Transmigrasi Gadis Bar Bar

Transmigrasi Gadis Bar Bar
bab 32


__ADS_3

Lea keluar dari kamarnya, rambutnya terlihat basah,,sangat indah.


"ahh,seger banget,udah dateng belum pesenannya?"tanya Lea.


"belum,bentar lagi deh kayaknya,itu rambutnya basah gak dikeringin dulu Lea nanti takut sakit"ucap Erick,dia sedikit khawatir terhadap Lea.


"hah?sakit,yaelah gini doang sakit,gak bakalan sakit,kalo sakit itu rambutnya masih basah ditidutin baru nanti sakit,lagian gw udah biasa kaya gini"ucap Lea.


"ya kan gw sebagai kakak yang baik cuman ngingetin doang"ucap Erick, ucapannya membuat Lea menaikkan sebelah alisnya.


"cih, sebagai kakak yang baik?serius baik?dulu aja gak nganggap gw sebagai adik"skak Lea,membuat Erick terdiam,dia mengaku salah karena telah mengabaikan Lea dulu.


Lea melihat Erick termenung,Lea akan mendekati Erick tapi saat berjalan ke sofa, kakinya nya tersandung oleh kakinya sendiri,saat hampir mengenai lantai beberapa detik lagi Erick menangkap tubuhnya,Lea menatap Erick begitupun dengan Erick.


Ting tong


suara bel berbunyi,menyadarkan mereka berdua yang saling pandang memandang.


"ehem"Erick berdehem.


"Lo gak papa?"tanya Erick,Lea mengangguk gugup.


Ting tong


sekali lagi suara bel berbunyi.


"oh iya,itu mungkin makanan nya"ucap Erick lalu dia berjalan menuju pintu dan membukanya.


"ini pesanan saya pak?"tanya Erick kepada pengantar makan nan.


"iya,pesanan pak Erick yah,ini"jawab pengantar makanan tersebut,Erick menerima nya,dan memberikan uang tip untuk sipengantar tersebut.

__ADS_1


"terimakasih pak"ucap Erick,dia menutup pintu kembali.


"ah,ini makanan nya,gw beli sop iga, chicken katsu dan pizza,Lo mau?"tanya Erick


"wahh sop iga,itu kesukaan gw,mau,mau"ucap Lea antusias, melupakan kejadian tadi yang membuat hati mereka dag-dig-dug.


Erick tersenyum senang,tapi senyum nya luntur mengingat dia tidak mengetahui makanan kesukaan Lea satupun.


Lea menyuap kan sop iga kemulut nya,dengan tersenyum


"emm,enakh bhabgget"ucap Lea,tidak jelas karena mulutnya penuh dengan makanan.


"pelan-pelan gw gak bakalan ngambil"ucap Erick menatap Lea,dia memakan pizza. dengan terus menatap Lea,Lea sadar tengah ditatap oleh Erick,dia menatap balik Erick.


"kenapa?lo natap gw dari tadi,,gw tau gw cantik tapi natapnya biasa aja keles"ucap Lea narsis,Erick terkekeh geli melihat tingkah Lea.


"iya kamu cantik banget,sangat cantik sampe gw mau muntah liatnya"ucap Erick.


"oh iya,gimana keadaan bunda?sehatkan?"tanya Lea,Erick terdiam.


"woyy,malah diem lagi gimana keadaan bunda?"tanya Lea sekali lagi, Erick menatap Lea setelah nya dia menghela napas.


"huh,Bunda sekarang jarang keluar kamar, kondisinya juga kurang sehat,dan satu lagi ayah dan bunda juga sering bertengkar"ucap Erick,membuat Lea terdiam.


"ihh,anjir sejak kapan gw gak tega an,ini pasti perasaannya si Lea,tapi gw bakal tegaan sampe rahasia itu terbongkar, emang sebesar apa si rahasianya sampe bunda Lo segitu nutup nutup rahasianya,gimana ya caranya agar bunda ngasih tau caranya?"batin Lea.


"heuh,maapin gw pasti gara gara gw mereka jadi bertengkar,maap juga gw belum bisa pulang sampe bunda ngasih tau Rahasia tersebut"ucap Lea,Erick terdiam.


Ting tong


bel berbunyi kembali

__ADS_1


Lea akan berdiri tapi dihentikan oleh Erick


"biar gw aja,Lo tunggu disini abisin makananya"perintah Erick,Lea mengangguk.


Erick pun berjalan menuju pintu dan membuka pintu,dan terlihat lah seorang laki-laki tampan.


"siapa?"tanya Erick kepada laki-laki tersebut


"gw Elvio,gw temennya Lea"ucap El,Erick menelisik penampilan El.


"bukankah laki-laki ini yang mengantarkan Lea waktu itu disekolah,apa dia pacarnya Lea?jika iya gw gak bakal nyerah, sebelum janur kuning melengkung gw akan tetap mengejar Lea"batin El.


"ada perlu apa sama Lea?"tanya Erick.


"gw ma-"ucapannya terpotong.


"woy lama amat, emang sia-El"ucap Lea.


...****************...


.


.


.


.


bersambung.


jangan lupa like,komen dan votenya.

__ADS_1


__ADS_2