
Lea tengah bersiap-siap hari ini rencananya dia dan Erick akan mengunjungi Bunda Gita di penjara.
"bang lu udah siap?"tanya Lea dia membuka pintu kamar Erick,Erick sedang bercermin merapihkan rambutnya.
"siap bentar ini rambut gue kusut"jawab Erick tanpa menoleh ke Lea.
"yaelah udah,lu udah ganteng"ucap Lea malas.
"wah thanks seorang Lea mengakui gue ganteng"ucap Erick dengan senyum yang kotak.
"dih nyesel muji"ucap Lea sinis.
"udah ah,ayok"ucap Erick dia keluar dari kamarnya.
"dih siapa yang ngajak ribut duluan"sungut Lea.
Lea mengikuti Erick dari belakang,Lea mengamati Erick dengan seksama Erick sangat tampan dan gagah dia tidak munafik jika ia pernah ada rasa suka dengan Erick siapa sih yang gak baper di khawatirin di lembutin ah tapi rasa itu perlahan menghilang dengan seiring berjalannya waktu.
"abang mau kemana?"tanya Aesyen saat melihat Erick keluar dengan rapih,Aesyen menghampiri Erick tapi saat dia melihat Lea tiba-tiba dia mengamuk.
"LEAA!! BERANINYA LO MASUK RUMAH GUEE!!"teriak Aesyen,Lea terkejut begitupula dengan Erick.
"Syenaa!!"tegur Erick dengan menatap tajam Aesyen,tapi Aesyen tidak peduli dia malah semakin menjadi.
"gara-gara lu hidup keluarga gue hancurr berantakan,Bunda gue dipenjara gara-gara Lu SIALANNN!!"Maki Aesyen dengan menunjuk Lea,matanya tersirat penuh dendam,Lea hanya diam dengan santai tidak menunjukkan raut wajah bersalah dan takut dia menunjukkan wajah yang seperti meledeknya,hal itu membuat Aesyen kesal dibuatnya.
"Syena!Bunda dipenjara karena kesalahannya sendiri,bukan karena Lea ataupun Ayah,kamu tau jika Bunda mengakui kesalahannya saat dulu mungkin Lea tidak akan menderita,kamu harus ingat itu,disaat kamu dan abang dimanja dan disayangi tapi tidak dengan Lea,dia pasti iri dengan itu semua itu!"sentak Erick dengan sedikit keras,Aesyen mematung,matanya berkaca-kaca,dia tidak terima di bentak seperti itu.
"kok abang malah ngejatuhin Bunda, gara-gara dia juga kita udah gak ngerasain hangatnya keluarga lagi,abang juga jangan munafik Abang juga gitu sama si Lea iya kan"balas Aesyen dengan lantang.
__ADS_1
"Abang akui,kalo dulu abang jahat banget sama Lea,tapi abang berusah untuk merubah sikap abang kepada Lea,abang tau abang munafik,abang salah banyak banget salah sama Lea tapi abang memperbaiki hubungan abang dengan Lea,dan abang juga gak ngejatuhin bunda,enggak Bunda salah,kamu bilang kita jadi kehilangan kehangatan keluarga lantas bagaimana dengan Lea yang tidak pernah merasakan kehangatan sedari dulu,kamu renungin itu semua kamu pikir pake otak yabg jernih jangan pernah merasa jika kamu yang paling tersakiti,No Lea yang paling menderita disini ingat itu"Balas Erick dengan tegas,Aesyen menggeleng geleng kan kepalanya tidak menyangka kalau Erick berbicara seperti itu,watak Aesyen sanagtlah keras seperti Hendra dia harus diberi kenyataan yang jelas agar bisa berubah.
"ABANG BERUBAHH,ABANG SAMA AYAH BERUBAH GAK ADA YANG PEDULI SAMA SYENA DAN BUNDA!!"raung Aesyen dengan keras dia tidak peduli dengan pembantu yang menyaksikan keributan itu.
"SYENAA!! JAGA MULUT KAMU!!"bentak Erick,Lea hanya menyaksikan keributan itu dengan wajah datar dia masih memantau kondisinya kapan dia harus bertindak.
"INI SEMUA GARA-GARA LOE,LEAA!!!"Teriak Aesyen dia menerjang tubuh Lea hingga terjengkang kebelakang membentur lantai,Aesyen akan menampar Lea tapi Lea menangkisnya dia mendorong Aesyen dengan keras sekarang Aesyen jatuh tengkurap ke lantai.
"SYENA!!"Sentak Erick lagi,dia membantu Lea berdiri hal itu membuat Aesyen cemburu,Lea menghampiri Aesyen dan menariknya sehingga Aesyen berdiri lalu dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan,
Plakk,
"awhs"Aesyen memalingkan wajahnya kesamping,pipinya terasa panas tamparan Lea tidak main-main.
"kenapa sakit?itu yang gue rasain ketika gue nyari perhatian dari Ayah dan Bunda tapi malah dapet tamparan,lu gak akan sesakit ini karena lu dapetnya dari gue coba lu rasain jadi gue,gak pernah dapet kasih sayang orang tua,di bully disekolah,di maki di caci,Lu enak disekolah lu dipuji-puji di rumah lu disayang sedangkan gue,dan lo sekarang bilang kalo itu semua gara gara gue, lu kehilangan kehangatan keluarga,SADARR WOYY,gue kehilangan kasih sayang dari seorang ibu dan Ayah itu gara gara Bunda lo,buka. sebulan dua bulan,setahun dua tahun bukan belasan tahun,harusnya gue waktu kecil itu dapet pelukan seorang Ayah kehangatan keluarga tapi apa?kebencian yang gue dapet,gue menderita belasan tahun,lu yang cuman sebulan dua bulan merasa paling tersakiti,heh GAK TAU DIRI!"Balas Lea dengan panjang Lebar dia menekan kata terakhir,Aesyen terdiam begitupun Erick.
"nyesel?heh keknya gak mungkin orang kek lu gak bakalan jera"ucap Lea dengan sinis,lalu dia berlalu keluar dari hadapan Aesyen dan Erick moodnya jadi jelek karena Aesyen.
"ARHHGGG,SIALAN!!"Raung Aesyen dia menjatuhkan dirinya dilantai bahkan dia berguling-guling dilantai untuk meluapkan kekesalannya terhadap Lea dan Erick.
"Leaa"panggil Erick,Lea menoleh.
"Lea abang minta maap sama lu,abang nyesel maksa kamu buat ikut kerumah"ucap Erick.
"ah elah apaansi itukan salah si Aesyen lagi pula mau bagaimanapun Aesyen juga tetep adek gue"ucap Lea dengan terkekeh.
"maapin abang,abang egois dan munafik,kamu berhak buat mukul abang dan marahin abang sepuasnya"ucap Erick menundukkan kepalanya.
"ish udahlah maap mulu dari kemaren udah gue maaapin,emangnya abang bakal kuat gitu ngadepin pukulan dan kemarahan gue"ejek Lea.
__ADS_1
"ya kuat lah gini-gini juga abang pemegang sabuk hitam di taekwondo"pamer Erick bangga.
"wihh atutt"remeh Lea.
"wah nantangin"ucap Erick.
"udah ah,kita mau jenguk bunda jadi gak?"tanya Lea.
"jadilah,tunggu abang keluarin dulu mobilnya"ucap Erick,Lea menganguk.
beberapa menit Erick datang dengan mobilnya.
"ayok"ajak Erick,Lea masuk kedalam mobil.
perjalanan menuju kantor polisi hanya memerlukan waktu setengah jam untuk sampai.
Lea dan Erick masuk kekantor polisi.
lalu mereka mengatakan ingin menjenguk Gita,lalu kepala polisi menyuruh penjaga untuk memanggil Gita,tidak berapa lama Gita keluar di dampingi oleh penjaga polisi.
langkah Gita terhenti ketika melihat Lea dan Erick.
"Lea..."lirih Gita dengan sendu,Lea menelisik keadaan Gita,tubuh yang kurus wajah yang kusam,kerutan dimana-mana,dengan rambut yang acak-acakan, membuat hati Lea sedikit terenyuh dengan kondisi Gita.
"Bunda.."lirih Lea.
.
.
__ADS_1
.
bersambung.