Transmigrasi Gadis Bar Bar

Transmigrasi Gadis Bar Bar
bab 40


__ADS_3

"sialan!,songong banget jadi orang"batin Lea menggerutu.


hening,karena tidak ada yang memulai pembicaraan,Lea juga bingung harus bicara apa lagi,sedangkan Kenny dia asik memainkan handphone nya.


"ekhem!"Lea berdehem.


"emm,btw loe udah tau nama gue?"tanya Lea basa basi dia sedikit canggung dengan suasana yang hening.


"tau,Lea kan?"jawab Kenny tanpa mengalihkan pandangannya dari Handphone.


"dih,si es balok"batin Lea.


"dingin banget jadi orang"gumam Lea,tapi masih terdengar oleh Kenny.


"gue bukan dingin,gue apa adanya"ucap Kenny.


"serah loe dah"ucap Lea tak ambil pusing.


tiba-tiba perutnya sakit.


"aduh,duh perut gue"desis Lea sambil meremas perutnya.


Kenny mengalihkan perhatiannya kepada Lea,dia beranjak dari sofa dia menghampiri Lea.


"kenapa?"tanya Kenny,sedikit khawatir.


"ahh,aduh ini perut gue sakit banget"ringis Lea kesakitan.

__ADS_1


"keknya gue dateng bulan deh"batin Lea


"bisa tolongin gue,papah gue ke toilet"ucap Lea meminta tolong kepada Kenny.


tanpa persetujuan dari Lea,Kenny langsung menggendong badannya ala bridal style.


"kyaaaa,loe apa apaan si turunin!"sentak Lea kepada Kenny tapi Kenny tidak mengubrisnya,saat Kenny hampir masuk ketoilet tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka secara kasar.


Brakkk


menampilkan Erick yang terengah-engah,dia berdiri kaku melihat Lea di gendong oleh laki-laki yang dia tidak kenal.


"siapa loe?"tanya Erick.


"Bang Erick..."lirih Lea.


"turunin adek gue!"sentak Erick pada Kenny.


Kenny keluar dari toilet itu.


"adek lo sakit perut,gue gak bermaksud apa-apa"ucap Kenny datar.


Erick hanya terdiam dia menunggu adiknya,setelah beberapa saat Lea keluar dari toilet wajahnya agak pucat.


"Lea kamu gak apa-apa?,masih ada yang sakit?"tanya Erick khawatir.


"gue gak papa,gue cuman lagi datang tamu bulanan"jawab Lea,dia dengan lemah berjalan ke arah brankar.

__ADS_1


"ini kenapa badan si Lea lemah banget sii,gue kudu olahraga nih"batin Lea.


"hati-hati"ucap Erick dia mendekat.


"udah gue gak kenapa-kenapa,sana loe pulang aja"usir Lea kepada Erick.


"gue khawatir sama loe Lea,jadi gue disini aja ya,gue mau nungguin loe"ucap Erick,dia ingin tetap disini karena dia juga tidak ingin Lea berduaan dengan laki-laki yang tidak dia ketahui.


"gue udah gak kenapa-napa,lagian udah ada dia yang jagain gue,loe sekarang mending urusin Ibu loe"ucap Lea,dia masih kesal dengan Bundanya Erick kenapa dulu dia tidak jujur soal kecelakaan itu,dan kenapa juga dia mendorong Ibu kandungnya,dia tau Ayahnya salah tapi itu juga tidak akan panjang jika Bunda Gita mengaku soal kecelakaan itu.


Erick menghela napas panjang jika sudah begini dia selalu merasa malu dan bersalah.


"baiklah aku pulang,kamu jangan sampe kecapean ya sekali lagi maappin abang ya dan maap pin Bunda atas segala perlakuannya,dia sudah mendapatkan ganjarannya"ucap Erick.


"maap aja ya,tapi gak semudah itu memaafkannya"batin Lea.


Erick pergi berbalik,dia menghampiri Kenny.


"jaga adek gue baik baik!"perintah Erick.


"hemm,iya "hanya itu yang diucapkan Kenny, singkat padat and jelas.


Erick pun keluar dia pergi meninggalkan Lea, sebenarnya dia tidak rela Lea berduaan dengan Kenny,tapi apalah daya Lea tidak menyukainya sekarang,dia juga agak kesal dengan Bundanya.


kembali ke Lea.


"gue gak yakin kalo Bunda si Aesyen ngedorong Ibu gue karena cintanya kepada Ayah Lea,gue harus selediki semuanya"batin Lea dia merasa bahwa ada yang janggal dengan kejadian kecelakaan itu pasti ada orang yang terlibat lagi dalam terjatuhnya Ibu Lea.

__ADS_1


__ADS_2