
"Bunda..."lirih Lea,dia prihatin dengan keadaan Bunda Gita sangat mengenaskan.
bunda Gita tertunduk malu dengan keadaannya yang kacau.
Erick menghampiri bunda Gita dia menuntun bunda untuk duduk di kursi panjang tempat untuk menjenguk.
"gimana keadaan bunda?maap Erick belum sempat jenguk bunda"ucap Erick dengan sendu dia tidak tega melihat keadaan bunda Gita.
"bunda baik.."lirihnya,lalu dia menatap Lea dengan sendu.
"maafin bunda Lea"ucap bunda Gita menangis kembali,Lea menghampiri bunda Gita dan menekuk lututnya dia memegang tangan bunda Gita dengan lembut.
"bunda No,udah jangan nangis lagi,Lea udah maafin bunda,Lea mencoba untuk berdamai dengan masa lalu"ucap Lea,Gita menangis sesenggukan,lalu menarik Lea kedalam pelukannya.
"Leaa hiks,maafin bunda nak,maaf hiks bunda jahat sama Lea hiks bunda nyesel Lea maafin bunda sayang"raung Gita dia memeluk Lea dengan sangat erat,Lea membalas pelukannya dengan tak kalah erat,dia kangen dengan pelukan seorang ibu dia kangen dengan ibunya.
"atas nama keluarga gue maapin perbuatan bunda tapi hukum tetaplah hukum kalian harus menerimanya"batin Lea.
"bunda Lea percaya kalo bunda orang baik gak mungkin bunda sejahat itu sampe dorong ibu kandung Lea pasti Bunda tau ada dalang dibalik ini semua iya kan?"tanya Lea dengan pelan-pelan,Bunda Gita tertegun kenapa Lea bisa berpikir seperti itu.
"maksudnya apa Lea?ada dalang dibalik semua ini"tanya Erick tidak mengerti dengan apa yang Lea bicarakan.
"Lea...., kenapa kamu bisa berpikir begitu,nak?"tanya Gita Balik.
"nggak Lea cuman tau dari feeling Lea kalo bunda gak ngelakuin kesalahan itu"jawab Lea
Lea bisa berpikir seperti itu karena semalam Lea bermimpi melihat Bunda Gita dan wanita asing sedang mengandung yang Lea tidak ketahui namanya mereka berbincang di dekat tangga sepertinya mereka terlihat akrab terlihat dari gelagat mereka tiba-tiba Lea melihat kedatangan seorang Wanita paruh baya dan anak kecil, membuat Bunda dan wanita itu berhenti berbincang,Lea merasa wanita paruh baya itu seperti sedang memarahi wanita asing itu,Bunda Gita menengahi mereka tiba-tiba wanita paruh baya itu dengan tega mendorong wanita asing itu sampai jatuh berguling-guling kebawah,mata Lea melotot ingin membantu tapi tubuhnya tidak bisa digerakkan.
"BELLAAA!!!"teriak Histeris Bunda Gita,lalu wanita paruh baya itu kabur,lalu anak kecil tadi menangis dan memanggil wanita itu dengan sebutan bunda,bunda Gita turun kebawah menghampiri wanita itu yang bersimbah darah.
"Bundaa!"raung anak kecil itu tiba-tiba ada sebuah teriakan.
"ISSABELLA!!",lalu Lea tidak tau kelanjutannya bagaimana karena Lea keburu bangun dengan keringat dingin mengucur.
"LEAA!"sentak Erick,Lea tersadar dari lamunannya.
"kenapa?"tanya Lea linglung.
"kamu kenapa bengong hah?"tanya Erick khawatir.
"ah enggak kenapa-kenapa,Bunda kalo sekarang bunda belum mau cerita sama Lea gak papa,Lea siap menunggu cerita bunda tapi ingat ceritakan semuanya sama Lea kalo udah siap,ok"ucap Lea.
__ADS_1
Bunda Gita termenung kenapa Lea berbicara seperti itu,apa Lea mulai ingat dengan kejadian dahulu pikir Bunda Gita.
"Bunda..."
"ah iya,Bunda mau istirahat lagi terimakasih karena kalian mau menyempatkan menjenguk ibu, oh ya bagaimana keadaan Ayah kalian?"tanya Bunda, walau bagaimanapun Hendra masih suaminya yang sah.
"baik Ayah sangat baik, bunda gak perlu khawatir dengan keadaan Ayah"jawab Erick dia tidak akan memberitahu Gita kalo Hendra tidak baik-baik saja karena dia tidak ingin menambah beban pikiran untuk Gita.
"oh syukurlah"ucap Bunda dengan pelan sepertinya dia agak kecewa dengan jawaban Erick,bunda pasti kecewa karena Hendra baik-baik saja tanpanya.
"Bunda waktu jenguk kita sudah,habis lain kali kita akan jenguk Bunda Lagi,ini makanan untuk Bunda"ucap Lea menyodorkan sekantong makanan kesukaan Gita.
"makasih,nak"ucap Gita tersenyum sendu dia tidak menyangka anak yang dulu dia abaikan masih sangat peduli dengannya walaupun dia sudah melakukan kejahatan berkali-kali.
Lea tersenyum,
"sama-sama bunda,jangan lupa untuk makan,bunda kurusan"ucap Lea mengingatkan.
"yaudah Bunda kita pamit"ucap Erick memeluk bundanya di ikuti oleh Lea,di memeluk Bunda Gita dengan erat begitupun dengan Gita.
"terimakasih buat makanya ya, hati-hati dijalan,Erick jangan ngebut jagalah adik kamu dengan baik,ah ya bunda hampir lupa dengan Aeayen jaga dia juga dengan baik jangan biarkan dia buat ulah,jaga adik-adik mu dengan baik untuk Bunda"ucap Bunda memberikan wejangan kepada Erick.
"siap Bunda"ucap Erick menirukan orang yang sedang hormat,Lea dan Bunda tersenyum.
"maapkan bunda Lea,maapin bunda sayang,maapin Bunda,maap"kata itu terus Gita ucapkan semenjak dia masuk penjara,sampai orang-orang yang di penjara mengira jika Gita gila.
...****************...
"Gue kasian sama Bunda"ucap Lea saat mereka sudah sampai di parkiran mobil.
"kenapa lo bilang percaya sama bunda,kalo bunda gak ngedorong ibu kandung lo?"tanya Erick rupanya Erick masih penasaran dengan yang Lea ucapkan.
"gue mimpi ngeliat kejadian dimana kecelakaan itu terjadi"jawab Lea dengan pelan.
"hah?gimana?"tanya Erick dia mendengarnya tapi seperti tidak percaya.
"ck,tau ah"sewot Lea saat mobil sudah berjalan.
"dih kok sewot"sinis Erick.
"suka-suka gue dong,udah Lu fokus kedepan lu mau gue kecelakaan untuk kesekian kalinya"sinis Lea,Erick tekekeh lalu dia mengacak rambutnya gemas.
__ADS_1
"Abanggg!"teriak Lea kesal.
"Apaaa"jawab Erick tertawa,Lea mendelik.
sampailah mereka,Lea ingin tetap tinggal di Apartemennya,untuk masalah Ayahnya sudah ada orang yang Erick suruh untuk mengawasinya dan Lea setuju tapi dengan syarat Lea harus melihat Hendra setiap pulang dari sekolah begitupun dengan Erick jika jadwalnya tidak padat,dan Erick setuju dengan usulan Lea.
Lea dan Erick sedang menunggu Lift.
tring,
Lift terbuka didalamnya terlihat ada El yang memainkan hpnya.
"El"panggil Lea,El mengangkat kepalanya dan setelah melihat Lea,El tersenyum sumringah.
"Lea"sapa El dengan senyum yang menawan,Lea masuk diikuti oleh Erick.
"lu baru pulang?"tanya Lea,El mengangguk.
"kata Nara kamu sakit ya,kamu sakit apa?"tanya El lembut,Erick mendengus tidak suka,bukan karena cemburu tapi karena Erick sekarang akan sangat menjaga Lea dengan baik sesuai janjinya kepada Bunda Gita.
"ah ini gue cuma pusing aja"jawab Lea,Lea Belum menyadari panggilan El berubah dari loe ke kamu.
"oh syukurlah,aku panik loh waktu Nara bilang kalau kamu gak sekolah karena sakit".
Lea menyerngit 'kamu,aku'.
"wah El si datar n dingin berubah jadi lembut, panggilannya juga udah gak lo gue lagi"ejek Lea,El tersipu malu mendengar ejekan Lea.
"dihh najisss"sinis Erick ketika melihat El tersipu malu.
"apa lo!,sirik ae"balas El dengan sinis,tapi sedetik kemudian ia mengubah ekspresinya ketika dia tau kalo Erick itu pacarnya Lea.
.
.
.
bersambung.
haii guyss ini ceritanya seru gak sihh,sepi bangett,aku mau Update aja jadi males karena yang likenya cuman sedikit,ini udah seribu kata loh,hiks sedihh.
__ADS_1
kasih semangat dong buat aku dengan cara like,komen dan votenya,biar aku semangat buat updetnya,sekian Terimakasihh.