
Damon membawa Eve ke sebuah restoran mewah yang biasa di datanginya
"bisakah kau berhenti mencium tangan ku seperti itu". ucap Eve kesal, karena dari saat pertama dia dan Damon duduk, Damon terus saja mencium tangan nya
" tidak bisa aku harus menghilangkan jejak pria itu yang sudah menyentuh tangan mu". ucap nya
"ekhem,, ngomong ngomong bukan hanya kalian saja yang ada di sini jadi bisakah kalian menghenti kan kegiatan menjijikkan kalian itu". ucap Chio dengan sinis
" tahu nih bos Damon, hargain kita yang jomblo dong". timpal Rizki
" kalian bisa pergi, karena tidak ada yang menyuruh kalian untuk mengikuti kami". ucap Damon acuh
"eh jangan gitu lah bos kita kan laper pengen makan juga". ucap Rizal
" bukan kah kalian bisa makan di tempat lain".
"tapi bos kami kan pengen di traktir, iya gak". ucap Rizki sambil menaikan satu alis nya ke arah teman teman nya
" yoi". ucap Rizal dan Haider, sedangkan Zergan dan Chio mereka hanya mengangguk membenarkan saja
"apa keluarga kalian sudah bangkrut sampai untuk makan saja kalian butuh traktiran ku".
" kita bukan nya bangkrut bos, kita cuma lagi menghemat saja". ucap Rizal
"cih banyak alasan".
"bisakah kalian diam". ucap Eve
" ay ay kapten". ucap Rizal dan Rizki sambil hormat pada Eve
tidak lama kemudian makanan pun datang dan mereka langsung memulai acara makan nya tanpa ada obrolan sedikit pun
Eve pulang kerumah saat hari sudah larut malam, saat memasuki rumah Eve di kaget kan dengan kehadiran kedua orang tua nya
"ayah, ibu". ucapnya
Eve lalu berjalan mendekat ke arah Lyora dan Samuel berniat untuk memeluk mereka berdua namun bukan nya dapat pelukan, dia malah mendapat jeweran telinga dari Lyora
" dasar anak nakal kenapa pulang larut malam, apa kau tidak mengingat apa nasehat ku hah". kata Lyora
"aku mengingat nya bu, aku hanya ada urusan sebentar tadi, itu sebab nya aku pulang terlambat, maafkan aku ya". ucap nya memohon
"urusan apa, kau tidak membuat masalah di luarkan". ucap Lyora sambil melepaskan jeweran tangan nya
" bu kenapa kau selalu berpikiran buruk pada anak mu".
"hmmp, itu karena kau selalu membuat masalah". ucap Lyora sambil memaling kan wajah
Eve tersenyum lalu memeluk ibunya tersebut, apa kau sudah lama di sini bu". ucap nya
"kami datang saat makan siang tadi". ucap Samuel sambil mengelus kepala Eve
"aku dengar kau menghancurkan perusahaan seseorang". tanya Samuel
Eve melepaskan pelukan nya dari Lyora lalu menatap lurus ke arah Samuel
"itu bukan salah ku dia nya saja yang tidak becus" ucap Eve cuek
"tetap saja itu karena kau sudah membunuh ceo mereka, kau bahkan sampai menghapus sebuah organisasi". kata Samuel sambil menggelengkan kepala
" itu karena dia orang jahat".
__ADS_1
"ya baiklah, ngomong ngomong siapa pria ini". ucap Samuel sambil menunjuk ke arah Damon
Lyora yang tidak menyadari kehadiran Damon pun mengikuti arah tunjuk Samuel, dia lalu tersenyum ke arah Eve
" sayang, apa dia kekasih mu". goda Lyora
"tidak, dia bukan_".
belum sempat Eve menyelesaikan kata kata nya Damon lebih dulu memotong ucapan nya
" hallo om tante, saya kekasih nya Queen ". ucap Damon dengan sopan
"Nero diamlah". ucap Eve sambil menginjak kaki Damon
" waah bilang nya bukan kekasih tapi kalian sudah punya panggilan masing-masing ". ucap Lyora sambil terkekeh
" buu, bukan seperti itu".
Samuel menatap Damon dengan pandangan menilai nya, dia melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala nya
"kau sungguh kekasih dari putri ku". tanya Samuel
" itu benar paman".
"meskipun kau memang benar kekasih nya, aku tidak akan menyerah kan dia pada seseorang yang hanya bermain main saja dengan nya". ucap Samuel dengan senyum sarkas
" saya tidak bermain-main, saya sungguh sungguh mencintai nya". tegas Damon
"oh apa bukti nya, apa yang bisa kau lakukan untuk Evelyn". kata Samuel sambil bersidekap dada
Damon tersenyum, dia lalu merogoh saku celana nya dan mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah
Damon lalu membuka kotak tersebut, di sana ada sepasang cincin dengan di lapisi oleh berlian berwarna merah
Lyora dan Samuel terdiam karena merasa terkejut dengan tindakan Damon sedangkan Eve, dia memijit pelipisnya tidak tahu harus berekasi seperti apa, dia sebenar nya tidak terlalu peduli dengan siapa dia akan menjalin hubungan, jadi dia menunggu jawaban dari orang tua nya saja
"saya akan mengirimkan hadiah lain nya besok". kata Damon dia berfikir terdiam nya kedua orang tua Eve karena tidak yakin dengan apa yang dia berikan
" bagaimana? apa anda akan membiarkan saya dan Queen bersama". tanya Damon
Samuel melihat ke arah Lyora untuk meminta jawaban, Lyora tersenyum lalu mengangguk. Samuel menghela nafas lalu kembali melihat ke arah Damon
"baiklah, aku akan mengizinkan kau bersama nya tapi untuk saat ini kau hanya bisa bertunangan dengan nya karena dia masih harus menyelesaikan sekolah nya dahulu".
Samuel menerima Damon bukan karena dia berjanji akan mengirim hadiah lain, tapi karena dia melihat kesungguhan di mata nya lalu sepeti nya Eve juga sudah mengenal baik Damon
" tidak masalah, itu baik baik saja". ucap Damon sambil tersenyum
setelah itu Damon lalu memakaikan satu cincin di jari manis Eve dan satunya lagi dia memakai di tangan nya
"nah sekarang kau sudah resmi menjadi milik ku". ucap damon setelah itu dia lalu mencium tangan Eve
" tunggu dulu, bukan kah seharusnya kau memberitahu tahu kedua orang tua mu dulu ". kata Lyora
" tante tenang saja mereka pasti akan setuju".
"hah". Samuel dan Lyora benar-benar tidak habis pikir dengan jawaban Damon, apakah semudah itu". pikir mereka
****
tok
__ADS_1
tok,,
pagi pagi sekali Eve sudah di bangun kan oleh suara ribut seseorang yang mengetuk pintu, dia lalu dengan malas menuruni tempat tidur nya dan membuka pintu tersebut
" tunggu sebentar ". ucap nya, setelah pintu terbuka Eve melihat Nuri
" ada apa Nuri". kata Eve sambil mengucek matanya
"itu nona, di bawah ada orang yang mencari anda". kata Nuri
" siapa yang mencari ku pagi pagi begini". tanya Eve
"saya tidak tahu nona katanya dia mengirim barang untuk anda".
Eve dan Nuri lalu menuruni tangga, di ruang keluarga Eve melihat sudah ada kedua orang tua nya dan juga Dino
" selamat pagi". kata Eve
"pagi sayang"
"pagi kak".
" kalian sudah akrab ternyata ".
" tentu saja, kami sudah bertemu kemarin dan ibu menyukai nya". ucap Lyora sambil mengusap kepala Dino, setelah itu dia lalu menatap Eve dengan marah
"kenapa kau tidak memberitahu kami kalau punya adik semanis Dino". ucap nya garang
" aku pikir ibu sudah mengetahui nya".
"tentu saja aku sudah tahu semuanya dari anak buah ayah mu, jika aku tidak bertanya pada mereka aku mungkin tidak akan tahu apa apa tentang mu".
" baiklah bu, aku akan keluar sebentar". ucap Eve setelah itu dia pun meninggalkan mereka
di luar Eve melihat seorang laki-laki yang memakai topi
"apa anda nona Evelyn Quensha Anthony". ucap laki-laki itu
" benar".
"kalau begitu, bisa tolong tanda tangan di sini". ucap laki-laki itu sambil menyerahkan pulpen dan kertas ke arah Eve
Eve pun menanda tangani keras tersebut tanpa membaca nya terlebih dahulu, dia sudah di beritahu oleh Damon jika itu adalah hadiah yang di kirim oleh nya
" kalau begitu saya pergi dulu, permisi ". ucap laki-laki itu lalu pergi
" siapa itu". ucap Lyora yang muncul di belakang Eve
"dia pengirim barang".
" hmmm apa kau habis membeli sesuatu". tanya Lyora
"tidak, Nero yang memberikan itu pada ku". ucap Eve sambil menunjuk ke arah tumpukan kerdus
Lyora pun melihat arah yang di tunjuk oleh Eve, dia lalu terkaget-kaget karena saking banyak nya yang di kirim
" apa sebanyak ini". tanya nya
"iya".
Samuel dan Lyora
__ADS_1
" selamat berpuasa'....