
Eve memijit pelipisnya karena merasa pusing mendengar pertengkaran antara Lea dan Brian, dari pertama mereka memasuki mobil dan sampai di tempat tujuan mereka tidak ada habis nya meributkan masalah atas kejadian menghilangnya Eve dan Lea
kalian berhentilah bertengkar dan turun dari mobil sekarang juga". ucap Eve penuh penekanan
Lea dan Brian, buru buru keluar dari mobil karena merasakan aura yang tidak mengenakan dari Eve
Eve mode marah emang menakutkan". batin mereka berdua
kemana kita akan pergi". tanya Eve setelah bergabung dengan mereka
kita ke permainan".
kita cari makanan".
ucap Lea dan Brian secara bersamaan, mereka lalu saling bertatapan dan
lo kalo mau main mending ke taman bermain aja sono". ucap Lea sambil menatap Brian tajam
lo juga kalo mau makan pergi ke restoran sono". ucap Brian sambil membalas tatapan Lea tak kalah tajam
Eve hanya bisa memandang mereka berdua dengan datar, tidak ada habis nya". pikirnya
Eve lalu memilih meninggal kan Lea dan juga Brian yang sedang adu tatap mata tersebut, dia menelusuri setiap jalan yang di penuhi oleh berbagai jenis pedagang
tatapan nya lalu tertuju pada sebuah benda berwarna merah yang ternyata adalah permen
bibi, berikan aku satu". ucap Eve sambil menunjuk ke arah permen yang berbentuk kelinci
oke, ini dia". ucap bibi itu sambil memberikan permen di tangan nya pada Eve
Eve mengambilnya lalu memberikan uang selembar berwarna biru, setelah itu dia lalu pergi meninggalkan bibi itu
Eve merasa jika dia sedang di ikuti oleh seseorang saat ini, dia bersikap biasa saja karena menurut nya itu tidak mengancam dirinya
dia lalu melanjut kan langkah nya dan mengabaikan penguntit itu, namun tiba-tiba saja dia di tabrak oleh seorang anak kecil yang memakai baju sedikit kotor
maaf kak, aku tidak sengaja". ucap anak kecil tersebut
tidak papa, lain kali hati hati ".
anak kecil itu lalu pergi meninggal Eve dengan berjalan sedikit berlari, Eve tersenyum miring sambil melihat ke arah anak kecil itu berlari
anak kecil itu berlari menuju ke sebuah jalan yang terlihat sepi, dia lalu mengeluarkan sesuatu yang dia sembunyikan dari perutnya
kaka itu seperti nya orang kaya, pasti dompetnya banyak uang nya kan". ucap anak kecil itu senang sambil membuka dompet tersebut
saat membuka dompet tersebut dia tidak melihat satu pun uang di sana, dia lalu mengerjap kan kedua matanya merasa kebingungan
apa aku salah ya". ucap nya sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal
__ADS_1
dia lalu membalikan dompet tersebut dan melihat sesuatu yang terjatuh
apa ini?, sebuah kertas". ucap nya sambil mengambil kertas tersebut
anak kecil itu mengernyitkan kening nya karna melihat tulisan " Anda Belum Beruntung " di atas kertas tersebut
harus kah aku mengejar anak kecil itu ". ucap Oreo yang saat ini sedang di gendong oleh Eve
tidak perlu".
kenapa, bukan kah anak itu mengambil sesuatu dari mu". ucap Oreo bingung
Eve tidak menjawab dia malah terkikik karena membayang kan reaksi anak kecil itu setelah melihat dompet hasil curiannya ternyata kosong
lupakan saja, lagi pula itu hanya dompet kosong".
hah".
Eve lalu kembali melanjutkan langkah nya untuk mencari sesuatu yang menarik perhatian nya, mengabai kan Oreo yang masih kebingungan
Eve berdiri di depan toko yang terpajang bermacam jenis topeng, dia lalu melihat topeng yang berbentuk rubah dengan dua lonceng di sisi kanan dan kiri nya, karena merasa tertarik dia akhirnya membeli topeng tersebut
Eve berniat untuk mencari kedua teman nya namun karena merasa lelah setelah berkeliling cukup lama akhirnya Eve memilih untuk beristirahat sebentar di depan toko roti,
Eve duduk di sebuah bangku yang ada di sana lalu mendongak kan kepala sambil memejam kan kedua matanya menikmati hembusan angin yang mengenai nya
dasar pencuri kecil, berani nya kau mengambil dagangan ku". ucap seorang pria sambil menendang perut anak kecil itu
sepertinya anak itu mencuri dagangan seseorang ". ucap orang lain nya
benarkah, kalau begitu dia memang pantas di pukuli". ucap nya lagi
Eve yang mendengar suara berisik di dekat nya pun membuka sebelah mata nya untuk mengintip apa yang sedang terjadi
dia lalu melihat keruman yang sedang menonton aksi seorang pria dewasa sedang memukuli seorang anak kecil
kota D ini ternyata memang sangat gaduh". ucap Eve sambil berdiri dari duduk nya
Eve menyalip orang orang di kerumunan itu sampai dia berada di barisan paling depan, dia melihat seorang anak kecil yang di pukuli sedang meringkuk sambil merintih kesakitan
Eve melesat ke arah pria itu dan menghentikan aksi nya yang akan kembali memukuli anak itu, pria itu tentu saja terkejut dengan Eve yang tiba tiba berada di depan nya
hentikan, kau bisa membunuh anak itu". ucap Eve dengan nada penuh tekanan
pria itu merasa takut dan mencoba melepaskan tangan nya yang di pegang oleh eve setalah itu dia lalu mundur beberapa langkah ke belakang
dia itu sudah mencuri roti yang akan ku jual". ucap pria itu marah
tidak, aku tidak mencurinya tapi aku mengambil nya karena pria itu sudah membuang nya". ucap anak itu
__ADS_1
Eve melirik anak itu dan melihat kejujuran di mata nya, dia lalu mengambil segepok uang dari tas nya dan melemparkan nya ke arah pria tersebut
apa itu cukup".
pria itu sedikit tidak senang karena Eve bersikap tidak sopan pada nya namun dia juga merasa berterimakasih karena Eve memberikan nya banyak uang
cukup". ucap pria itu sambil tersenyum senang
Eve memandang datar pria di depan nya yang sedang memungut uang dengan buru buru itu, dia mungkin takut orang akan mengambil dari nya
benar benar menjijikan". gumam nya, dia lalu melihat ke arah anak itu dan membantu nya untuk bangun
kau baik baik saja pencopet kecil". ucap Eve lalu mendapat anggukan dari anak tersebut
kakak maaf kan aku karena mengambil dompet milik mu". ucap anak itu sambil menundukan kepala dan memainkan jari jari tangan nya
siapa nama mu". ucap Eve sambil mengelus rambut anak itu
Dino". ucap nya sambil melihat ke arah Eve
ikuti aku". ucap Eve sambil berjalan meninggalkan Dino di belakang nya
meskipun dia tidak tahu akan di bawa kemana tapi Dino tetap mengikuti Eve dari belakang karena dia menganggap Eve adalah orang baik yang sudah menolong nya
kau tunggu di sini".
Dino hanya mengangguk saja, dan melihat Eve yang berjalan memasuki sebuah toko roti, beberapa menit kemudian Eve keluar dengan membawa banyak roti di dekapan nya
makan". ucap Eve sambil memberikan semua roti tersebut
Dino melihat semua itu dengan tatapan berbinar, dia lalu menerima roti pemberian Eve dan langsung memakan nya
terimakasih kakak". ucap Dino sambil tertawa bahagia, Eve hanya tersenyum saja menanggapi ucapan Dino
kakak apa kau seorang malaikat". ucap Dino
bukan, aku manusia".
benarkah, tapi ibuku bilang manusia itu sangat jahat dan yang baik hanyalah malaikat".
tidak semua orang itu jahat, ada juga yang baik". ucap Eve sambil tersenyum ke arah Dino
begitu ya, aku mengerti". ucap Dino polos
di mana ibumu, kenapa kau berkeliaran sendirian ".
Dino terdiam dan menghentikan mulut nya dari mengunyah roti,
ibu ku, dia sudah mati aku melihat nya di tusuk oleh seseorang". ucap Dino sambil menahan tangisan nya
__ADS_1
karena merasa tidak enak, Eve lalu memeluk Dino dan mencoba untuk menenang kan nya