Transmigrasi Gadis Bar Bar

Transmigrasi Gadis Bar Bar
Bab 62.


__ADS_3

"benarkah??, emm tapi saya tidak percaya kau itu pintar, jika ada masalah kenapa pelajaran sampai terkena, masalah apa??"tanya Kenny.


"ishh, itu privasi! jangan kepo!"dengus Lea.


Kenny ingin tertawa melihat tingkah Le yang lucu tapi ia tahan, tertawa nya didalam hati saja.


"bukankah kamu yang bilang kalo kamu tahun ini banyak masalah, sebagai seorang guru saya berniat membantu kamu untuk bisa menyelesaikan masalahmu"ucap Kenny dengan bijak.


"cih, sok bijak"batin Lea.


"terimakasih atas niat baiknya pak Kenny, tapi saya masih bisa menyelesaikan masalah saya sendiri!"ucap Lea dengan tangan disilang didada, tidak sopan memang, tapi Lea tidak peduli.


"hemm, baiklah terserah kamu saja"ucap Kenny sekenanya.


"jawaban anda seperti wanita pak"ejek Lea, kenny mengerutkan keningnya tidak mengerti, sedetik kemudian dia pun paham.


"kamu bisa kembali kekelas kamu sekarang! dan satu lagi, mulai besok kamu akan belajar bersama saya setelah selesai ***, tidak ada penolakan ini perintah!"dengan seenak jidatnya dia bilang perintah.


"maksud bapak apa?, saya masih bisa belajar sendiri saya masih pintar, jadi bapak gak usah ngajarin saya cukup ajari saya saat dikelas, ini perintah gak bisa ditolak"ucap Lea mengulang kata-kata Kenny.


"tapi ini juga perintah dari kepsek tidak bisa ditolak, udah sana kamu keluar!"usir Kenny.


"ishh dasar guru nyebelin"gumam Lea sebelum keluar, tentu saja didengar oleh Kenny,Kenny tersenyum tipis, sangat tipis.


Lea keluar dari ruangan Kenny dengan sebal wajahnya dia tekuk.


"Eh neng Lea, kenapa tu wajahnya murung, gak ketemu sama ayang yaa"ucap Reza yang tiba-tiba muncul, Lea mendelik.


"dih sotoy lu!, ngapain loe disini bukannya masuk kelas?"tanya Lea, diliat dari jam sepertinya waktu istirahat telah selesai.


"lah loe sendiri ngapain disini?"tanya Reza balik.


"ngepet!"


"ehh, buset dah cantik-cantik ngepet"canda Reza.


"udah sampe kelas nih, loe ngapain ngikutin gue?, sana balik!"usir Lea kepada Reza yang dari tadi mengikutinya.


"galak bener neng, yaudah sana belajar yang bener, jangan pikirin babang Reza ya"ucap Reza sebelum lari.


"kampret lu Rezaa!"


tok,tok, tok.


'ceklek'


pintu kelas dibuka oleh Guru.


"habis darimana kamu?"tanya Guru itu.


"eh tadi saya dipanggil sama pak Kenny buk"jawab Lea.


"ngapain?"tanyanya kepo, pasalnya dia guru yang suka dengan pak Kenny.


"emm, bahas nilai buk"jawab Lea lagi dengan sabar.


"yaudah, masuk!"ucap Guru tersebut, Lea mengangguk dan masuk,semua murid dikelas itu memperhatikannya.


"duh berasa artis gue, ngapain sih mereka merhatiin gue segala gue kan jadi besar kepala"batin Lea.


"oke kita lanjutkan materi tadi yang tertunda, Lea kamu bisa liat temen bangku kamu soal materi pelajaran tadi!"ucap Guru.


"baik"


"lama banget kamu disana, ngapain aja?"tanya Nara Kepo.


"kepoo"


"ihh, yaudah gak usah liat"ambek Nara.


"yaudah tinggal bilang ibu guru kalo loe gak mau liatin bukunya"jawab Lea enteng.


Nara tidak bisa berkata lagi.


"kamu mah ish"


"Kringggh"


Bel pulang telah berbunyi.


"Lea buruann!! udah nungguin itu pak sopir nya"desak Nara karena Lea saat itu sedang piket, Lea menutup matanya lalu mengelus dadanya.


"sabar, sabar"gumam Lea.


"Leaaa!"


"Ck, lu tu ya gue lagi piket, lu duluan aja gak usah nungguin gue Nar, bisakan?"ucap Lea kehabisan sabar,Nara terdiam, sebelum lari pergi dengan air mata yang berderai.


"ck, cengeng bangett, ini nih yang gue gak suka dari orang, Cengeng"batin Lea.


yaudahlah nanti juga reda nangis nya pikir Lea.


Lea telah selesai, dia sedang menunggu taksi di gerbang.


sebuah taksi berhenti dihadapan Lea,Lea masuk kedalam taksi.


"oh iya gue kan belum beli bahan-bahan dapur, beli aja deh takutnya si bang Erick sering main kerumah"pikir Lea.


"pak ke supermarket ya"ucap Lea.


"siap neng"


Lea telah sampai di supermarket.


"makasih pak"ucap Lea.


Lea melangkah masuk ke supermarket dia mengambil troli belanja.

__ADS_1


"Ayam, ikan, sayuran, buah-buahan, oh iya bumbu dapur"ucap Lea dia mengambil semua keperluan dapur.


"wah ada cemilan, dirumah udah abis keknya"pikir Lea, lalu dia mengambil cemilan agak banyak.


setelah semuanya lengkap Lea mendorong troli belanja ke kasir.


"totalnya jadi 560.950 ribu"ucap si kasir setelah menghitung jumlah harga belanja Lea.


"buset mahal amat"batin Lea, lalu Lea mengeluarkan kartu kredit dari Erick saat dia pulang dari menjenguk Bunda Gita.


"terimakasih telah mengunjungi supermarket ini"ucap sikasir dengan memberikan struk belanja, Lea tersenyum, dan mengambilnya.


Lea keluar lumayan berat juga belanjaannya, sambil menunggu taksi online Lea melihat sekelilingnya dan tatapannya terhenti di taman bukan tamannya yang menjadi fokus Lea tapi seorang wanita paruh baya yang sedang berteduh dibawah pohon, sepertinya dia sudah lumayan lama disana terlihat dia akan berdiri dan mengambil gerobaknya, Lea merasa kasihan dengannya sudah tua masih bekerja Apakah tidak ada anaknya, wanita itu berbalik arah, seketika Lea membeku, Lea merasa waktu telah berhenti, wanita paruh baya itu......,


"Ibu..."


bahu Lea melemah, melihat bagaimana kerasnya kehidupan ibunya, mata Lea memanas pandangannya juga buram karena terhalang oleh air mata.


Tes


"hiks ibuuu"Lea menangis sebelum berlari menyebrang kearah ibunya tanpa peduli dengan sekitarnya.


TINN,TINN.


Lea terjatuh karena tersenggol mobil.


"woyyy!UDAH CAPE HIDUP HAH!"bentak pengemudi yang menabraknya, Lea todak meresponnya, tatapannya kosong.


"dasar Gila!"umpat si pengemudi itu sebelum melanjutkan perjalanannya, seorang wanita tua lusuh mendekatinya.


"Nak, yatuhan, ngapain disitu ayok sini-sini"


"ibu..."lirih Lea dengan air mata berderai.


"kenapa, nak?"tanyanya.


"ayok, berdiri ayok"ucap ibu itu memaksa Lea berdiri dengan terpaksa Lea berdiri.


"ayok sini duduk, kenapa lari-lari kaya tadi gak liat kiri kanan dulu, hampir aja kamu tertabrak tadi, kalo ada masalah itu jangan lari tapi hadapi, masa muda kamu masih panjang, nak ,liat tuh diliatin sama orang-orang"nasihatnya, Lea tidak bisa berkata apa-apa lidahnya kelu, sosok yang ia rindukan dan ia khawatirkan ada dihadapannya wanita yang berjasa besar dalam kehidupannya, wanita baik Lea sedih melihat nasib Ibunya, maapkan anakmu ibu yang tidak mencari dimana keberadaan ibu, Lea menangis keras, lalu memeluk ibunya dengan erat, ibunya menengang.


"kenapa to ,nak sebesar apa masalahmu, sing sabar didunia ini gak ada yang mudah, contohnya ibu kehilangan anak gadis ibu kehilangan, suami kehilangan semuanya tapi ibu bisa bersabar minta pada tuhan keringanan, sabar, nak,sabar"ucapnya menepuk-nepuk punggung Lea, Lea rindu dengan pelukan hangat itu sungguh rindu.


.


.


.


bersambung.



dibaca juga karya Author yang lain ya.


dijamin seru.


Jambrett,tolongg!!"jerit seorang paruh baya dengan panik, seorang gadis yang menggendong tas ransel menoleh ke asal suara dia berbalik yang tadinya lurus kembali kebelakang dan lari dengan kencang.


"woy!berentiii!!"


wanita itu melepaskan tas ranselnya dia mengambil ancang-ancang dan melemparkannya ke si jambret dengan pas dan mendarat sempurna di kepalanya,ia mengencangkan larinya dan menerjang si pencopet yang hendak bangun.


"mau kemana lo hah!!"sentak gadis itu dia mempelintir tangan si pencopet ke belakang.


"A-aaa,sakitt"ringisnya.


segerombolan warga datang dengan si ibu-ibu dengan tergopoh-gopoh,para warga mengamankan si pencopet.


"hah,hah,duhh tas sayaa!"ucap si ibunya.


"ini buk tasnya,coba diperiksa lagi siapa tau ada yang ilang"


si ibu menurutinya dia mengecek dari dompet hp semuanya ada.


"ada ,aduhh makasih banyak ya,nak duh kalo gak ada kamu habis uang ibu,gak papa uangnya diambil cuma. ini banyak berkas-berkas penting"ucap si ibu dengan lega,gadis itu terkekeh.


"iya masama bu,lain kali hati hati buk,banyak penjahat sekarang mah,yasudah buk saya pamit duluan, Assalamualaikum"pamit gadis itu dengan sopan.


",waalaikumsalam,tunggu Nama kamu siapa,nak?"tanya si ibu,tapi gadis itu keburu pergi dengan cepat menghilang dari pandangan si ibu itu.


"Naraaa!"suara cempreng yang nyaring mampu memekakkan telinga yang mendengarnya.


"syaimaaa!kebiasan deh lo,bisa kan gak perlu teriak"sebal seorang gadis yang tak lain ialah Annara putri Isabella,dia juga yang menolong si ibu ketika tadi siang,saat ini ia sedang duduk dibangku perkuliahan Anna mempunyai kulit yang putih seputih susu dan wajah yang imut tapi jangan terkecoh dengan wajah imutnya karena sikap aslinya sangatlah bar-bar sekali,,Syaima ialah sahabat Anna dari SMP hingga sekarang,dia berkulit hitam manis,dia sangat manis dan yaa sikapnya sebelas dua belaslah dengan Anna.


Syaima nyengir dengan wajah tanpa dosa.


"yee lu dari mana aja? sebentar lagi pelajaran si guru killer"tanya Syaima.


"gue habis main kejar-kejaran"jawab Anna dengan singkat.


"hah!sama siapa?"tanyanya kepo.


"kepo!"dengan julid Anna menjawabnya.


"dih gak like dehh"ucap Syaima mengerucutkan bibirnya.


"dih kagak LUCU!"Ucap Anna menekan kata Lucu.


"eh lu tau kagak?"tanya Syaima lagi.


"kagak"


"bakalan ada pengunjungan dari pemilik ini kampus, katanya si pemiliknya itu Duda hot,seksi nan rupawan"ucap Syaima dengan mata yang berbinar binar, jikalau membahas lelaki yang tampan Syaima yang akan paling heboh karena dia ini orangnya visualisasi.


"yeee,kan baru katanya bisa aja tu orang Duda yang udah karatan,huahaha"ucap Anna tertawa padahal tidak ada yang lucu,Syaima menatap Anna datar dan sebal.


"syut!udah ada dosen"ucap Syaima yang mulai serius gitu gitu juga dia akan menyimak penjelasan dari dosen dengan seksama.

__ADS_1


"hari ini saya cukupkan sekian,minggu depan skripsi harus selesai"ucap Dosen.


"baik pakkk"jawab serentak mahasiswa.


"laper,kantin yok"ajak Syaima.


"lu duluan aja,perut gue mules nih nanti gue nyusul"ucap Anna dia buru-buru keluar menuju ke toilet.


"duh kenapa tiba-tiba sii"ringis Anna, dia meringis sambil memegang perutnya dia tidak memperhatikan jalannya tiba-tiba.


Brughh


"ahhh"Anna terjengkang kebelakang untung Anna masih bisa mengimbangi tubuhnya sehingga tidak jatuh,Anna menatap seorang laki-laki yang menabraknya,dengan tajam.


"Lo!punya mata gak sihh,gue hampir jatuh ini!!"sentak Lea,pria itu hanya menatap Anna datar,tanpa bicara sepatah katapun dia berlalu dari hadapan Anna,Anna membuka mulutnya lebar-lebar,dia menggeram sebal,Anna berbalik dan meneriaki pria itu.


"laki-laki gak tanggung jawab lu,semoga hari lo senin terus!"umpat Anna,dia melupakan perutnya yang mules.


"kok perut gue gak mules lagi,ohh jadi gue kudu marah dulu baru gak mules lagi,ah ajib emang"ucap Anna dia menyusul Syaima ke kantin.


"napa lu bukannya lega malah murung?"tanya Syaima dengan memakan baksonya.


"gue kesel sama orang"Anna menjawab dengan lesu.


"siapa?"


"orang"jawab Anna singkat.


"iya tau orang tapi siapa?"gemas Syaima.


"cowok,dia nabrak gue bukannya minta maap gitu dia malah nyelonong pergi"ucap Anna dengan sebal.


"yaelah gitu doang,emang si cowok tu lagi main hp apa gimana sampe bisa nabrak lo?"tanya Syaima,Anna berpikir sejenak.


",gue gak liat, gue lagi nunduk megang perut gue soalnya mules banget"jawab Anna ringan.


"hah?,kalo gitu lu juga salah kali,lu gak liat bisa aja kan lu yang nabrak dia"ucap Syaima gemas dengan Anna.


"ah harusnya dia liat kalo gue lagi sakit perut"jawab Anna dengan cemberut.


"lah si eneng,lu mah malu maluin diri lu sendiri,yakali orang minta maap lu nya aja gak tau dia lagi apa"ucap Syaima santai dengan memakan baksonya.


"tau ah ngomong sama lu mah kagak bakalan selesai"ucap Anna sebal,dia berbalik dan pergi dengan wajah yang ditekuk.


"woyy!ah si Anna mah kebiasaan main ninggalin"ucap Syaima tapi dia tetap makan baksonya,bukannya tidak peduli Syaima tau itu hanya candaan karena nantinya juga akan dingin kembali Anna sering seperti itu.


"huhh si Syaima ngeselin ihh"ucap Anna cemberut.


Kruyukk.


suara perutnya terdengar cacing-cacing diperutnya sudah meronta minta diisi.


"ah laperr",Anna melihat pedagang di kaki lima,Anna menghampiri si pedagang-pedagang itu.


"pak pengen ciloknya 10 biji yak pedesnya banyakan ya sama jangan pake kecap"ucap Anna kepada mamang cilok.


" makasih pakk" ucap Anna,Anna melihat pedagang Crepes,Anna juga ingin mencobanya.


"pakk,pengen crepes nya satu,rasa stroberi,anggur,dan keju dicampur pak"ucap Anna.


"siap neng"


Anna memainkan Hp sebari menunggu Crepesnya selesai tiba-tiba Anna merasa bajunya ditari tarik dari bawah,Anna melihat kebawah dan ternyata seorang anak kecil laki-laki yang lucu dan pipinya yang tembem membuat Anna ingin mencubitnya.


"adek kenapa?"tanya Anna mensejajarkan tubuhnya dengan anak laki-laki itu.


anak itu tidak menjawab melainkan menatap gerobak Crepes,Anna mengikuti pandangan si Anak itu,Anna paham anak itu ingin cerepes.


"adek mau?"tanya Anna,si anak itu mengangguk dengan gemas,Anna mengacak rambut anak itu karena gemas.


"yaudah sama kakak dipesenin yah"ucap Anna,anak itu mengangguk lagi.


"pak satu lagi ya samain aja"pinta Anna lagi.


"siap neng"jawab si pedagang itu senang.


"adek namanya siapa,kesini sama siapa?"tanya Anna dengan lembut,Anna punya sisi keibuan dia juga sangat suka dengan anak kecil wajar jika Anna yang tadinya garang akan berubah menjadi lembut jika didepan anak-anak.


"Leynan,cama oma"jawanya dengan cadel.


"ohh Reynan terus sekarang omanya dimana?"tanya Anna.


"Leynan bukan Leynan,ndak tau dimana,tadi Ley tinggalin"jawab Reynan dengan lucu.


"ohh iya karena kamu lagi cadel harusnya nama kamu itu Reynan,tapi gak papa Kakak panggil kamu Ley"ucap Anna.


"neng ini Crepesnya"panggil si pedagang Crepes,Anna mengambilnya.


"berapa pak?"tanya Anna sembari mengeluarkan dompetnya.


"20 ribu neng"


"mahal amat pak"ucap Anna dengan memberikan uang pas.


"ya sekarang mah bahan-bahannya juga dah pada mahal"ucap pedagangnya.


"yaudah pak makasih ya"ucap Anna.


"nih Crepesnya"ucap Anna memberikan crepes kepada Reynan,ia mengambilnya.


"matasih kakak"ucap Reynan dengan memperlihatkan deretan giginya.


"masama makannya di taman yok"ajak Anna,Reynan mengangguk tapi sebelum melangkah tiba-tiba ada suara ibu paruh baya meneriaki nama Reynan.


"Reynann!!".


terimakasih semuanya..

__ADS_1


__ADS_2