Transmigrasi Gadis Bar Bar

Transmigrasi Gadis Bar Bar
bab 50


__ADS_3

WARNINGG!!ADA UNSUR KEKERASAN DIDALAM CERITA INI!!


Lalu Kenny keluar dari kelas semua yang disana menghela napasnya.


"huhh tuh guru gilak kali ya baru pertama masuk udah ngasih tugas gimana kedepannya ahkk an*j*g"ucap salah satu murid laki-laki dengan kesal.


"woyy Gilang kecilin suara lo pak Kenny bisa denger bego,kita lagi yang kena"ucap Gerry selaku ketua kelas.


"Wooo"sorak semua murid.


"biasa aja woy,gue juga tau lo semuaa juga pasti mengumpat ngaku lo semua"ucap Gilang lalu dia keluar dengan cemberut,semuanya pun keluar.


"Lea gimana kamu jadikan aku anter"ucap Nara dengan berbinar.


"sorry ya Nar keknya gak bisa deh soalnya tadi Ayah gue nelpon kalo mau jemput gue sorry ya"ucap Lea berbohong sebenarnya tidak tega tapi mau bagaimana lagi ada misi yang harus dilaksanakan.


"yahh padahal aku udah seneng banget tapi gak papa besok bisa kali"ucap Nara dengan senyuman yang manis.


"ahh kiyowok banget ini anak"batin Lea.


"sabi lah,yaudah gue mau nungguin di kantin lo sana pulang takut supir nungguin loe"usir Lea dia tidak sabar untuk memberi pelajaran kepada Jessica.


"ceritanya ngusir nih"canda Nara.


"iya gue ngusir udah sanaa"ucap Lea mendorong bahu Nara dengan pelan.


"iya iya aku pulang ya babay"ucap Nara lalu dia pergi ke gerbang untuk menunggu supir pribadinya.


"okei gue tinggal nunggu si Hellena dikantin"ucap Lea lalu dia pergi kekantin dan menunggu Hellena,tapi sebelum memberi pelajaran Lea membeli semangkuk bakso untuk memberi tenaga,setelah habis Hellena belum datang juga.


"si Hellena mana si gak datang datang udah berapa lama ini gue nunggu awas aja lo kalo gak datang"gerutu Lea dia sudah tidak sabar.


beberapa menit kemudian datanglah Hellena dengan berlari dia menghampiri Lea.


"aduh hah,hah,hah capek"ucap Hellena dengan terengah-engah.


"aduh Lea sorry gue telat tapi Jessica susah banget untuk dipancing"ucap Hellena menatap Lea dengan takut karena saat ini Lea sedang menatapnya dengan tajam.


"kali ini gue maapin tapi lain kali gak akan bisa gue maapin"ucap Lea dengan datar.


"i-iya,tapi maksud dari lain kali apakah kita masih kerjasama setelahnya?"tanya Hellena dengan ragu.


"yaiyalah masih banyak penderitaan yang harus didapatkan oleh Jessica"ucap Lea menyeringai.


"termasuk lo berdua,lo kira gue dengan mudah maapin lo berdua karena kerjasama ini heh gak semudah itu"batin Lea dengan menyeringai.


Hellena ngeri dengan tatapan Lea,sungguh menakutkan.


"lo udah bawa dia ke gudang?"tanya Lea.

__ADS_1


"hah?e-eh so-sorry tapi gue bilang ke Aileen dibawa ke WC sorry"ucap Hellena menunduk.


Brakk


Lea mengebrak meja.


"sialan lo gak berguna!"sentak Lea,Hellena mengerjap kaget,Lea emosi tapi dia ingat misinya untuk membuat Mereka berdua nyaman dengannya.


"hah sudahlah gue emosi tadi,sorry"ucap Lea meminta maap,mana mau dia minta maap tapi dia menurunkan egonya agar misinya selesai.


"sekarang lo ikut gue,ini akan menyenangkan"ucap Lea,lalu dia pergi ke Wc diikuti oleh Hellena.


ditoilet


"leen lu ngapain si bawa gue kesini si Hellena man lagi main ninggalin aja emang ada apa?"tanya Jessica heran.


"ini rahasia Lea"ucap Aileen dia berharap Hellena segera datang.


"rahasia Lea?,apa katakan"ucap Jessica antusias.


"eeh itu gue juga gak tau tapi Hellena tau"ucap Aillen dengan gugup, Jessica memicingkan matanya dia curiga dengan gelagat Aileen,saat akan membuka mulut pintu toilet terbuka kasar memperlihatkan Lea dan Hellena.


"ini rahasianya Hahaha"tawa Lea meledak dia puas melihat wajah pias Jessica.


"Hellena dan Aileen tolong tangannya dia pegang dengan erat sangat erat ya supaya gak lepas"ucap Lea dengan seringai.


"SIALAN LO LEPASIN GUE!!"amuk Jessica.


Lea tertawa dia mengunci Pintu toilet.


"ah rasanya aku ingat,jika gue juga pernah diposisi ini"ucap Lea matanya berubah merah mengingat dulu dia juga pernah seperti itu.


Flashback


"aku mohon lepasin hiks,apa salah aku"mohon Lea dengan teisak isak tangannya sudah sakit karena cengkraman Hellena dan Aileen sangat keras.


"Haha gak tau lo salah apa tapi rasanya gue pengen nyiks lo cupu"ucap Jessica tertawa lalu dia mengambil pencuci toilet.


"buka mulutmu!BUKAA!!"bentak Jessica tapi Lea tidak membuka mulutnya, Jessica menampar Lea dengan keras.


plakk


"Ahk,hiks sakit"ucap Lea,Lalu Jessica memaksa Lea untuk buka mulut setelah terbuka dia memaksa Lea meminum cairan pembersih toilet.


"huekk ahk,hiks"Lea memuntahkan cairan itu tapi ada yang masuk,Lea menangis sesenggukan kenapa hidupnya seperti ini.


"minum,minum ini enak loh"ucap Jessica lalu dia memaksa Lea untuk meminumnya lagi Lea membrontak.


"Hwek,uhuk,uhuk,uhuk"Lea batuk tenggorokannya sakit,sungguh hidup ini sangat kejam.

__ADS_1


mereka bertiga tertawa puas.


Flashback off


Lea mendapatkan semua ingatan awal Lea asli dia sungguh merasa kasihan dengan Lea.


"Ahaha,gue udah ngerasain emang rasanya enak banget sekarang lo juga harus coba"ucap Lea menyeringai.


Jessica menggeleng gelengkan kepalanya.


"kenapa?,takut"ucap Lea lalu tanpa aba aba dia menonjok wajah Jessica dengan keras dia sungguh kesal melihat wajah ini dia benci.


terlihat darah segar keluar dari hidung Jessica,Hellena dan Aileen ngeri dengan yang mereka lihat Lea sungguh menakutkan.


"AHKKK,SIALAN LO BANGSAT"Bentak Jessica.


"LO YANG BANGSAT SIALAN"Bentak Lea dia sungguh sudah merasa emosi lalu dia menjambak rambut Jessica dengan keras hingga kepalanya mendongak ke atas.


"pegangi tangannya dengan erat seperti kalian memegangi tangan gue saat itu"ucap Lea,mereka terkejut jantungnya sudah tidak karuan.


"Ahk s-sakit"ringisJessica tapi Lea tidak peduli dia mengangkat cairan pembersih wc lalu dia mengguyur wajah Jessica dengan itu.


"Ahkk"jerit Jessica,Lea melepaskan jambakannya dia memaksa Jessica untuk membuka mulutnya,tapi Jessica menolak dia berontak.


"Buka,BUKA SIALAN"bentak Lea lalu dengan keras Lea membuka mulut Jessica setelah terbuka dia memasukan cairan itu.


"huekk ahk uhuk,uhuk,uhuk"Jessica batuk wajahnya memerah tenggorokannya sakit.


lalu tanpa aba-aba dia menampar wajah Jessica dengan keras berkali-kali hingga sudut bibirnya robek dan berdarah Jessica menjerit-jerit tapi Lea tidak peduli menurutnya ini belum seberapa dibandingkan penderitaan Lea.


Lea puas melihat Jessica tidak berdaya.


"lepaskan tangannya!"perintah Lea lalu mereka melepaskan kedua tangan Jessica.


lalu Lea menginjak kedua tangan Jessica.


"ingat ini belum seberapa masih ada lagi penderitaan yang akan menyusul lo"ucap Lea lalu dia melepaskan injakanya.


"tinggalkan dia biar dia pergi sendiri seperti gue dulu"ucap Lea lalu dia pergi keluar diikuti oleh Hellena dan Aileen meninggalkan Jessica yang mengenaskan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2