Tox1d Relationsip

Tox1d Relationsip
serba salah


__ADS_3

Anna tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, pagi ini sebelum Anna ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi nya Daniel, Anna membangunkan Daniel terlebih dahulu.


"Saya ngantuk, Na. Tolong jangan ganggu saya," Daniel kesal pada Anna, mimpinya harus terhenti karena Anna membangunkannya.


"Anna mau bikin sarapan, Nanti Mas Daniel nyariin Anna," jawab Anna dan Daniel berdecak.


"Iya...Iya...Sana ke dapur, Kamu memang cuma paham soal makanan dan makanan saja," usir Daniel sambil menutup kepalanya dengan bantal, berisik sekali Anna pagi ini, Mimpi indah Daniel sedang makan malam romantis dengan Laura terganggu dan sulit untuk bisa di lanjutkan kembali, Yah semua gara-gara Anna yang menganggunya.


Anna menundukan wajahnya, Malam tadi Daniel marah dan pagi ini Daniel kesal atas sikapnya.


"Gue tuh gak guna banget jadi istri," maki Anna di dalam hatinya, Anna memilih untuk ke dapur saja, mengerjakan pekerjaan rutinnya, Daniel, Rizki juga anaknya perlu makan dan itu kewajibannya.


Membangun moodnya sendiri, Anna dibantu oleh ART nya memasak di dapur, kadang Anna risih juga saat masak ada orang di dapur, apalagi orang-orang ini hanya berdiri di belakang Anna, sudah seperti mereka ini mandor di dapur saja tapi Anna juga kadang berpikir tidak semua pekerjaan di dapur bisa dia kerjakan sendiri...Yah, seperti mencuci piring atau peralatan yang digunakan selama proses memasak.

__ADS_1


Tepat jam 7 pagi, Rizki sudah turun ke lantai 1, Sapaan dari Anna untuk Rizki di tanggapi hangat oleh Rizki.


"Masak apa, Na?"


"Yang gampang aja Kak, Nasi kuning sama Ayam goreng," jawab Anna dan Rizki tersenyum, Rizki tidak pernah menolak semua masakan Anna, apapun itu yang dimasak oleh Anna, Rizki pasti memakannya.


"Daniel belum turun, Na?" kini Rizki bertanya pada Anna, Anna sudah menyiapkan semua makanan di meja makan.


"Kayanya masih belum bangun, Kak. Kemarin Mas Daniel pulang malem banget," jawab Anna dan Rizki tersenyum.


"Yang gak sibuk cuma saya doang yah, Na!"


"Ish Kak Rizki begitu...Kakak tuh jangan baper lah," pesan Anna dan Rizki tertawa lagi, Anna memang tidak mengetahui masalah di kantor mereka seperti apa dan Rizki juga tidak ingin Anna terlalu terbebani untuk hal-hal seperti ini.

__ADS_1


"Anna ke kamar dulu yah, Kak. Maaf Kakak makan sendirian,"


"Hemh," jawab Rizki.


"Oh iya, Kak...Pengajuan kemarin gimana? Kakak udah sign?" Anna tiba-tiba teringat pesan dari Daniel tadi malam, Anna memutuskan untuk duduk kembali di kursi makan.


"Enggak akan saya tanda tangan, Na. Saya lihat banyak angka yang gak masuk akal. Dan mulai senin saya ke kantor lagi," jawab Rizki dan Anna senang bukan main, Rizki kembali ke kantor itu Artinya Rizku sudah semangat kembali menjalani hari dan Daniel tidak akan terlalu sibuk.


"Kamu kenapa?" tanya Rizki, Rizki heran dengan ekspresi dari Anna.


"Siapa nih yang bikin Kakak semangat kerja lagi?" tanya Anna, Tawa kecil Anna begitu renyah saat bertanya siapa sosok yang berhasil membuat Rizki kembali bersemangat.


"Alisha..." jawab Rizki dan Anna kembali tertawa.

__ADS_1


"Chia, yah Kak?" tebak Anna, Alisha bukan jawaban yang tepat untuk Anna Rizki tersenyum tipis, wajah Chia yang periang tiba-tiba mampir dihadapannya saat ini.


__ADS_2