Tox1d Relationsip

Tox1d Relationsip
Tahan jangan dulu Bobo


__ADS_3

Setelah Alisya cantik dengan baju tidurnya, Anna membawa Alisha keluar dari kamar bernuansa merah muda, Kamar milik putrinya yang terletak di samping kamar milik Anna dan Daniel.


"Mama mau masak buat kita makan malam, Sayang. Alisha bisa temenin Mama di dapur," ucap Anna dengan senyum lalu mendorong kereta baby nya, seorang suster selalu mengikuti Anna untuk membantunya mengawasi Alisha.


Tiba di dapur yang besar, sudah ada 2 orang ART di rumah ini yang siap membantu Anna memasak.


"Mama kok gak keliatan, Bi?" tanya Anna sambil mengambil Afronnya, Kereta bayi sudah Anna posisikan di tempat aman, Anna akan memasak sambil menjaga Alisha seperti biasanya.


"Ibu Besar keluar rumah lagi," jawab Salah satu ART dan Anna hanya tersenyum tipis, yah seperti itulah Ibu Mertuanya, kegiatannya di luar rumahnya lebih terbilang sering dibanding dirinya sendiri yang masih muda, Anna tidak berkomentar lagi mengenai Ibu Mertuanya itu. Anna mulai memasak dibantu dengan ART.


Masakan sudah selesai Anna buat, ART kini sedang menatanya di meja makan, Anna mendorong kembali kereta Babynya keluar dari Area dapur menuju taman di belakang rumah, menunggu waktu makan malam tiba.


Duduk di kursi taman, lampu-lampu sudah mulai terang menyinari halaman belakang rumah ini. Anna duduk sambil memeriksa handphonenya dan membuka aplikasi chat handphonenya.


Anna mengambil Photo Alisha yang sedang memainkan boneka jarinya, Photo tersebut Anna bagikan untuk Daniel, Pesan sudah terkirim namun tidak pernah segera di baca oleh Daniel, Hal yang sudah biasa untuk Anna bila memberikan kabar pada Daniel. Bosan...Akhrinya Anna membagikan phot Alisha tersebuy di group sabahatnya.


"Anna junior udah cantik dong, Tante sama Om-Om nya Alisha gak kangen gitu sama aku?"

__ADS_1


Dan beberapa detik kemudian...bunyi pesan masuk datang bertubi-tubi, mengomentari Alisya yang lucu dan lengkap dengan Chat dari Arif yang mampu mengetarkan hatinya saat ini.


"Alisha Sayang...Om Kangen, Baik-baik sama Mama di sana,"


Hanya dengan kalimat seperti itu saja dari Arif hati Anna begitu bahagia, rasa bosan menunggu jawaban chat dari Daniel dan lelah karena memasak tadi seolah hilang dan senyum mengembang di bibir Anna.


"Mas Daniel mana pernah ngabarin gue terlebih dahulu, Dia kalo udah kerja lupa sama gue," Anna bergumam di dalam hatinya.


Dan 1 pesan masuk dari Rizki, Anna mendongakkan kepalanya ke arah balkon kamar Rizki, terlihat Rizki sedang memperhatikan dirinya dan Alisha dari lantai 2, Anna tersenyum kearah Rizki tapi Rizki tidak membalas senyum Anna, Anna bahkan melihat Rizki meninggalkan posisi semula, menghilang dari jangkuan pandangan Anna, Anna tersenyum tipis lalu membaca pesan yang di kirimkan oleh Rizki.


"Bawa Alisha masuk, Ini sudah malam. angin malam tidak baik untuk anakmu,"


"Mama masih mau disini, 10 menit lagi. Alisha sama Bibi yah masuk ke dalam rumah," ucap Anna sambil memcium kening putrinya, Suster pamit dan mendorong kereta bayi masuk ke dalam rumah.


10 menit...Anna masih duduk di kursi taman ini, Masih terus menunggu reaksi Daniel tentang Photo yang Anna kirim tadi tapi hasilnya tetap nihil, Daniel tetaplah Daniel...Daniel jarang sekali membalas chat yang di kirim oleh Anna.


10 menit lelah menunggu, Anna melihat jam di layar handphonenya, sudah waktunya Rizki makan malam dan Anna memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Anna tersenyum saat melihat di dekat ruang makan ada Rizki yang sudah tiba terlebih dahulu dari dirinya dan bukan itu saja, Anna juga melihat Rizki sedang memegang tangan kecil Alisha.


"Lain kali kalo kamu penat di rumah jangan pernah tinggalkan Alisha, Kita tidak pernah tahu bagaimana orang-orang di rumah ini, terutama mertua mu itu," pesan Rizki yang mengetahui Anna sudah berada di dekatnya saat ini.


Anna mengkerucutkan bibirnya, selalu saja Rizki berkata tidak baik tentang Ibu mertuanya padahal Ibu mertuanya ini adalah Ibu nya Rizki.


"Kamu tidak suka saya bicara buruk tentang ibu mertuamu?" tanya Rizki dan Anna berdecak.


"Iya..Kak Rizki selalu begitu ke Mama padahal Mama baik loh, Kak."


"Baik kalo ada maunya. Ayo makan saya tidak suka membicarakan dia apalagi di depan keponakan saya," jawab Rizki dan Anna bingung bila harus berkomentar lagi tentang semua Rizki ini.


Hanya Rizki dan Anna yang makan saat ini di meja makan yang terbilang besar, Rizki melarang setiap ART untuk melayani nya apalagi mengenai urusan makan, Rizki hanya memakan apa yang Anna masak dan menolak setiap makanan yang tidak di sajikan dari tangan Anna.


Makan malam sudah selesai, Rizki kembali ke kamarnya setelah mengucapkan terima kasih pada Anna, Anna tersenyum dan menanggukan kepalanya dan saat Anna masih duduk di kursi makan, notive handphonenya berbunyi.


Chat masuk dari Daniel dan Anna segera membaca lalu tersenyum dan mengusap pipi Alisya yang masih betah di kereta bayinya.

__ADS_1


"Papa mu Otw, Tahan jangan dulu bobo sayang,"


__ADS_2