
"kenapa?"
"a-ah itu aku permisi"ucapnya gugup dia alan berbalik tapi Lea menarik tasnya kebelakang hingga dia terbawa kebelakang.
"kenapa kok gak diterusin ngomongnya?lanjutin dong ini orangnya udah did,xepan loh"bisik Lea ditelinga siswi itu.
"maapin aku Lea,itu cuman becanda,iya bercanda jangan diambil hati ya"ucapnya memelas ketakutan.
"becanda apa bercanda?inget ya kali ini lo gue maapin tapi lain kali,NO, loe gak akan bisa lepas dari gue, Herlina!"ancam Lea kepada Siswi bernama Herlina itu,dia mengangguk-anggukan kepalanya dengan cepat.
"gue awasin lu!"ancam Lea dengan berlalu dari hadapannya.
"fyuhh, untung dia udah pergi gue kalo berhadapan sama dia keknya ketemu sama harimau ihh serem"Herlina bergedik ngeri.
"sutt!lo tu ya udah diperingati sama Lea juga masih aja ngomel"ucap temannya heran dengan dia yang masih bisa mengomel.
"Leaaaaa!"teriakan melengking membuat seluruh siswa siswi dikelas Lea mendelik tidak suka karena pendengarannya terasa berdenging.
"Naraa!ih berisik ngapain teriak-teriak,lihat tuh mereka pada liatin lo"tegur Lea,Nara cengengesan.
"ya habisnya aku kangen sama kamuu, gimana keadaan kamu udah sehat?"
Lea mengangguk sambil berjalan ke bangkunya.
"sehat, kalo gue gak sehat gue gak bakalan ada disini"jawab Lea, mendaratkan bokongnya di bangku.
"ish kamu mah, dasar!"gerutu Nara.
"udah mana gue mau liat catetan lu"tidak sekolah selama 2 hari membuat catetan Lea kosong karena Lea adalah anak yang tidak mau terlewat pelajaran jadi dia ingin menyalin catetan Nara.
"nih, aku gak dirangkum soalnya gak ada kamu jadi bosen aku mau ngapain yaudah aku tulis aja semuanya"ucap Nara sembari menyodorkan buku tulisnya.
Lea menerimanya,
"ditulis semua? emang banyak ya?"
"heem banyak 15 kaca"jawab Nara.
"ishh banyak banget, nanti aja lah dirumah gue pinjem ya"
"iya sok aja"
"guru woyy! guruu!"teriak salah satu siswa dengan berlari ke arah bangkunya.
"selamat pagi anak-anak"sapa seorang Guru.
"Pagii buu!"jawab serentak.
"okee sebelum memulai pelajaran, alangkah baiknya kita berdoa dulu,silahkan dipimpin oleh ketua kelasnya"perintah Bu Gea.
"baik bu, semuanya sebelum belajar kita mulai berdoa sesuai Agamanya masing-masing,berdoa dipersilahkan"
__ADS_1
Lea bingung dia tidak tau agamanya apa tapi agama yang dulu dia adalah penganut agama Kristen, jadi dia berdoa sesuai agamanya.
"selesai"
"ok sekarang Kita lanjutkan pelajaran minggu kemarin!"
Kringgggh.
bel istirahat berbunyi nyaring.
"Kantin yukk"ajak Lea Nara menganguk.
"ayok, perut aku dari tadi keroncongan minta diisi"ucap Nara dia menggandeng tangan Lea keluar.
kantin sekolah sudah penuh dengan siswa siswi, sebenarnya ada tapi itu sepertinya seorang guru, Lea menarik Nara ketempat duduk itu dari pada lapar dan keburu masuk mending ikutan duduk bersama Guru itu,tapi sebelum itu Lea memesan makanannya dan Nara.
"permisi"
Guru itu menoleh kearah Lea, loh...
"Pak Kenny"sapa Lea terkejut ternyata yang duduk itu pak Kenny, pantesan murid perempuan selalu memperhatikan bangku itu Lea kira mereka ingin duduk disana tapi sungkan Karena itu seorang Guru, dan tumben juga Kenny makan di kantin.
"emm, maap sebelumnya tapi apkah boleh saya dan teman saya ijut duduk disini karena tempat lain sudah penuh"ucap Lea minta izin dengan penuh harap.
"hem, silahkan"jawabannya sanagt singkat sekali, Lea tersenyum lebar.
"terimakasih pak"
Kenny mengangguk sambil memakan makanannya.
"ayok dimakan! malah dilihatin gak bakalan masuk ke mulut kalo diliatin mulu mah"ceplos Lea, Nara meringis karena ceplas-ceplos Lea.
Nara menendang kaki Lea dengan kecil.
"kenapa?"dengan polosnya Lea menjawab.
"gak ah"Nara gemas dengan Lea, ingin rasanya dia bilang 'Leaa ini disamping kamu ada guru lohh, apalagi gurunya guru killer'.
Pak Kenny telah menghabiskan makanannya.
"Lea"
"yahh"jawab Lea tanpa mengalihkan pandangannya.
"Lea saya panggil kamu kenapa kamu tidak melihat ke arah saya!"
Lea menoleh kearah pak Kenny.
"lah ini guru kenapa?"batin Lea bertanya-tanya.
"iya pak, maap"ucap Lea buru-buru minta maap karena ia tidak mau menimbulkan masalah pada orang yang telah membantunya.
__ADS_1
"setelah makan pergi keruangan saya, ada yang perlu saya bicarakan dengan kamu ini soal nilai kamu"
setelah mengucapkan hal itu pak Kenny berlalu dari hadapan mereka tanpa menunggu jawaban dari Lea, Lea masih mencerna ucapan Kenny.
"hah? nilai, Nara nilai gue jelek yaa?"tanya Lea meminta pendapat dari Nara.
"gak tau lah, aku kan bukan guru"jawab Nara sambil memakan makanannya dengan lahap.
"ishh, jadi gak selera makan kalo gini, dingin bangett itu guru"gerutu Lea, dia menatap makanan yang tadi sungguh sangat mengungah slelera tapi sekarang untuk melihatnya saja tidak mau.
"yaudah deh, Nar gue mau keruang tu guru dulu nya, lo gak papa kan gue tinggal?"tanya Lea memastikan Nara.
"emm, kamwu dhulwuan awjah"jawab Naea tidak jelas karena mulutnya penuh dengan makanan saking lapernya kali ya, tapi perasaan tadi mah diliatin mulu, apa karena udah gak ada guru dingin itu.
"yaudah gue cabut, bayy"
Tok, tok,tok.
Lea mengetuk pintu ruang pak Kenny.
"Masuk!"
Ceklek.
Lea masuk kedalam dia melihat Kenny yang sedang membaca buku dengan kacamata bacanya.
jika dilihat Kenny sangat keren dengan kemeja yang digulung sampai siku, wajah yang tampan bukan!, bukan tampan lagi melainkan 💯 tampan, dan owhh jangan lupakan 2 kancing kemejanya yang dibuka secara sengaja menjadikan sangat seksi, Vibesnya berasa lagi berhadapan dengan seorang CEO tampan.
"cepat sekali"
"Hah?"Lea tersadar dari amatannya terhadap pak Kenny.
"kau belum makan?"
"ah, sudah pak, ngomong-ngomong ada yang salah dengan nilai saya pak?"tanya Lea dengan hati-hati dan berharap semoga dugaannya salah.
"saya melihat dari data ujian tahun kemarin nilai kamu sangat baik, tapi setelah saya cocokan dengan nilai kamu yang sekarang itu sangat berbanding terbalik, Apakah sebelum-sebelumnya itu hasil kamu atau bukan?"
"duh mampus! gimana gak nurun coba secara nilai gue dulu anjlok bangett, wah gue baru nyadar duh jawab apa yaa"batin Lea dengan gusar.
"Azalea Caroline!"
"ah iya pak, eh itu anu saya... saya tidak tau pak, tapi saya jujur kalo itu jadil saya sendiri, sure pak seratus persen"jawab Lea dengan membentukkan jari telunjuk dan jari tengahnya menjadi hurup V.
"Yakinn?" Kenny meremehkan jawaban Lea.
"sure, bapak jangan meremehkan saya yah, saya tahun ini lagi banyak masalah jadi mungkin saya jadi lupa untuk belajar"jawab Lea dengan kesal, secara tidak sengaja Lea memberitahu Kenny bahwa dia mempunyai masalah.
.
.
__ADS_1
.
bersambung.