Tox1d Relationsip

Tox1d Relationsip
Sibuk dengan Kerja


__ADS_3

Sampai diruangan kerjanya, Daniel duduk di kursi yang dulu dikuasi oleh Rizki, ada rasa tidak enak hati setiap kali Daniel duduk di kursi ini, Daniel merasa dirinya belum pantas menjadi pemimpin seperti Rizki, semua yang Daniel dapatkan sampai hari ini itu sebatas keberuntungan dan juga belas kasih dari Rizki tentunya.


Daniel mulai memeriksa tumpukan map yang harus dia periksa, beberapa kali Daniel harus mencoret laporan-laporan itu, beberapa kali juga Daniel harus memijat tengkuk lehernya yang sudah pegal karena terlalu penat dengan laporan-laporan ini.


Konsentrasinya sedikit terganggu, Ketukan pintu dari luar pintu membuat Daniel harus menekan pintu dari remote serba guna yang selalu berada di atas meja kerja nya ini.


"Pak Daniel mau kopi?" tanya seorang perempuan yang berdiri di depan pintu, seorang sekretaris perempuan sebaya dengan istrinya yang selalu tampil dengan busana mini dan kosmetik yang water cetar membahana.


"Saya rasa tidak perlu, 10 menit lagi saya selesai," jawab Daniel sambil melirik jam kecil, Sekretaris itu tersenyum lalu pamit sambil memaki di dalam dirinya.

__ADS_1


"Tadi pergi keluar buat ketemu istrinya, pasti nih malem ini juga udah di booking sama istrinya lagi,"


"Awas aja besok....Besok itu waktu Pak Daniel cuma buat gue seharian," senyum smirk terpancar dari wanita yang kini kembali duduk di kursinya, tetap memilih berada di kantor walaupun waktu sudah menunjukan jam 7 malam, Dian tidak peduli, Dian sang sekretaris akan selalu standby di kantor selama Daniel berada di kantor.


Sedikit berharap Daniel akan berbaik hati mengajaknya minum kopi atau makan malam.


"Yeah udah 10 menit...Pasti pulang malem banget hari ini," kalimat gembira Dian saat melihat waktu sudah berjalan 12 menit dari yang Daniel tentukan tadi, kemungkinan lembur menemani sang boss kerja peluangnya semakin besar saat ini tapi baru saja Dian berdiri dan hendak menawarkan kopi dan makan malam untuk Daniel, pintu ruangan Daniel terbuka, Daniel sudah berdiri dengan tas kerjanya.


Daniel pergi begitu saja dan Dian menekan pesawat telphone, menekan extention receptionist untuk memerintahkan sopir yang selalu standby berjaga kapan saja Daniel butuh bantuan seorang pengemudi.

__ADS_1


"Sial...gue pikir bakal gagal rencanannya Pak Daniel tadi," maki Dian sambil menutup sambungan telephone.


"Tau begini gue balik dari sore aja," makinya lagi sambil merapihkan tasnya dan bergegas pergi meninggalkan ruangan di lantai 10 yang sudah sepi.


Mobil sudah siap begitu Daniel tiba di lobby, Sopir kantor langsung membukakan pintu mobil untuk Daniel dan kini Daniel duduk setelah menyimpan Tas di sampingnya.


"Mampir ke toko bunga dulu, Pak. Lalu ambil pesanan saya," perintah Daniel pada sopir yang sudah mulai mengendarai mobil.


Sopir itu menjawab singkat dan melajukan mobil tanpa percakapan apapun lagi, Daniel terkesan irit bicara dengan orang lain, berbeda dengan Rizki yang selalu ramah dan mengobrol bila menggunakan jasa pengemudi, hal berbeda yang bisa dirasakan oleh 3 orang sopir ataupun karyawan di perusahaan ini.

__ADS_1


Jalanan yang padat, Daniel membuka aplikasi Chat di handphonenya, mengetik pesan dengan tersenyum.


"Sayang, Saya OTW. Tunggu saya jangan dulu boboin Alisha,"


__ADS_2