Transmigrasi Gadis Bar Bar

Transmigrasi Gadis Bar Bar
bab 55


__ADS_3

Erick termenung selama perjalanan menuju kamar tempat Lea dirawat, apakah Ayahnya mendapatkan karma,dia menghela napas panjang.


Erick membuka pintu ruangan perawatan.


"Lea..."lirih Erick matanya berkaca-kaca sungguh cobaan yang sangat berat dia membayangkan bagaimana kerasnya Lea menghadapi bulyan di sekolahnya terlebih dirinya maupun yang lain tidak peduli.


"bagaimana keadaannya?"tanya Erick kepada suster Vanya.


"kondisinya stabil dia hanya perlu istirahat,tadi sempat bangun mungkin karena efek obat di terlelap kembali"ujar suster Vanya,saat itu dia tengah menatap Lea,lalu matanya menatap Erick yang juga tengah menatapnya jadi terjadinya tatap menatap.


"ehhk,kalo begitu saya keluar tuan,saya akan mengirimkan makanan untuk Nona Lea dua jam lagi"ucap suster Vanya salting.


"emm"


lalu Suster Vanya melangkah pergi.


"huuh, entah ini perasaan sayang kakak terhadap adiknya entah apa tapi yang jelas,hati gue sakit dan sedih melihat kondisi Lea"batin Erick.


Erick merasa hidupnya berantakan,Bundanya di penjara,Ayahnya lumpuh,dan Aesyen yang tidak pernah menunjukkan keceriaannya lagi semenjak Bundanya dilenjara.

__ADS_1


Sunyi


itu yang dirasakan oleh Erick tidak ada canda tawa yang menemaninya lagi ketika dia berangkat kuliah biasanya dia disambut oleh omelan Bundanya tentang ini lah itulah tapi sekarang tidak ada lagi,dia tau jika Bundanya salah tapi dia hanya seorang anak remaja yang masih mengharapkan keluarganya bahagia.


tanpa sadar air matanya meleleh keluar.


"hiks,loe lemah banget Erick,loe cowok men, cowok,segini aja loe udah lemah apa kabarnya dengan Lea yang kuat,hiks"ujar Erick kepada dirinya sendiri.


"iya lemah banget,gak malu apa sama adiknya,badan aja L-MEN tapi jiwa hello Kitty"


Erick yang menunduk tersentak dia melihat kearah Lea,dia bukannya reda tapi malah menjadi,Lea sedih sekaligus gemas dengan Erick.



tampan dan menawan itulah yang pantas untuk Erick,bahkan saat nangis pun dia tetap tampan dan malah bertambah cutee,pikir Lea.


"Lea hiks,kamu bikin khawatir tau gak"


"maafin udah jangan nangis lagi,gue bisa ikutan nangis"

__ADS_1


Erick mengambil napas panjang,lalu dia mengusap air matanya dan tersenyum kotak


"Lea,maafin gue,yang dulu suka nyuekin loe dan suka bikin loe nangis,maafin gue,dan gue juga mohon sama loe untuk maafin Ayah dan Bunda, sekarang mereka udah ada balasannya mungkin balasan untuk gue juga bakalan nyusul,jadi plis maafin gue"ucap Erick panjang Lebar.


"jujur untuk memapkan lo itu mudah,tapi untuk memaafkan mereka itu sulit karena hati gue sakit,Ayah yang seharusnya ada disaat anaknya terpuruk yang seharusnya melindungi anaknya ketika ada yang menjahatinya Ayah yang seharusnya memeluknya, menenangkannya,dan memberi nasihat lembut untuk anaknya,tapi itu semua gak berlaku untuk gue,gue butuh itu semua gue butuh,dan gue sakit hati banget sama Bunda loe yang membuat Ayah gue membenci gue sendiri,maapin gue"jelas Lea panjang lebar dengan menundukkan kepalanya.


"hei,gak perlu minta maap,gue yang salah disini,gue tau perasaan loe yang kecewa tapi gue masih paksa paksa loe buat maafin mereka"ucap Erick.


"sekarang pokoknya loe jangan pernah ngejauh dari gue,jangan pernah ketus lagi sama gue,gue mau memperbaiki hubungan kita sebagai seorang kakak dan adik,mulai sekarang lo panggil gue Abang bisa kan?"ucap Erick.


Lea berpikir sejenak,tidak ada salahnya bukan untuk memulai kembali, lagipula dia belum pernah merasakan bagaimana rasanya mempunyai seorang Abang.


"iya bisa,hiks makasih Abang,makasih"tangis Lea,lalu Erick merengkuh Lea dengan penuh kasih sayang.


.


.


.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2