Tox1d Relationsip

Tox1d Relationsip
Chia dan Mie Ayam


__ADS_3

Chia terkekeh sendiri melihat Rizki yang tidak kesulitan saat menganti popoknya Alisha. Yah, sekitar 30 menit yang lalu Chia datang ke rumah Anna, Chia yang merasa khawatir dengan keadaan Anna, pergi meninggalkan kantornya dan datang ke rumah Anna, Chia ingin memastikan keadaan Anna baik-baik saja tapi yang di khawatirkan oleh Chia tadi malah pergi dan makan siang dengan Daniel.


Chia memang tidak memberikan kabar terlebih dahulu pada Anna bahwa dirinya akan datang berkunjung, Chia bukan ingin memberikan kejutan untuk Anna tapi lebih ingin menyakinkan dirinya sendiri seperti apa kondisi Anna saat ini.


Chia yang sudah terlanjur datang dan akhirnya bertemu dengan Rizki saat Rizki mengecek ulang pemasangan CCTV di rumah ini, kini berada di dalam kamar Rizki, Yah...Rizki mengajak Chia masuk ke kamarnya, Rizki mengenal Chia sebagai sahabat Anna.


"Selesai," ucap Rizki sambil mengelitik kaki kecil Alisha, Rizki berhasil menganti popok Alisha tawa kecil Alisha bisa terdengar jelas oleh Anna dan juga Rizki.


"Kok Kak Rizki bisa, Sih? Aku aja belom tentu bisa,!" tanya Chia dan Rizki berdecak, wanita seperti Chia yang masih muda mana mungkin bisa merawat bayi.


"Ini bukan pekerjaan berat, Chia. Andai saya tidak cacat, saya pasti sudah mengajak Alisha renang setiap pagi," balas Rizki, Chia kini membantu Rizki untuk duduk kembali ke kursi rodanya setelah Rizki duduk di kursi rodanya, Kini Chia menggendong Alisha, Bayi 9 bulan ini memang aktif, jadi gerakan Chia itu harus cepat.


"Pengasuhnya Alisha kemana, Kak?" tanya Chia, Chia kini duduk di sofa, dipangkunya anak kecil kesayangan semua sahabat Chia ini, sesekali Chia mencuri wangi harum dari rambut ikal Alisha yang hitam lebat.


"Saya suruh dia tetap di kamar Alisha, Saya hubungi dia saat saya benar-benar kesulitan mengasuh Alisha," jawab Rizki, Rizki memainkan jari tangan Alisha, wajahnya tersenyum setiap kali bertemu pandang dengan Alisha.


"Nih orang perhatian banget, Tapi masalahnya....cinta ke mama nya atau ke anaknya yah?" tanya Chia di dalam hati, Chia itu perempuan, Chia bisa melihat bagaimana Rizki begitu menyayangi Alisha dan itu berarti bukan hanya ceritaan dari Anna saja.


"Kenapa? Kamu meragukan saya menjaga Alisha?" tanya Rizki pada Chia.


"Ish enggak begitu kak, Chia cuma lagi mikir aja, Kok Kakak mau jagain Alisha sedangkan kondisi Kakak sendiri tidak baik,"


"Iya, saya memang cacat, tapi saya akan menjaga Alisha dengan baik," jawab Rizki dan Chia tersenyum.


"Fix...dia nih terlalu insecure, soalnya ngomong nya cacat-cacat mulu dan gue tau sekarang, Kak Rizki punya hati ke Anna," umpat Chia dalam hati.

__ADS_1


"Kamu berpikir apa tentang saya?" tanya Rizki pada Chia, Rizki seperti bisa menerka bahwa Chia sedang memikirkan sesuatu saat ini.


"hemh...Apa yah, banyak sih...tapi yang paling penting, Kak Rizki mau makan apa?"


"Ini udah masuk jam makan siang loh?" tanya Chia mengalihkan pembicaraan.


"Saya tidak makan," jawab Rizki singkat, Rizki menekan tombol kursi rodanya, pergi mendekati kaca besar yang menjadi partisi kamar dengan balkon di kamar besar ini, Anna mengkerucutkan bibirnya, lalu berdiri sambil menggendong Alisha.


"Tapi Kak Rizki harus minum obat loh,"


"Saya bisa makan obat tanpa makan terlebih dahulu," balas Rizki


"Mana bisa begitu..."


"Bisa," bantah Rizki dan Chia mengomel dalam hatinya. "Na, kenapa gue jadi repot, gue nanya makan kan basa-basi doang,"


"Enggak lah, Alisha emang berat, tapi Chia seneng kok gendongnya, malah sebentar lagi kaya mau tidur gitu," jawab Chia, Chia tidak sampai hati membiarkan Rizki memangku Alisha di kursi roda, terkesan tidak berprikemanusiaan sekali dirinya ini bila membiarkan Alisha di pangku oleh Rizki.


Dan ternyata benar saja, 10 menit tidak ada yang bicara, Chia hanya menimang bayi cantik dan Akhirnya bayi itu tertidur.


"Tidur yah?" suara Rizki begitu pelan dan Chia menanggukan kepala.


"Tolong tidurkan di tempat tidur saya, Chi, jangan lupa di jaga bantal-bantal," pesan Rizki dan Chia tersenyum, Chia terus menimang Alisha sampai benar-benar nyenyak baru kemudian Chia menidurkan Alisha di tempat tidur dengan hati-hati.


Kini keduanya menjadi kikuk, Apalagi saat Chia ikut terbaring di tempat tidur Rizki, Chia yang belum ahli menidurkan bayi ke tempat tidur tadi itu harus mencoba berbagai cara agar Alisha bisa tetap tidur walaupun posisinya tidurnya tidak dalam gendongan Chia lagi.

__ADS_1


Rizki tersenyum tipis, wanita seperti Chia mana pernah melakukan hal ini sebelumnya, merasa sedang di perhatikan oleh Rizki kini Chia merapihkan roknya walapun percuma karna Chia saat ini sedang menggunakan rok pendeknya.


Beranjak turun dengan hati-hati dari tempat tidur, Akhirnya Chia sukses dengan misi membuat bayi sahabatnya masih tertidur sampai saat ini.


"BTW kak Rizki mau makan siang apa?" Chia bertanya kembali ketika sudah duduk di sofa kamar.


"Saya tidak makan, Chia,"


"Takut di racun yah?" tanya Absurd Chia dan Rizki menyibirkan senyumnya.


"Karena mati di racun oleh orang terdekat itu lebih menyakitkan dari pada mati di racun oleh orang yang tidak kenal," jawab Rizki dan Chia membulatkan matanya, Rizki terlalu ekstrem dalam berbicara.


"Terserah Kak Rizki lah, BTW...Aku tuh punya mie ayam di mobil, tadi niat mau bawain buat Anna, rencana pengen makan di mobil karena ngeri di rumah ada Tante Riana dan Aku di larang masuk," cerita Chia begitu saja, Rizki sedikit tertawa.


"Kak Rizki mau gak makan Mie ayam, Anna pasti udah makan bareng Daniel lah," tanya Chia kembali, Rizki menimbang tawaran dari Chia lalu menggangukkan kepalanya.


"Ok, sebentar yah, Aku ambil," jawab Chia dengan semangat, Semangat berbuat baik karena Rizki itu orang yang perlu dibantu pikir Chia.


Chia kembali ke mobilnya lalu mengambil makanan kesukaan Chia dan semua sahabatnya, makanan yang tidak mewah tetapi akan ada cerita saat Chia dan para sahabatnya mengkomsumsi makanan ini.


2 box mie ayam dan 2 cup es campur yang sudah mencair kini berada di atas meja bundar balkon kamar Rizki.


Chia mulai membukanya dan mempersilahkan Rizki untuk menikmatinya.


"Aku gak racunin makanan ini, Kak. Kalo terjadi sesuatu sama Kakak, kita bisa tuntut penjualnya," ucap Chia dan Rizki tersenyum, Chia sahabat dari Anna sudah tertular kata Racun dan meracuni seperti yang dirinya katakan tadi.

__ADS_1


"Kalo saya mati...Saya akan datangi kamu, Chi. Saya akan ganggu kamu setiap saat," canda Rizki dan Chia tertawa.


"Separah itu kah? tapi kalo malam minggu jangan ganggu dulu yah, Kak. Chia perlu ngedate loh," canda balik Chia dan Rizki tertawa, Chia dan Rizki mulai menikmati makan siang seadanya, ternyata Rizki tidak sekaku yang Chia pikirkan, Ada candaan dan obrolan sepanjang mereka bersama...yah, walaupun candaan Rizki tidak terlalu fresh tapi itu bisa merubah sedikit image diamnya Rizki di pikiran Chia.


__ADS_2