
hey apa kita harus melaporkan nya pada bos besar". ucap seorang pria pada teman di sebelahnya
iya". jawabnya setelah diam beberapa saat
oke". pria itu lalu mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di sana
sementara itu Eve, setelah urusan nya dengan Chio selesai dia langsung pulang karna hari juga sudah malam
saat ini dia sedang berbaring di atas tempat tidur di temani Oreo di samping nya
kau terlalu berlebihan tadi, kau juga tahu kan dia di awasin oleh beberapa orang". ucap Eve
yah, sepertinya bocah itu punya latar belakang yang luar biasa". ucap Oreo
aku tahu".
kau sungguh tidak akan membunuh pria itu". ucap Oreo sambil menatap ke arah Eve
Eve melirik Oreo sebentar lalu kembali menatap langit langit kamarnya
bukan kah kau bilang dia punya latar belakang yang luar biasa". ucap Eve sambil tersenyum
kau, jangan bilang cuman mau memanfaat kan dia". ucap Oreo dengan terkejut
Eve tidak menjawab dan hanya menampilkan senyuman anehnya, dan itu membuat Oreo bergidik ngeri
dasar rubah". batin nya
......................
ke esokan harinya Eve beraktifitas seperti biasa, bangun pagi dan melakukan olahraga ringan seperti yang biasa dia lakukan lalu bersiap untuk kembali ke sekolah nya
Eve berhenti tepat di parkiran khusus mobil di sekolah nya, setelah keluar dari mobil dia di kagetkan dengan seseorang yang memeluknya dari belakang
selamat pagi teman ku Eve". ucap Lea dengan cengiran nya
pagi". ucap Eve sambil melepaskan pelukan Lea
setelah itu mereka lalu berjalan sambil bergandengan tangan untuk pergi ke kelasnya
Eve mengernyit kan kening nya karna melihat begitu banyak bunga dan makanan di atas meja belajar nya
wow luar biasa". heboh Lea sambil bertepuk tangan
bener kan tebakan gue kemarin, kaya nya mulai sekarang lo bakal dapet ini tiap hari deh". ucap Lea sambil menarik bangku tempat duduknya
Eve menarik napas lelah, sangat sulit menjadi orang cantik, pikirnya
__ADS_1
kalo lo gak mau, kasih gue aja". ucap Lea sambil menarik nurun kan alisnya
hmm ambil aja". ucap Eve sambil menggeser beberapa makanan di sana
yee gue pikir di kasih semua".
Eve memandang Lea dengan datar lalu menggeleng kan kepalanya, udah di kasih bukan nya bilang terimakasih malah gak tahu diri pikirnya
bell pun berbunyi dan tidak lama setelah itu masuklah seorang guru wanita yang membawa beberapa buku di tangan nya
selamat pagi semuanya". ucap nya
pagi buu".
baiklah, kita lanjutkan pelajaran kemarin". ucap wanita itu tersenyum lalu membalikan tubuhnya ke arah papan tulis dan mencoret-coret sesuatu di sana
selama guru itu menjelaskan, Eve melihat semua murid di kelasnya tidak ada yang mendengar kan nya, mereka malah asik mengobrol atau bermain game
mungkin hanya dirinya dan Lea saja yang lumayan normal di kelas ini, Eve pun menoleh ke arah samping dan melihat Lea dengan mulut yang penuh makanan
ternyata dia sama saja". batinnya sambil menatap Lea dengan tatapan datar nya
kenapa". ucap Lea bingung karna melihat tatapan Eve yang seperti merasa iba padanya
tidak ada". jawab Eve sambil menggelengkan kepala nya
seperti biasa Lea akan langsung menarik tangan nya untuk pergi ke kantin, namun di tengah jalan mereka di cegat oleh seseorang
hallo calon masa depan ku, mau ke kantin kan, bareng ya". ucap nya tak lupa dengan senyum manisnya
apaan gak boleh, pergi lu kadal". ucap Lea sambil mendorong tubuh Brian
ternyata yang ngalangin jalan mereka itu Brian, partner debat nya Lea
maaf anda siapa ya". ucap brian dengan wajah polos nya
Lea menjadi kesal dengan Brian yang pura-pura tidak mengenalnya itu dia pun menggulung lengan baju nya siap untuk menghajar brian, namun aksinya terhenti karna Eve menarik tangan nya
jangan berdebat di tengah jalan, ngalangin orang". ucap nya
habisnya gue kesel, dia tuh pasti cuma mau caper ke lo doang". ucap Lea sambil melirik tajam ke arah Brian
dih ngapa lo cemburu, lo pasti suka kan sama gue". ucap Brian
gue? suka sama lo, impossible". ucap Lea dengan wajah julid nya
Eve hanya bisa menghela nafas lelah menghadapi sikap mereka yang selalu berdebat jika saling bertemu
__ADS_1
kalian sepertinya sangat cocok, kenapa tidak menjadi sepasang kekasih saja". ucap Eve menghentikan perdebatan mereka
Brian dan Lea saling berpandangan lalu kembali melihat ke arah Eve
gak mungkin". ucap mereka serempak
mereka bertiga lalu duduk di salah satu bangku yang masih kosong setelah selesai memesan makanan, saat asik dengan makanan nya Eve di kejutkan dengan teriakan cewek-cewek yang ada di kantin
ada apa". kata Eve sambil melihat ke arah sumber teriakan mereka
di sana dia melihat lima orang pemuda yang baru saja memasuki kantin, mereka berjalan dengan angkuh seakan-akan semua yang ada di depan mereka bukan apa apa
oh itu gengnya si Archio, mereka emang cukup terkenal sih". ucap Lea
Eve menoleh ke arah Lea dan menaikan satu alis nya tanda bertanya, kenapa.
Lea yang mengerti pun menjelaskan
mereka di juluki Rich Boys yang artinya mereka semua orang kaya yang banyak duit, mereka itu para tuan muda dari keluarga bangsawan di kota D, semua orang hampir mengenal mereka karna salah satu di antara mereka merupakan adik dari sang penguasa kota". jelas Lea
oh". ucap Eve cuek lalu kembali pada makanan nya
anjir oh doang". ucap Lea dengan nada sedikit kesal
lalu, apa aku harus seperti mereka". kata Eve sambil menunjuk ke arah cewek-cewek di sana
emang lo gak tertarik, mereka kan sultan di tambah mereka juga ganteng".
hmm". Eve melirik sebentar ke arah mereka, yah memang ganteng² sih tapi gak sampe harus teriak teriak kaya orang kesurupan kan, Eve lalu memutar kepalanya dan melihat kembali ke arah Lea
tidak ada yang istimewa, lagi pula aku juga punya banyak uang".
Lea membuka mulutnya lalu menutupnya kembali dan membuka mulutnya lagi, merasa speechless mendengar jawaban Eve. dia tidak tahu harus menjawab apa, sedangkan Brian di sampingnya terkikik melihat wajah Lea yang menurutnya terlihat sangat konyol
Lea melirik ke arah sampingnya dan menatap tajam Brian yang sedang mati matian menahan tawanya, namun bukan nya takut Brian malah tertawa dengan terbahak-bahak
karna sangat kesal Lea memasukan makanan miliknya ke mulut Brian dengan tidak kalemnya dan berakhir dengan Brian yang tersedak, lalu gantian Lea yang terbahak-bahak mentertawakan Brian
Eve melihat ke arah belakang karna merasa ada seseorang yang sedang menatap ke arah nya, dan di sana ada seorang pria yang sedang melihat nya dengan kedua tangan yang bertumpu pada dagunya
Eve tersenyum ke arah pria itu lalu mengedipkan sebelah matanya, pria itu membulatkan matanya terkejut lalu memalingkan wajah nya menghindari tatapan dari Eve
tuan, apa kau baru saja menggoda nya". ucap Oreo menggunakan telephaty
hanya sedikit menjahili nya saja". jawab Eve
Oreo adalah hewan yang melakukan kontrak dengan Eve, jadi meskipun dia tidak berada di samping Eve dia tetap bisa melihat apa yang Eve lihat begitu juga sebaliknya, karna mereka terhubung satu sama lain
__ADS_1