
Ruang Kerja Rizki terletak di dekat kamarnya, ruang kerja ini sangat besar dan di ruangan ini Rizki bisa mengetahui semua hal yang terjadi di rumah dan juga kantornya. Layar-layar besar monitor yang selalu standy by, Rizki tidak ingin ada moment terlewatkan walaupun hanya sedikit pun, Rizki semakin membentengi dirinya dari hal-hal buruk yang akan menimpanya.
Anna sudah siap dengan cangkir kopinya untuk Rizki, Daniel menolak saat Anna akan membawa serta cangkir Kopi untuk Daniel ke ruangan kerja Rizki, Tentu saja Daniel tidak ingin berlama-lama di ruangan kerja Rizki, Rizki tidak pernah memberikannya waktu banyak terlebih bila mereka hanya berdua saja.
Kini Anna dan Daniel sudah berada di ruangan kerja Rizki, Daniel duduk kaku, masih duduk tanpa diajak bicara oleh Rizki dan terlihat lebih akrab obrolan antara Rizki dengan Anna, Rizki bahkan bertanya tentang kabar tidurnya Alisha dan Anna bisa dengan Rileks menjawabnya.
"Anna tinggal yah, Anna mau mandiin Alisha," Pamit Anna pada Rizki dan Daniel, Daniel menganggukkan kepalanya, sementara Rizki menjawab dengan kalimat singkat, " Ok. Thanks Na,"
Kini hanya tinggal Rizki dan Daniel diruangan ini, Daniel sedang mengumpulkan keberanian untuk memulai pembicaraan nya dengan Rizki, sementara Rizki hanya menunggu tanpa ingin memulainya, Rizki hanya memperhatikan layar-layar monitor dan menunggu.
"Kak, Ini untuk laporan bulan ini, pengajuan bulanan di kantor juga pengajuan rumah ini," Akhirnya Daniel mampu mengeluarkan suaranya.
"Mana yang untuk kebutuhan di rumah ini?" tanya Rizki pada Daniel, Daniel langsung menyerahkan map paling bawah, Daniel pikir urusan kantor lebih penting tapi ternyata urusan kebutuhan ini lebih menjadi prioritasnya untuk Rizki ketahui.
Bebeberapa deret angka lengkap dengan keterangan penggunaan uang itu menjadi bagian dari tampilan kertas yang sedang di baca oleh Rizki.
Biaya Listrik, Air, Internet, gaji pegawai di rumah ini juga uang belanja bulanan menjadi bagian di deretan angka-angka yang diajukan oleh Daniel.
"Segera berikan Giro ini untuk keluarganya Anna, Saya tidak ingin Anna di ganggu oleh orang yang mengaku-mengaku keluarganya Anna," perintah Rizki setelah menandatangi Bilyet Giro, Daniel menerimanya.
"Gaji karyawan di rumah ini," ucap Rizki lagi, selembar Bilyet Giro sudah Rizki tanda tangan dan kini di terima oleh Daniel.
"Listrik, Air juga internet," ucap Rizki selesai menandatangi Bilyet Gironya lagi.
__ADS_1
"Kebutuhan dapur kamu transfer ke Anna saja, Saya mau Anna yang mengatur semuanya," ucap Rizki tanpa menoleh pada Daniel.
"Tapi biasanya Mama yang atur Kak,"
"Mulai saat ini saya tidak mau lagi, kalo kamu tidak setuju, silahkan kamu pergi dari rumah ini, bawa juga Mama mu jauh dari rumah ini," balas Rizki tidak ingin dibantah, Daniel hanya bisa mengangukkan kepalanya, walaupun setelah ini Daniel pasti akan bertengkar dengan Mama Riana pastinya.
"Untuk urusan kantor, semua gironya kamu bisa ambil besok pagi, Saya tidak ingin terburu-buru," ucap Rizki lagi sambil menyilangkan tangannga di depan dada, Daniel hanya memaki dalam hatinya, Rizki secara tidak langsung mengusirnya saat ini juga, tidak ingin memberikan waktu untuk mereka mengobrol walau hanya sebentar saja.
"Tunggu apa lagi?" tanya Rizki saat Daniel masih saja duduk di depannya.
"Uang bulanan untuk Mama, Kak." balas Daniel memajukan 1 proposal penting yaitu uang bulanan Mamanya.
Rizki berdecak lalu membuka buku Bilyet Gironya lagi, menandatangi selembar giro dengan malas.
Daniel tidak bisa menjawab kalimat sarkas dari Rizki tadi, ucapan terima kasih Daniel berikan pada Rizki karena telah membantu dirinya juga Mama yang dia sayangi.
Daniel pamit dan Rizki hanya diam tidak menjawab, Daniel segera keluar dari ruangan kerja Rizki lalu kembali ke kamarnya.
Anna sudah menggendong Alisha saat Daniel masuk ke kamar ini, pemandangan indah untuk Daniel, penghibur hatinya yang tadi kesal pada keputusan Rizki juga vitamin untuk dirinya sendiri agar kuat menghadapi pertengkaran yang akan terjadi dengan Mama Riana.
"Biar saya Gendong, Na," pinta Daniel dengan antusias, Anna tentu saja tidak keberatan, Daniel adalah Ayah dari putrinya, Anna pikir kapan lagi Daniel ada waktu untuk mereka.
Baby Alisha kini sudah di dalam gendongan Daniel, Bayi yang usianya hampir 1 tahun ini mendapatkan banyak ciuman di pipi dari sang Ayah.
__ADS_1
"Papa sayang kamu Alisha, Alisha itu cantik seperti Mama Anna," ucap Daniel memuji kecantikan Alisha dan Anna tersenyum malu, Ada namanya juga yang dibilang cantik oleh Daniel saat Daniel memuji Alisha.
"Oh yah, Na. Uang untuk Mama mu aku akan segera transfer,"
Anna malu hati mendengarnya, Malu karena keluarganya menjadi salah satu beban dan uang bulanan ini seperti menjadi kewajiban Daniel setelah mereka menikah.
"Kayanya Anna harus cari kerja lagi deh, Mas. Anna malu...Mama selalu minta uang bulanan padahal Anna itu gak kerja," balas Anna, Anna memainkan jari-jari tangannya sendiri, binggung dan malu bila akhir bulan datang.
"Mama mu itu tanggung jawab saya, Na. Mama mu itu sama seperti Mama saya, Saya pasti tanggung jawab," jawab Daniel mengusap pucuk kepala Anna, Daniel sudah seperti seorang pahlawan di depan Anna padahal uang yang Daniel berikan itu bukan dari uang Daniel, uang itu adalah uang yang selalu Daniel minta dari Rizki karena uang gaji Daniel sendiri sebenernya sudah habis untuk menutupi kebutuhan Mama Riana yang tidak pernah ada habisnya.
"Hemh...Anna harus gimana bayar kebaikan Mas Daniel ini?" tanya Anna sungguh-sungguh, Anna merasa ber hutang budi pada Daniel.
"Nanti siang temani saya makan siang, Kita akan pergi makan di luar,"
Anna tersenyum dan menanggukkan kepalanya, ajakan makan siang di luar siang ini dari Daniel tidak akan Anna sia-siakan.
Daniel melirik jam tanggan, sudah hampir jam 9 pagi, Anna segera berdiri.
"Saya titip Alisha, Saya kerja dulu, nanti siang kamu mau di jemput sopir atau gimana?" Daniel memberikan gendongannya Alisha pada Anna.
"Anna sendiri aja, Mas."
"Ok, Hati-hati di jalan, Nanti saya share tempat nya," balas Daniel sambil mencium kening Anna walaupun terkesan kaku untuk Daniel sendiri tapi Daniel berusaha senatural mungkin untuk menunjukan kasihnya pada Anna apalagi di depan orang lain.
__ADS_1