
Di Kerajaan Oriente di perbatasan bagian selatan ada seorang penyihir wanita yang di juluki Dewi es, karena paras nya yang sangat cantik dengan rambut dan bola matanya yang berwarna biru
namun berbeda dengan sifatnya yang berbanding terbalik dengan julukan nya sebagai seorang dewi, karena dia mempunyai sifat yang lebih mirip seperti iblis
dia akan bersikap sangat kejam dan tanpa ampun pada musuh musuh nya mau itu anak kecil, perempuan, mau pun orang tua dia akan membantai habis mereka semua
saat ini wanita yang di juluki dewi tersebut tengah berbaring dengan damai nya di bawah pohon sambil menikmati semilir angin yang menerpa tubuh nya
namun, kedamainya harus terganggu oleh suara langkah seseorang yang mendekat ke arahnya dia lalu membuka sebelah matanya dan melihat seorang ksatria yang sedang berjalan dengan tergesa-gesa ke arahnya
"No_nona penyihir hahh hah".ucap ksatria itu terengah-engah sambil bertumpu pada kedua lutut nya
"Tenanglah, pelan pelan saja". ucapnya lalu duduk menyilangkan kedua kaki nya dan menaruh tangan nya di depan dada
huufft, ksatria itu lalu menaruk napas panjang, mencoba untuk tenang, setelah merasa lebih baik dia lalu berdiri dengan tegak di depan wanita itu
"saya sudah mencari anda kemana-mana". ucap ksatria itu sambil melihat langsung ke arah wanita itu
"hmmm Ada apa". ucap wanita itu malas
"Saat ini perbatasan sedang di serang oleh bos monster, semua ksatria sudah mencoba untuk melawan nya namun berakhir dengan terluka, saat ini kami sedang membutuh kan kekuatan anda, tolong bantu kami nona, hanya anda yang bisa mengalah kan monster itu ". ucap ksatria tersebut sambil membungkuk kan badannya
wanita itu lalu menghela napasnya lelah, dia baru saja akan beristirahat, namun dia harus kembali ke dalam pertarungan yang membuat nya muak itu, dia lelah kenapa semua orang harus menaruh harapan padanya hanya karna dia lebih kuat dari orang lain saja, dia sempat ingin menyerah namun sekali lagi semua orang menaruh harapan padanya dan itu berakhir membebani nya
"tunjukan jalan". ucap nya sambil bangun dari duduk nya
"Terima kasih nona, tolong ikuti saya". ksatria itu mengangkat kepala nya dan tersenyum bahagia ke arah wanita tersebut, dia lalu berjalan dengan di ikuti wanita itu dari belakang
setelah sampai dia melihat banyak orang yang sedang terluka sedangkan di sisi lain nya dia melihat beberapa orang yang sedang bertarung dia lalu mendekat ke arah mereka yang sedang terluka,
dia mengangkat satu tangan nya dan mengucap kan kata heal, setelah itu muncul cahaya berwarna putih keemasan menyelimuti orang orang yang terluka
beberapa menit kemudian cahaya itu hilang bersamaan dengan luka luka yang terdapat pada tubuh mereka menghilang semua,
setelah menyembuh kan orang yang terluka dia langsung terbang melesat ke arah dimana pertarungan berlangsung mengabaikan teriakan orang orang yang berterima kasih padanya
saat ini dia sedang berdiri di atas, memperhatikan para ksatria yang sedang mengayun kan pedangnya pada seekor naga yang tampak baik baik saja
dia lalu mengangkat tangannya dan menggumamkan sesuatu setelah itu munculah petir yang sangat kuat dan langsung menyambar ke arah naga tersebut,
mereka yang sedang bertarung menghentikan aksi mereka karena terkejut dengan serangan tiba tiba tersebut
__ADS_1
mereka semua lalu mendongak kan kepala nya ke atas dan melihat seorang wanita yang sedang melayang di atas kepala mereka
"dewii".
"itu dewi kita".
"dewi kita sudah datang".
"karna sang dewi sudah datang kita akan selamat".
mereka semua bersorak bahagia setelah melihat siapa orang yang telah membantu mereka, sedang naga itu tampak sangat marah karena ada orang yang sudah berani melukai nya
wanita itu lalu turun dan menghampiri para ksatria, kalian pergilah aku yang akan mengurus sisanya". ucap nya
baik, terimakasih dewi". ucap mereka serempak
"dewi tolong Berhati-hatilah". ucap dari salah satu ksatria tersebut dan mendapat anggukan dari orang yang dia panggil dewi, setelah itu dia lalu meninggal kan wanita itu sendiri, dan berlari menyusul teman teman nya
"manusia rendahan seperti mu berani nya menyakiti ku". naga itu lalu membuka mulut nya dan mengaum dengan keras
"ughh napas mu bau". ucap wanita itu sambil menutup hidungnya dan mengibas ngibaskan tangan nya di depan wajah
namun wanita itu melompat dan berhasil menghindari serangan nya, setelah itu dia lalu berlari ke arah sang naga dengan sebuah pedang di tangan nya berniat untuk menebas leher sang naga
melihat wanita itu yang berlari ke arah nya, naga itu lalu terbang ke atas dan menghindari serangan wanita tersebut
"kau pikir serangan lemah seperti itu dapat melukaiku". ucap naga sambil memandang remeh ke arah wanita di bawah nya
"sudah aku duga". ucap wanita itu pelan, lalu dia mengangkat satu tangan nya ke atas
"Gravity pressure". setelah mengucap kata tersebut, naga itu naga itu lalu jatuh ke bawah dan menghantam tanah dengan cukup keras
"manusia, apa yang kau lakukan padaku". marah naga tersebut sambil mencoba untuk menggerak kan tubuh nya yang tidak bisa bergerak
"aku menekan mu dengan sihir gravitasi ku". ucap wanita tersebut
"kau sebaik nya menyerah saja dan hentikan semua ini".
"kau pikir aku akan menuruti perkataan mu, aku tidak akan kalah hanya dengan kau menekan ku seperti ini".
"kau benar tapi aku akan menaikan tekanan nya setiap kali kau mencoba untuk melawan ". ucap wanita itu sambil tersenyum manis ke arah naga tersebut
__ADS_1
namun naga itu malah merasa jengkel melihat senyuman wanita itu yang terkesan seperti sedang mengejek ke arah nya
"aku akan mencabik cabik mu manusia". raung naga tersebut dan mengeluarkan api dari mulut nya dan mengarahkan nya pada wanita di depan nya, namun saat akan mengenai wanita itu api tersebut lenyap begitu saja
"padahal aku berniat untuk melepaskan mu, tapi kau malah memilih kematian maka aku akan mengabul kannya untuk mu". setelah itu muncul ratusan tombak dari es yang melayang di atas naga tersebut, setelah itu tombak tersebut melesat dan menancap langsung pada naga tersebut
"aku baru tahu jika ada seorang penyihir yang sekuat seperti mu di dunia ini dan tidak pernah terbayangkan dalam mimpi ku jika aku akan mati di tangan manusia seperti mu". ucap sang naga dengan suara lemah nya
"kau tenang saja, hari ini bukan cuma kau saja yang akan mati".
"apa maksudmu". ucap naga dengan memasang wajah bingung nya
"kau tau, aku sudah lelah dengan hidup karena harus di paksa bertarung setiap hari oleh mereka sampai² membuat ku muak, aku ingin beristirahat jadi ayo mati bersama". setelah itu muncul api berwarna hitam di kedua tapak tangan nya
"kau, siapa kau sebenarnya kenapa kau bisa mempunyai api hitam itu, bukan kah itu api yang tidak bisa padam dan akan melahap apapun yang di bakar nya, kau jangan² akan membakar diri mu dan aku dengan api itu" . ucap naga itu dengan nada terkejut
"ya kau benar".
"kau dasar manusia gila".
wanita itu langsung melemparkan api tersebut dan mengabai kan teriakan dari naga tersebut, setelah itu dan naga itu di kelilingi oleh kobaran api hitam yang semakin membesar lalu melahap mereka berdua sampai hangus tak bersisa
ஐஐஐஐஐ
"ini sangat nyaman apa aku sedang berada di surga". ucapnya dengan mata yang tertutup namun tiba tiba dia mendengar suara berisik di sekitar nya
"kenapa ini terasa sangat deja vu". dia lalu mencoba untuk membuka mata nya namun itu tidak mau terbuka sama sekali
"kenapa aku tidak bisa membuka mata ku, apa yang naga itu lakukan padaku". ucapnya sambil berteriak, namun dia tidak mendengar suara teriakan nya dia malah mendengar suara bayi menangis
"bayi siapa itu dan kenapa ada bayi di sini". dia lalu mengerut kan kening nya bingung, saat tengah asik dengan pikirannya tiba tiba dia merasakan sesuatu yang masuk ke dalam mulut nya
"tunggu apa ini". ucapnya, karena merasa penasaran dia lalu mencoba mengemut sesuatu yang ada di mulutnya tersebut
"waah benda ini mengeluarkan air". setelah itu dia lalu meninum air tersebut karena sebenarnya dia juga sedang haus saat ini
"hmm air ini sangat manis seperti susu, tunggu dulu saat aku berteriak tadi malah terdengar suara bayi menangis dan sekarang benda yang ada di mulut ku mengeluarkan air yang rasa nya seperti susu, jangan jangan, tidak mungkin". setelah itu dia lalu mencoba untuk kembali membuka matanya dan itu berhasil
setelah kedua matanya berhasil terbuka, pandangan pertama nya tertuju pada seorang wanita dengan baju sedikit terbuka tengah tersenyum ke arahnya
"sialan, aku benar-benar kembali menjadi bayi". batin nya sambil meneteskan air mata
__ADS_1