua sudah siap, Mas." ucap Anna dan Daniel tersenyum, Istrinya bisa melayaninya dengan baik, Daniel masuk ke dalam kamar dan kini Anna duduk di sofa, melipat kemeja kotor yang baru dilepaskan oleh Daniel.


Perhatian Anna terpusat kini pada benda pipih yang Daniel simpan di atas meja, notive chat masuk dan Anna ingin sekali mengetahui isi chat tersebut.


Handphone yang pasti di kunci oleh Daniel dan Anna tersenyum karena Anna pun melakukan hal yang sama pada handphone nya tapi Anna bisa membaca Chat masuk tanpa perlu membuka aplikasinya.


"Mama," gumam Anna.


"20 juta lagi?"

__ADS_1


"Buat apa uang 20 juta?" Guman Anna dengan terkejut setelah membaca pesan masuk dari Ibu Mertuanya itu.


__ADS_2