
Erick menghela napas terlebih dahulu,lalu dia pergi untuk menemui dokter yang tadi memeriksa Lea,ingin meminta izin apakah diberikan izin untuk pulang apa belum.
"yaudah gw bilang dulu sama dokternya,bisa pulang apa ngga"ucap Erick,lalu dia pergi keluar dari ruangan Lea,setelah Erick pergi Lea langsung memegang dadanya yang terus berdetak kencang,,,,aduhh apa ini,Man sadarr,ihh tapi si Erick ganteng bangett,,Man jangan bilang Lo suka sama Si Erickk,jangan sampe deh plis,,,,batin Lea.
Erick masuk dia melihat Lea sedang memegang dadanya dengan wajah yang merah merona,Erick kira Lea kesakitan.
"Lea Lo kenapa ada yang sakit,itu dadanya sakit bilang sama gw Le"ucap Erick terlihat khawatir,Lea menyerngit.
"lebay banget si Lo,gw gak kenapa-kenapa,i-ini ahh udah lah gw mau pulanggg"ucap Lea,dia sedikit merengek ke Erick.
"iya lo boleh pulang,tunggu Lo biar gw gendong"ucap Erick,membuat Lea melototkan matanya kepada Erick.
"Lo kira gw lumpuh apa sampe harus di gendong,gw cuman kecapean doang,Lo jangan Lebay plis deh"ucap Lea malas juga,mendengar Erick dari tadi perhatian kepada nya.
"bukan lebay Lea gw takut Lo kenapa kenapa,Lo kan kecapean nah jadi sekarang Lo gak boleh kecapean"ucap Erick, mendengarnya Lea memutar bola matanya malas.
"tau ah malas dengernya,awas minggir gw mau pulang,gak bakalan beres beres ngomong sama Lo"ucap Lea,lalu dia turun dari brankar dan pergi keluar tidak menghiraukan Erick yang memanggilnya.
"haiss,kalo gak cinta udah gw tabok"ucap Erick geram,eh tapi tunggu,,kalo gak cinta'?
Ericj tersenyum,lalu menggeleng geleng kan kepalanya,apakah gw mengakui jika gw cinta sama ...,pikirnya.
Erick melangkah keluar dari ruangan menuju parkiran tempat mobilnya dia simpan,disana terlihat lah Lea sedang mencak mencak menunggunya,Erick menghampiri Lea.
"Lo lama banget sih,gw udah nunggu lama panas lagii,,"ucap Lea ketus,dia melipat kedua tangannya di dada.
"sabar,sabar, lo harus sabar Erick menghadapi orang yang jiwanya keganggu"ucap Erick menyinggung Lea, Sontak Lea memukul dada Erick dengan keras,tapi anehnya bukan Erick yang kesakitan melainkan Lea.
"awww,,keras bangett"ucap Lea,mengusap ngusap tangannya yang sakit akibat memukul dada Erick yang keras dan lebar itu.
"Hahaha,makanya jangan suka mukul gw,ini dada hasil olah raga malam"ucap Erick ambigu,Lea yang mendengarnya membulat kan matanya, otaknya langsung traveling.
"dihh sana masuk cepetan gw mau pulangggg"ucap Lea sedikit berteriak di dekat telinga Erick.
'bip'
__ADS_1
Erick menekan tombol dikuncinya
"silahkan tuan putri"ucap Erick,membukan pintu untuk Lea.
"dihh"
"canda tuan putri haha"ucap Erick tertawa puas,lalu Erick mulai menjalankan mobilnya pulang menuju mansion milik keluarganya.
setelah beberapa menit diperjalanan akhirnya mereka pulang,mereka masuk kedalam dan disambut oleh bundanya.
"kalian habis darimana?aduhh bunda khawatir,,Syena udah pulang dari tadi kalian kok baru dateng,mana di telepon gak di angkat angkat lagi"omel bunda Gita,Lea yang mendengarnya merasa malas.
"biasanya juga mau pulang apa nggak,gak pernah tu ditelepon atau dikhawatirin"ucap Lea menyindir bunda Gita,Bunda Gita yang mendengarnya terdiam , ucapan Lea memang benar,dia tidak pernah khawatir tapi sebenarnya dia juga Khawatir tapi tidak pernah ditunjukan.
"Lea,,lo kok ngomongnya gitu sii,gak boleh gak sopan banget ngomong kaya gitu sama orang tua,gak punya attitude ya jadi orang"ucap Aesyen yang baru datang dari ruang televisi menegur Lea.
"lah,kok gitu gimana?gw kan ngomongnya sesuai fakta,dan gak punya attitude,yang gak punya itu siapa?gw apa Lo,gw itu kakak Lo tapi Lo ngomongnya kasar terus gak pernah manggil gw dengan sebutan kakak,mikir dulu sebelum ngomong"ucap Lea jengkel,saat Aesyen akan berbicara kembali,Bunda Gita memegang tangannya.
"udah Syena, bunda kan bilang sama kamu panggil Lea kakak kalo sampe bunda ngedenger kamu manggil Lea cuma pake nama uang jajan kamu bunda potong"ancam Gita,Aesyen menghentakkan kakinya kesal
Lea pun ikut pergi ke kamarnya dia sudah ingin merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk.
setelah kepergian Lea,bunda Gita hanya bisa menghela napas,dia tau kesalahannya sangat besar untuk dimaapkan apalagi Lea tau kali dia punya rahasia yang dia tutup rapat-rapat,dia takut suatu hari nanti Lea akan mengetahui isi dari rahasia itu,bukan hanya takut Lea yang mengetahui nya tapi takut Erick dan Aesyen pun mengetahuinya.
Erick yang melihat bundanya melamun,menghampiri bundanya,dia memanggil bundanya tapi tidak direspon lalu dia memegang kedua pundak bundanya hingga bundanya itu terlonjak kaget.
"Erick!kamu ini,bikin bunda kaget aja"ucap Gita marah dia mengusap ngusap dadanya.
"Erick bukan bermaksud ngagetin bunda, Erick udah panggil bunda tapi bunda gak nyaut bunda jangan dipikirin nanti juga Lea akan luluh,tapi bunda harus mengambil hatinya Lea secara perlahan-lahan bunda,berikan dia kasih sayang yang besar,itu yang Lea inginkan,bunda tau tadi disekolah Aesyen nelpon Erick kalo Lea berkelahi dengan temannya,saat Erick datang Lea sedang menjambak rambut temannya keras bun sampe rambutnya banyak yang berjatuhan"ucap Erick panjang lebar,Gita yang mendengarnya menutup mulutnya tidak percaya.
"benarkah?mengapa Lea menjambaknya Erick,mereka berkelahi karena apa?"ucap Gita kaget dia syok,merasa tidak percaya karena Lea anak yang baik.
"ya,,Lea berniat bala-""ucapannya terhenti karena seseorang.
"stop,berhenti jangan dilanjutkan"ucap seseorang itu yang ternyata Lea.
__ADS_1
"ini jadi rahasia kita,bunda jangan tau,ini urusan kita,gw mohon Lo jangan pernah ember kesiapapun"ucap Lea menatap tajam Erick.
"tapi kenapa Lea?,kenapa bunda jangan tau,bunda berhak tau kenapa kamu jambak teman kamu itu"ucap Gita sedikit tidak terima.
"apa bunda kasih tau Lea tentang rahasia bunda dan suamimu,Lea juga berhak tau karena itu adalah alasan kalian membenci kukan?"ucap Lea,ya inilah alasannya kenapa Gita jangan diberitahu,Lea akan memancing Gita agar dia memberitahu rahasia yang kemarin hampir terkuak.
"rahasia?rahasia apa bunda menyembunyikan rahasia apa? maksudnya rahasia itu adalah alasan kalian membenci Lea?apa Erick gak ngerti bun maksudnya apa?"ucap Erick ,dia penasaran dengan semuanya.
bunda Gita gelagapan harus menjawab apa baru saja tadi dia berpikir takut ketahuan,tapi sekarang dia hampir ketauan apa yang harus dia katakan kepada mereka.
"jika bunda mau maap dari Lea,bunda harus kasih tau rahasia itu biarkan hanya Lea saja yang tau bunda karena ini menyangkut kepentingan pribadi Lea"ucap Lea mencoba membujuk bunda Gita agar memberitahukan Rahasia tersebut.
"Lea,gw juga berhak ta-"
"DIAM LO!GW PERLU TAU ALASANNYA MENGAPA MEREKA MEMBENCI GW,DAN LO JUGA KENAPA LO JUGA IKUT BENCI GW HAH!!"ucap Lea membentak Erick
"pasti ada dong alasannya iyakan?" tambah Lea,sekarang Erick yang gelagapan dia haris menjawab apa karena dia sendiri tidak tau alesan dia membenci Lea.
"kenapa diam?hah"ucap Lea.
"bunda Lea tunggu bunda,bunda harus kasih tau Lea sebelum orang lain yang kasih tau Lea,dan Lea gak akan berbicara sama bunda sebelum bunda kasih tau Lea rahasia itu,Lea juga bakal pergi keluar dari rumah ini"ucap Lea,Erick dan Bunda Gita membulat kan matanya kaget dengan ucapan terakhir Lea.
"maksud kamu apa?kamu mau pergi ninggalin bunda"ucap Gita,matanya berkaca-kaca.
"Lea gak bakal kembali kesini kalo bunda gak kasih tau rahasia itu....."ucap Lea lalu dia berbalik pergi kekamarnya.
Lea mengambil koper diatas lemari lalu dia memsukan bajunya asal saat dia mengambil bajunya yang lain ada benda yang terjatuh ternyata itu tabungan,Lea mengambilnya dan membukanya betapa terkejutnya Lea melihat angka yang tertera ditabungan itu. didalamnya juga ada kartu ATM ini kesempatan dia berpikir di ATM yang bundanya kasih kemungkinan sangat sedikit untuk dia pakai jadi ini keberuntungannya.lalu dia menutup kopernya dan keluar dari kamarnya.
.
.
.
bersambung.
__ADS_1
haii gayys datang lagi ini sekarang katanya agak banyak,jangan lupa like dan votenya yaa,,dukung terus karya othor.