Transmigrasi Gadis Bar Bar

Transmigrasi Gadis Bar Bar
Ban 63


__ADS_3

tunggu! kenapa ibunya bisa ada dikota ini? Lea tidak mencarinya karena dia berpikir bahwa ibunya tidak masuk ke dunia ini......,tapi mengapa Lea bisa berpikir bahwa ia masuk dunia lain, ia berpikir ia masuk didunia lain bukan seperti di dunianya yang asli, Arhgg pusingg, Author juga pusing samaa.


"Ibu....."lirih Lea, wajah yang keriput kering dan baju yang lusuh sungguh membuat hati Lea tercubit, ia disini bisa merasakan kenikmatan mewah sedangkan ibunya...., dia merasa sangat bersalah.


"ibu ini aku Man-


Lea tidak melanjutkan bicaranya karena ibunya tidak mungkin akan percaya jika dia bilang kalo Manda bertransmigrasi ke tubuh Lea, mustahil percaya.


"maap, udah bikin kekacauan"Lea menunduk.


"gak papa nak, sing penting kamu gak papa, kalo ada masalah jangan menyerah harus maju lawan itu masalah"ucap ibunya tersenyum di wajah yang hampir keriput itu.


Lea tersenyum,


"emm!, Lea akan menjadi orang yang lebih kuat dan sabar, oh emm, ibu..., ibu Ani kan?"tanya Lea dengan hati-hati, Ibunya mengerutkan keningnya.


"iya, kamu bisa tau dari mana?"


"hehe, kebetulan aku temennya Man-da"ucap Lea gugup, Ibu Ani mengangga.


"oalahh, temennya Manda? anak ibu Manda?"tanyanya heboh, Lea mengangguk, ibu Ani memegang kedua bahu Lea.


"Namanya siapa?"tanya ibu Ani dengan sorot mata yang sendu.


"Azalea Caroline, ib-..em tante"ucap Lea kikuk.


"cantik banget namanya, kaya orangnya, ngomong-ngomong dari kapan kalian temenan perasaan ibu gak tau Manda punya temen secantik ini"puji ibu Ani.


"ah tante bisa aja,,emm, sejak smp tante"ucap Lea ngarang.

__ADS_1


"Smp? tapi Manda gak pernah cerita ya soal kamu"Heran ibu Ani, Lea cengengesan bingung ingin menjawab apa.


"emm, Leanya tante yang gak mau Manda buat bilang-bilang soalnya ehh itu malu!, eh iya malu tan"jawab Lea gugup.


"lah malu kenapa?"tanya Ibu Ani mengerutkan keningnya.


"ehh, dulu itu Lea anaknya pemalu, Lea juga ga punya temen selain Manda"ngarang Lea tidak sepenuhnya ngarang karena emang kenyataan Lea itu dulu pemalu dan tidak punya teman bukan??.


"kasian sekali kamu nak, terus sekarang gimana masih belum punya temen?"tanya Ibu Ani.


"itu dulu tante sekarang Lea udah punya temen buanyak banget hehe"jawab Lea, dia sudah senang walaupun ibunya tidak mengetahui bahwa anaknya yang dia kira sudah meninggal ternyata ada dihadapannya, jiwanya masih ada.


ibu Ani tertawa, Lea bahagiaa bisa melihat tawa ibunya lagi.


"aduhh, jam berapa ini ,nak? gak kerasa ngobrol sama kamu jadi lupa waktu hhehe"ucap Ibu Ani terkekeh.


Lea melihat jam tangannya ternyata sudah jam 5:09, tidak terasa sudah hampir 3 jam dia berbicara dengan ibunya, rasanya baru sebentar.


"ah gak usah ibu bisa sendiri, ibu harus pulang belum masak, kamu pulang sana kalo ada masalah kamu temuin ibu aja ya, rumah ibu gak jauh kok dari sini"ucap ibu Ani, entah kenapa rasanya dia merasa dekat dengan anak ini, itu yang dirasakan ibu Ani.


"ah iya baik tante"ucap Lea.


"jangan panggil tante panggil ibu aja,kaya Manda manggil ibu, yaudah ya ibu pulang dulu"pamit Ibunya, Lea menahan tangan ibunya.


"eh ibu maap, pasti gara-gara Lea pasti ibu gak kerja, jadi ini uang buat ibu gak ada penolakan! ,Lea pamit permisi!"ucap Lea menyerahkan 10 lembar uang merah, lalu ia pergi begitu saja karena ia tau Ibunya tidak pernh mau menerima sepeserpun dari orang kecuali dia melakukan pekerjaan yang dilakukannya.


Lea menyebrang Dengan hati-hati, saat akan memanggil taksi dia teringat belanjaannya.


"mampuss! belanjaan gue dimanaaa"Lea panik.

__ADS_1


"aaaaaahh, gak mau hiks, dimana belanjaan gue hikss, gak mauu"tangis Lea pecah, dia tau Lea orang kaya sultan tapi dia tidak terima uang yang hampir 600 ia keluarkan hilang begitu saja gak mauu.


"hiks ceroboh banget sii Leaa"Lea berjongkok sambil menelungkupkan kepalanya sambil menangis tidak rela.


brukk, srek


suara barang dan kresek di simpan bersamaan.


Lea mendongakkan kepalanya ke atas.


"pak Kenny.."gumam Lea, di melihat 2 kantung belanjaannya, matanya berbinar seketika, Lea berdiri seketika.


"pak, kok belanjaan saya ada di bapak sii?"Tanya Lea heran dia memeriksa belanjanya.


"makasih banyak loh pakk, saya kira tadi belanjaan saya hilang di ambil maling, sekali lagi makasihh"ucap Lea membungkukkan badannya.


"hemm, lain kali jangan teledor, nyebrang juga hati-hati liat kiri kanan, kalo udah mati baru nyesel"celetuk Kenny dengan dingin, Lea melongo.


"pak ngena banget sii bicaranya, saya juga gak mau matii tadi saya ngeliat orang tua yang sakit makanya saya langsung lari tanpa liat kiri kanan"ucap Lea memberi alasan palsu yang pastinya tidak masuk akal di pikiran pak Kenny.


"terserah kamu, saya hanya memperingati, permisi!"pamitnya, lalu pergi dari hadapan Lea.


"ishh, main pergi aja gak tau apa dihadapannya itu cewek emangnya cewek kuat bawa barang banyak gini...,kuat sii tapi gue ribett"gerutu Lea, untungnya tidak berapa lama ada sebuah taksi berhenti, jadi Lea memanggilnya.


.


.


.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2