
Lea berdecih melihat siapa yang ada dihadapannya sekarang.
"ada apa?"tanya Lea dengan malas.
"Nak,ayah hari ini datang menjemput kamu,dari tadi ayah menunggu kamu"kata ayah Lea,Lea memutar mata malas.
"Lea gak nyuruh buat jemput"desis Lea.
Pak Hendra menghela napas,meminta maap Lea sungguh sangatlah susah tidak seperti apa yang dia pikirkan.
"Lea bukankah ini impian kamu dijemput oleh ayah,hari ini ayah kabulkan, ayah datang untuk menjemput anak ayah"ucap Hendra dengan sendu.
"heh, Terlambat,Ayah impian anakmu itu sudah terhapus oleh semua perlakuan yang tidak menyenangkan"skak Lea,lalu Lea pergi begitu saja dari hadapan Ayahnya yang menunduk menahan air mata,Hendra berbalik untuk mengejar Lea.
"Lea,Nak,tunggu ayah mohon dengerin ayah dulu,ayah minta maap sayang,ayah salah,ayah minta maap"ucap Hendra dengan air mata yang merembes keluar,tapi Lea tidak peduli dia terus berjalan dan menyetop taksi.
Lea membuka pintu taksi dengan segera dia masuk kedalam,dan menutupnya,Hendra mengetuk ketuk kaca mobil.
"Lea,tungguin ayah nak,dengerin dulu,...LEAAAA"teriak Hendra diakhir kalimat.
dimobil Lea melamun,apakah dirinya terlalu keterlaluan, apakah dirinya juga dosa walaupun ini bukan raganya tapi jiwanya masuk kedalam tubuh ini.
"gue ngerasa tuhan gak adil kepada Lea, kumohon tuhan jagalah Lea dengan baik disaana,dia sudah terlalu menderita"batin Lea .
bapak supir taksi melihat Lea yang sedih,dia juga melihat ada sedikit penyesalan dimatanya.
__ADS_1
"bukan mau ikut campur dengan urusannya Neng,cuman bapak cuma mau ngingetin doang kalo memaafkan itu lebih baik daripada membalas dendam"Nasihat Bapak taksi.
Lea hanya tersenyum, orang-orang tidak akan tau apa yang dirasakan oleh Lea.
"cih, memaafkan lebih baik,gak, setelah apa yang mereka lakuin terhadap Lea sampai dia depresi dan memutuskan untuk bundir dengan mudah gue memaapkan mereka haahha gue gak sebaik itu untuk memaafkan mereka"batin Lea.
mobil taksi itu berhenti,Lea turun setelah membayar ongkos dan dia juga memberi sedikit tips untuk bapak supirnya.
Lea membuka pintu Apartemen dengan lunglai mood-nya hancur seketika,dia sudah senang karena sudah membalas Jessica.
"Arhhgg!sialan gue benci hidup kaya gini,kenapa hidup gue selalu banyak masalah jadi Manda banyak masalah jadi Lea oun gue banyak masalah,mau lo tu apa sih hidupp,Apaaa!!!!"teriak Lea prustasi untung apartemen ini kedap suara jadi Lea berteriak pun tidak akan ada yang tau, namanya juga Apartemen mahal fasilitas nya juga harus bagus.
"hah, daripada gue teriak teriak kagak ada paedah mending gue nonton"ucap Lea mencoba menghibur dirinya dengan menonton TV.
[Pemirsa,Hakim sudah menentukan masa penjara untuk saudari Gita Wijaya selama 10 tahun penjara dengan denda sebanyak seratus juta rupiah]~Reporter.
"ahh ternyata benar menonton cukup menghibur"ucap Lea dengan senyum yang mengembang.
di TV itu memperlihatkan acara sidang yang sedang berlangsung,saat Hakim menyatakan hukuman untuk Gita,Gita histeris seketika dia tidak percaya akan hidup dipenjara selama sepuluh tahun.
"heh,itu gak sebanding dengan penderitaan Lea bukan sepuluh tahun lagi tapi berbelas belas tahun woyyy"desis Lea.
Hp Lea berdering ,ada telepon masuk dari no tidak dikenal.
"saha nih"ucap Lea menaikan sebelah alisnya.
__ADS_1
Lea mengangkat telepon takut itu penting.
[Hallo]~Lea.
{......}
{hah?terus gimana keadaannya?}~Lea.
{......}
{ya,ya, gue kesana sekarang, lokasinya dimana?}
{......}
{Ok, thanks,gue kesana sekarang}.
Lea mematikan sambungan teleponnya,lalu dia pergi ke kamar untuk bersiap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
__ADS_1
bersambung.