Transmigrasi Gadis Bar Bar

Transmigrasi Gadis Bar Bar
bab 66


__ADS_3

Brukkk


Lea melemparkan dirinya kekasur dengan posisi tangkurep.


"huh"Lea menghembuskan napas kasar, dia tidak memikirkan resiko dia lebih memikirkan dendam dan kebahagiannya.


"bagaimana ini? sepertinya Ayah udah tau kalo gue bukan Lea tapi dia berpura-pura gak tau, Huhh Leaaaa bantuin gue hiks mencapek"keluh Lea sembari menutup wajahnya dengan bantal.


Tring!


Lea membuka hp nya karena mendengar suara pesan masuk, Lea menyerngit ketika melihat pesan masuk dari no yang tidak dikenal.


"siapa nih"


'08*******67'


[besok temui saya pagi jam 7 di ruangan saya,saya mengajari kamu mulai besok tidak menerima penolakan!!]


[Kenny]


Lea mengangga melihat pesan dari guru yang menurutnya nyebelin.


"dih si guruuu, dengan seenak jidatnya lu bilang tidak ada penolakan, gimana kalo muridnya itu lagi ada halangan atau lagi sakit,… dasar gila!"umpat Lea dengan memandang Hpnya kesal, bukan Hpnya tapi no yang mengirim pesan kepadanya.


"arhgggg huuhuhu maamaa, pengen balik lagi ke tempat gue, jadi kangen sama temen-temen gue"rengek Lea prustasi, dia mengenang kembali masa-masa saat dia berada di tubuh aslinya,tanpa sadar matanya terpejam mengantuk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Leaaa!!"seseorang memanggilnya.

__ADS_1


Lea menoleh kearah orang yang memanggilnya, dia menatap bingung orang itu, siapa dia? dan dimana ini?.


"Lea, haii"sapa orang itu ketika dia sudah sampai dihadapan Lea.


ini siapa main say hai aja


batin Lea.


"siapa lo?"tanya Lea, orang itu tersenyum lebar bukannya menjawab, Aneh!.


"aku Azalia Carolina"jawabnya dengan mengulurkan tangannya untuk dijabat.


"kok sama kek gue namanya, cuman beda satu hurup aja"batin Lea.


"iya nama kita sama karena kita bersaudara kembar tapi tak seidentik"jawab Lia, seolah tau yang ada dipikiran Lea.


"hah gimana-gimana?"tanya Lea yang kurang mengerti dengan jawaban Lia.


"aku cuman mau memberitahu kamu kalo pelaku pembunuh Bunda itu Nenek kita atau Nenek aku dan Lea, Bukan Bunda Gita,dan orang-orang tau bahwa Nenek tua itu sudah meninggal padahal dia masih ada dia bersembunyi dengan cara berpindah-pindah tempat bahkan negara"tuturnya.


"jadi?…"


"ya kau cari semuanya dengan bantuan Bang Erick dia pasti akan mempercayaimu, oh dan tentang Ayah , dia tidak akan mengetahuinya kecuali kamu memberitahunya dan dia tidak akan percaya, kau tenang saja"ucap nya sembari menepuk-nepuk pundak Lea dengan lembut.


"kau seperti seorang kakak bukan seorang Adik"kekeh Lea, Lia tersenyum mendengarnya.


"aku kembali, sampai jumpa nanti"pamitnya sembari melambaikan tangannya dia seperti tersedot oleh cahaya yang terang.


Tunggu..

__ADS_1


sampai Jumpa nanti, maksudnya apakah kami akan bertemu lagi??.


"ternyata masih banyak teka-teki yang harus gue pecahin, huh"ucapnya setelah itu dia tidak sadarkan diri.


dringg, dringg


Lea membuka matanya perlahan, dering telepon membuatnya terbangun dari mimpi indahnya.


"eehhh, siapa sih"dengan suara yang serak.


Lea mengangkatnya, ternyata dari Erick.


"Hal-…


"Leaaa! kamu kemana aja gue dari tadi teleponin lo, gak lo angkat-angkat"Lea menjauhkan teleponnya dari telinga, Erick lama-lama jadi kek emaknya yang lagi ngomel, Lea melihat ke layar Hpnya matanya membelalak ketika melihat puluhan panggilan tak terjawab dari Erick.


"segitunya ya lo, telponin gue , gue kagak kemana-mana gue ketiduran"jawab Lea dengan mata yang masih mengantuk.


"lu bikin gue khawatir tau gak, gue kira lo gk nyampe rumah, takutnya lo diculik"Erick.


"hus! ngadi-ngadi lu kalo ngomong"dengus Lea.


"iya kan gue kira, emm Lea gini perusahaan udah lama gak ada yang ngehandle gue takutnya nanti perusahaan jatuh keorang yang gak tepat, gue mau nerusin itu perusahaan sambil kuliah, ribet keknya tapi mau gimana lagi Ayah juga kondisinya gak memungkinkan, dia juga memaksa gue untuk nge handle perusahaannya, kalo menurut lo gimana?"tanya Erick panjang lebar disebrang sana.


"emm kalo kata gue si lo kuliahnya dari rumah aja gini maksudnya abang lo lanjutin kuliahnya dirumah, jadi kuliah online, ngerti gak lo jadi gak ribet, dan gak cape juga terus Lo minta dosen untuk ngebimbing lo ,gimana?"usul Lea.


"bagus juga ide lo, ok thanks"setelah itu Erick menutup teleponnya.


"dih, dasar main matiin aja"dengus Lea menatap hpnya.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2