Transmigrasi Mage

Transmigrasi Mage
06


__ADS_3

bel pulang sekolah pun berbunyi, Eve merapihkan kembali semua bukunya dan memasukan nya ke dalam tas


"pulang bareng siapa". tanya Lea


"sendiri". ucap Eve sambil memperlihatkan kunci mobil di tangannya


Lea mengangguk tanda mengerti setelah itu dia lalu menarik tangan Eve untuk menuju parkiran bersama


saat sampai Lea langsung berpamitan karna melihat mobil jemputannya yang sudah datang


"gue duluan ya Ve, dahh". ucap Lea sambil melambai kan tangannya ke arah Eve


"dahh". jawab Eve sambil membalas lambaian tangan Lea


setelah melihat mobil Lea yang sudah pergi menjauh, dia pun berjalan ke arah mobilnya sambil memutar mutar kunci mobil di tangan nya


Eve pun langsung menyala kan mobilnya lalu pergi meninggalkan area sekolah


"tuan, aku mencium bau yang enak di sana". ucap Oreo yang tiba-tiba saja muncul di samping Eve


Eve memutar kepalanya ke arah yang di tunjuk oleh Oreo, dan melihat toko makanan di sana


"kau lapar". tanya Eve


"tentu saja, menurut mu jam berapa ini, ini sudah lewat jam makan siang dan perut ku sudah berbunyi dari tadi ". ucap nya kesal


" aku pikir kau tidak bisa merasakan lapar karena kau kan binatang sihir".


"kau juga seorang penyihir, kenapa kau merasakan lapar".


"karna aku manusia dan manusia harus makan untuk memulihkan kembali tenaga nya".


" hewan juga butuh makan untuk bertahan hidup".


Eve tidak membalas ucapan Oreo, dia lalu melirik Oreo sekilas dan merasa jika kucing itu sedang kesal sekarang


Eve berhenti tepat di depan toko tersebut, dia keluar dari mobil dengan Oreo di sampingnya, Eve melihat banyak sekali makanan yang baru pertama kali dia lihat, maklum dia anak orang kaya


"hello adik mau beli apa". ucap seorang paman yang merupakan pemilik toko tersebut


Eve menaruh kedua jarinya di dagu pertanda dia sedang berpikir, dia lalu menunjuk beberapa makanan di sana


"beneran semua ini dek". ucap paman penjual itu dengan kaget, bagaimana tidak Eve hampir membeli semua makanan di sana


"benar paman, tolong ya". ucap Eve sambil tersenyum


"baik, tolong tunggu sebentar". penjual itu lalu membungkus semua pesanan Eve


selama menunggu paman itu menyiapkan pesanan nya, Eve mengambil salah satu makanan yang ada di sana dan memberikan nya pada Oreo


"ambil".


tanpa babibu Oreo langsung mengambil makanan tersebut dan memasukan nya ke dalam mulut


"enaknya, daging emang yang terbaik". ucap Oreo sambil Memejamkan kedua matanya


Eve pun mencoba salah satu makan juga karna merasa penasaran dengan reaksi Oreo yang menurutnya berlebihan itu


"lumayan". ucapnya sambil terus mencoba semua makanan di sana


"kau berkata seperti itu, tapi kau juga memakan semua makanan itu seperti orang kelaparan, manusia memang munafik". batin Oreo sambil memandang Eve dengan tatapan datarnya

__ADS_1


"kenapa". tanya Eve


Oreo tidak menjawab dan memilih untuk melanjutkan kembali acara makan nya


Eve menghendikan bahu nya tidak peduli, tidak lama kemudian penjual itu pun datang sambil membawa beberapa bingkisan di tangan nya


"ini pesanan nya total nya menjadi satu juta". ucap paman itu ramah sambil menyerah kan bingkisan tersebut


Eve mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah di tasnya dan memberikan nya pada penjual itu


"terimakasih adik, semoga harimu menyenangkan". ucap penjual itu sambil sedikit membungkukan badan nya


Eve mengangkuk dan tersenyum ke arah penjual itu, setelah itu dia lalu berjalan menuju arah mobilnya


namun saat akan membuka pintu mobil, Eve di kejutkan oleh tangan seseorang yang tiba-tiba menariknya


"apaan sih tangan orang maen tarik² aja". ucap nya sambil mengibaskan tangan nya dari pria itu


pria itu berhenti lalu memutar badan nya dan melihat ke arah Eve


"naik". ucap pria itu datar


Eve sedikit terkejut karna orang yang menarik tangan nya adalah pria yang kemarin dia temui


"anda tidak lihat saya bawa mobil sendiri". ucap Eve sambil menunjuk mobil nya


Eve berniat untuk pergi karna melihat pria itu yang diam mematung, namun baru beberapa langkah pria itu malah mengangkat tubuhnya dan memaksa nya untuk naik ke atas motor pria tersebut


Eve berteriak berharap agar pria itu mau melepaskan nya namun pria itu mengabaikan nya dan melajukan motornya


Oreo yang sedang di dalam mobil melihat semua kejadian itu dengan tatapan malasnya, sebenarnya mudah saja bagi Eve untuk mengalah pria itu dengan sihirnya, namun dia tidak mungkin menggunakan sihir di depan orang biasa, dia bisa bisa di anggap monster oleh orang-orang tersebut


"Membosankan". ucapnya, setelah itu dia lalu menghilang entah kemana


saat ini Eve sedang duduk sambil menatap datar orang di depan nya


"Evelyn Quensha Anthony dari kota A, cucu perempuan satu satunya keluarga Anthony, putri kesayangan tuan Samuel dan nyonya Lyora, benarkan". ucap nya sambil menatap langsung mata Eve


"apa mau mu". ucap Eve datar


"katakan siapa kau sebenar nya".


Eve menatap pria itu dengan malas, apa pria ini menculik ku hanya untuk menanyakan sesuatu seperti itu, pikirnya


"aku?. hanya seorang siswi biasa". ucapnya malas


pria itu mengerutkan keningnya tanda tidak percaya dengan jawaban yang Eve berikan, dia lalu bangun dan mengikis jarak antara dirinya dan Eve


"katakan siapa kausebenarnya, atau". pria itu lalu mengeluarkan sebuah pisau lipat dan meletakan nya di leher Eve


Eve melirik pisau yang ada di lehernya lalu tersenyum miring ke arah pria itu


"kenapa kau tersenyum ". ucap pria itu bingung


tiba tiba saja dia terlempar dan merasakan sesuatu yang menekan lehernya, dia lalu melihat mahluk besar yang mirip seperti kucing sedang menatap marah ke arah nya


"manusia rendahan seperti mu, beraninya menodongkan senjata ke arah tuan ku". geramnya sambil terus menekan leher pria itu dengan cakar besarnya hingga mengeluarkan darah


Eve yang melihat jika pria itu terluka pun menghentikan aksi yang sedang Oreo lakukan


"cukup, kau menyakitinya".

__ADS_1


"tch, dia pantas mendapatkan itu".


Oreo lalu melepaskan cengkraman nya dari pria itu lalu berjalan mendekat ke arah Eve, dia lalu meletakan kepalanya di pangkuan Eve


"apa aku tidak salah dengan, barusan kucing itu berbicara kan". batin pria itu sambil menatap dengan ling lung ke arah Oreo


"kau tidak salah, dia memang berbicara". jawab Eve seakan mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh pria itu


"kauu, bagaimana mungkin kucing bisa bicara".


" tentu saja karna dia bukan kucing".


"benarkah, kalau begitu apa dia siluman". ucap pria itu sambil menatap ke arah Oreo


"aku ini bukan siluman". ucap Oreo kesal


"bukan siluman, lalu kau ini apa".


"kenapa juga aku harus menjawab pertanyaan manusia sepertimu". ucap Oreo sambil tersenyum miring


melihat senyuman Oreo pria itu tiba-tiba menjadi kesal karena merasa sedang di remehkan


sedangkan Eve dia pergi meninggalkan mereka yang sedang perang mata tersebut, beberapa menit kemudian dia pun kembali dengan membawa sebuah kotak di tangan nya


Eve berjalan mendekat ke arah pria itu dan membuka kotak tersebut,


"apa yang kau lakukan". ucap pria itu sambil menghentikan tangan Eve yang akan menyentuhnya


"kau terluka".


pria itu lalu meraba area leher nya dan merasakan cairan lengket di sana, dia lalu membiarkan Eve untuk mengobatinya lagipula itu salah kucing besar miliknya, pikir nya


setelah selesai Eve meletakan kotak itu di atas meja dan kembali duduk sambil mengelus Oreo yang sedang tertidur


sedang pria itu dia tiba-tiba menjadi gugup karena merasa tidak enak telah membawa Eve secara paksa dan sekarang dia malah mengetahui sesutu yang tidak biasa


"hey".


"ada apa". ucap Eve tanpa melihat ke arah pria itu


" kau tidak membunuhku".


"kenapa".


"karna aku tahu rahasia mu".


Eve menghentikan tangan nya yang sedang mengelus Oreo lalu menatap pria itu, dia tahu bapa yang di maksud rahasia oleh pria itu adalah Oreo yang bisa berbicara


"siapa nama mu".


"Chio, Archio Cyrus Alexius ". ucapnya dengan gugup karena di tatap dengan intens oleh Eve


"Chio ya, nama yang sangat imut". ucap Eve sambil tersenyum ke arah Chio


kedua pipi Chio tiba-tiba menjadi panas karwna mendapat pujian seperti itu, entah karena malu atau karna hal lain


"aku orang baru di sini dan aku tidak punya satu pun teman, jadi apa kau mau jadi teman ku". ucap Eve


Chio terdiam mendengar tawaran Eve


"apa maksudnya dia akan mengawasi ku dengan pura-pura menjadi teman". batin Chio

__ADS_1


" kau tidak mau". ucap Eve ketika melihat Chio yang hanya diam saja


"baiklah, ayo berteman".


__ADS_2