Transmigrasi Gadis Bar Bar

Transmigrasi Gadis Bar Bar
bab 56


__ADS_3

Masih dengan posisi pelukan,Erick melepaskan pelukannya.


"udah ah gak malu apa nangis"ucap Lea,Erick terkekeh,dia mengacak rambut Lea dengan gemas.


"ish jangan di acak juga kali bang"rajuk Lea.


"udah mulai manggil abang nih"ledek Erick.


"ohh yaudah gue gak bakal manggil lo abang lagi"


"eh iya-iya canda,ambekan banget si neng"


"pengen liat Ayah,gimana keadaannya?"tanya Lea,Erick terdiam dia bingung menjelaskannya.


"ngab napa diem?"ucap Lea.


"ehh gini,Ayah kemungkinan besar mengalami lumpuh total,dan kata dokter itu tidak bisa disembuhkan melainkan menunggu keajaiban tuhan"


mata Lea membulat seketika, mulutnya pun terbuka lebar.


"hah?serius Ayah ngalamin itu,wah parah terus perusahaan gimana?"tanya Lea, seketika Erick menegakkan tubuhnya.


"arhhg,gue lupa,sial pasti orang-orang kantor bakal nanyain ini"ucap Erick prustasi.


"kenapa harus panik bang?,kan ada lo gantinya"ucap Lea dia kurang mengerti tentang perusahaan.


"tapi gue belum lulus kuliah masalahnya"


"huh,udahlah jangan dulu dibahas, sekarang aku mau lihat kondisi Ayah"ucap Lea,dia turun dari brankar.


"yakin?....

__ADS_1


"yakin,napa emang,gue strong woman gak kaya loe, cengeng"ledek Lea sembari dia berjalan keluar.


"yee,gue nangis karena khawatir tau"sungut Erick mengikuti langkah Lea.


"iyain ajalah takut nangis lagi"ledek Lea lagi.


"aish, sudahlah bicara dengan loe buat kepala gue pusing"ucap Erick malas.


"eh mau kemana?"tanya Erick menghentikan langkah Lea yang akan masuk ruang UGD.


"ya mau masuk lah,kan mau liat Ayah,gimana sii"ucap Lea.


"Ayah udah dipindahin ke ruang VIP,tadi udah gue suruh perawat buat mindahin Ayah"ucap Erick.


"Ck, ngomong dong dari tadi,yaudah dimana ruang VIP nya?"


"makanya gue harus duluan supaya nggak nyasar lagi"ucap Erick lalu dia melangkah lebih jauh keruang VIP.


sampailah Lea dan Erick di ruangan VIP yang nyaman dan mewah, pintu masuk kamar VIP ada yang berjaga sekitar 4 orang ,mereka berpakaian hitam dan badannya yang besar dan sanggar mereka ber empat menundukkan kepalanya ketika melihat Erick dan Lea datang, Erick sedikit menganggukkan kepalanya,salah satu dari mereka membukakan pintu kamarnya.


"ayok"


setelah mereka masuk Lea melihat kebelakang dan bertanya kepada Erick.


"kenapa ada penjagaan bang?"tanya Lea bingung.


"abang curiga kalo kecelakaan itu bukan gak sengaja tapi sepertinya ada yang berniat mencelakai Ayah"ucap Erick mode serius membuat wajahnya yang tampan tambah tampan berkali lipat.


"kenapa abang bisa berpikir seperti itu,bisa aja itu emang kecelakaan biasa kan?"ucap Lea menyangkal pikiran Erick.


"duh Lea,abang menyuruh orang untuk menyelidiki kecelakaan itu ternyata setelah diselidiki rem mobil Ayah ada yang merusaknya sehingga menyebabkan rem blong,terus kenapa Ayah bisa tergeletak dijalan yang jauh dari mobil Ayah dengan darah dimana-mana"jelas Erick,Lea berpikir sejenak.

__ADS_1


"tapi siapa yang tega melakukannya?"tanya Lea dia menggigit kukunya itu menjadi kebiasan Lea jika sedang bingung atau gelisah.


"gak tau,makanya abang menyuruh seseorang untuk menyelidiki kasus ini"ucap Erick.


Lea menganguk lalu dia melihat dimana Ayahnya dirawat.


"kapan perkiraan Ayah sadar"tanya Lea


"kata dokter besok,tapi bisa jadi besoknya lagi,kita doakan aja yang terbaik untuk Ayah"ucap Erick,Lea mengangguk dia menatap Ayahnya walau bagaimanapun Hendra adalah Ayah kandung Lea bahkan darah Lea ada ditubuh Ayahnya darah Ayahnya pun mengalir ditubuhnya.


"em,gimana keadaan Bunda?"tanya Lea sedikit ragu,Erick menoleh.


"baik,tapi badannya kurus tidak terawat lagi,dia juga sering menangis karena menyesal dengan apa yang dia lakukan dahulu,hah sepertinya ini adalah karma untuk mereka berdua,tinggal menunggu giliran abang"jawab Erick.


"huss,itu ngomongnya dijaga bangg"ucap Lea memperingati Erick untuk menjaga bicaranya yang sembarangan.


"sekali lagi maapin abang Lea,entah kenapa dulu abang memperlakukan kamu seperti itu"sesal Erick.


"aish,sudahlah bang masalalu biarlah berlalu sekarang kita fokus ke depannya jangan pernah lihat kebelakang lagi, jadikan masa lalu sebagai pelajaran"ucap Lea dengan bijak.


Erick sedikit merenungkan apa yang diucapkan oleh Lea.


"wihh tumben bijaksana"Ledek Erick.


"ishh,lo kebiasaan ya"rajuk Lea dengan gemas,Erick tertawa gemas, akhirnya dia bisa memperbaiki hubungannya dengan Lea,dia sangat, sangatlah senang.


.


.


.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2