
saat ini Eve dan Dino sedang menunggangi Oreo yang berubah kembali menjadi naga
"waah, aku merasa seperti di dunia dongeng". ucap Dino yang masih tidak percaya jika Oreo ternyata adalah naga, dia pikir jika Oreo hanyalah kucing yang bisa berbicara saja
" kak, bukan kah ini arah menuju hutan untuk apa kita pergi ke hutan". tanya Dino
"karena markas mereka berada di tengah hutan". ucap Eve tanpa melihat ke arah Dino
" jadi begitu". ucap Dino sambil mengangguk
beberapa menit kemudian mereka lalu tiba dan mendarat di depan sebuah kastil tua yang berada di tengah hutan tersebut
"itu ramai". ucap Dino kala melihat sepuluh orang yang berjaga di depan kastil itu
" itu wajar kan". ucap Eve
"lalu kak, apa kali ini kita akan menerobos masuk".
" iya, aku ingin membantai habis mereka semua sampai tidak tersisa satu orang pun".
"tapi kak kita kan hanya bertiga, apakah bisa". ucap Dino tidak yakin
" bocah ini lagi lagi meremehkan tuan ku". ucap Oreo, sekarang dia sudah kembali menjadi kucing
"ku beritahu pada mu bocah, tuan ku itu bisa memporak porandakan kota ini jika dia mau".
" benarkah, apa kakak sehebat itu".
"tentu saja".
"kau terlalu berlebihan Oreo". ucap Eve
setelah itu mereka lalu berjalan mendekati pria pria besar yang sedang berjaga itu
" siapa kalian". teriak salah satu penjaga yang ada di sana
"kalian tidak perlu tahu". ucap Eve sambil membekukan kesepuluh orang tersebut
" kenapa Tiba-tiba aku menjadi dingin". ucap mereka yang masih belum sadar jika tubuh nya membeku
"wah itu menjadi es". seru Dino
" ayo masuk". ucap Eve dan di balas anggukan oleh Dino dan Oreo
mereka lalu memasuki bangunan tersebut, di sepanjang jalan mereka akan bertemu dengan beberapa orang namun mereka akan langsung membunuh nya tanpa pikir panjang
Eve kadang kadang akan diam dan hanya memperhatikan Dino bertarung, dia ingin melihat sampai sejauh mana kekuatan Dino dan itu memuaskan nya karena seperti nya Dino sudah mulai terbiasa dengan pertarungan dia bahkan bisa mengalah kan mereka tanpa kesulitan sedikit pun
setelah perjalan panjang yang melelah kan itu mereka lalu tiba di depan sebuah ruangan dengan pintu yang sangat besar
"apa ini ruangan bos nya". ucap Eve
__ADS_1
ahh,
Eve mengerjapkan mata nya ketika mendengar suara aneh di dalam ruangan tersebut
" suara apa itu". ucap Eve bingung
"tuan itu suara seseorang yang sedang mendes*h". ucap Oreo sambil menepuk kepala nya, dia menjadi penasaran tentang kehidupan seperti apa yang di jalani oleh Eve di masa lalu nya sampai suara seperti itu saja dia tidak tahu
" apa mereka sedang melakukan pengembang biakan ". ucap Eve sambil menaruh jari telunjuk di dagu nya
" itu benar".
"pantas saja dia tidak mendengar suara berisik di luar".
Dino terduduk sambil bersandar di tembok, dia merasa sangat lelah karena harus bertarung dengan banyak orang
" apa kau lelah". ucap Eve karena melihat Dino yang duduk sambil terengah-engah
"maaf kak, apa kita bisa istirahat sebentar".
" tidak bisa, aku mengantuk ". ucap nya, setelah itu Eve lalu mengangkat satu tangan nya ke arah Dino,
tubuh Dino tiba-tiba di kelilingi oleh cahaya berwarna emas, setelah itu dia lalu merasa jika dirinya nya kembali bersemangat bahkan dia juga merasa jika tubuh nya menjadi lebih kuat
" woahh apa itu yang nama nya blessing kak". Seru Dino
"ya, aku juga menambah sihir pertahan pada mu jadi jangan takut terkena peluru nanti".
" keren bukan kah itu berarti aku tidak akan terkalah kan". ucap Dino semangat
"yosh ayo kita bantai mereka". ucap Dino sambil mengangkat kepalan tangan nya ke atas
" punten". ucap Eve sambil menendang pintu
Eve sengaja mendobrak pintu tersebut karena dia sudah tidak tahan mendengar suara desah*n yang saling bersahutan dia bahkan mendengar kata umpatan di dalam ruangan itu
di sana Eve melihat seorang pria yang sedang di kerubuni oleh tiga orang wanita, pria itu terlihat mengerang kenikmatan karena salah satu di antara wanita itu tengah mengulum kemalu*n nya selain itu kedua tangan pria itu juga tidak tinggal diam, dia meremas payud*ra dua wanita lain nya
"Dino sebaiknya kau tutup mata mu". tegas Eve
Dino yang sedang membuka mulut nya karena shock pun langsung menutup mulut nya dan buru buru menutup kedua matanya karena mendengar suara Eve
" hah ya baiklah". ucap Dino ling lung dia masih mencerna apa yang baru saja dia lihat
Eve mengeluarkan sebuah belati kecil dari ruang spatial nya lalu melemparkan nya ke arah pria itu
"akkh". jerit salah satu wanita itu karena melihat sebuah belati yang menancap tepat di telinga pria itu
sedang pria itu dia menyentuh telinga nya yang robek lalu menatap tajam ke arah Eve
" sudah main main nya". ucap Eve sambil menatap malas pria di depan nya
__ADS_1
"siapa kau, bagaimana kau bisa masuk ke sini". ucap pria itu marah
" bagaimana aku masuk, aku mengetuk pintu apa kau tidak dengar".
pria itu menggertakan gigi nya marah saat mendengar ucapan santai Eve
"dimana para pengawal, pengawal". teriak pria itu
" jika kau mencari anak buah mu, mereka semua sudah mati". ucap Eve sambil melempar kepala ke arah pria itu
pria itu mematung saat melihat kepala orang yang menggelinding ke arah nya, sedangkan ketiga wanita itu menjerit karena ketakutan lalu berlari ke arah sudut ruangan
Eve mengernyitkan dahi nya tidak suka saat mendengar suara jeritan ketiga wanita itu
"berisik sekali". ucap nya sambil mengibaskan satu tangan nya ke arah para wanita
bersamaan dengan itu suara ketiga wanita itu tidak terdengar lagi karena Eve memotong tenggorokan mereka
" kak apa aku sudah boleh membuka mata ku". ucap Dino
Eve melihat ke arah Dino yang saat ini masih menutup kedua mata nya, ya bukalah". ucap Eve sambil mengangguk
Dino membuka mata nya lalu melihat pria itu sedang mematung sambil melihat sebuah kepala di bawah nya, lalu ada tiga orang wanita yang seperti sedang teriak tapi tidak terdengar suara
"wah kak kau kejam sekali memotong pita suara mereka". ucap Dino
Eve tidak menjawab dia lalu mendekat ke arah pria itu, namun Eve kembali mundur karena tiba-tiba saja ada dua orang pria bertopeng yang menghadang nya
" menjauhlah dari tuan ku". ucap mereka
" ternyata kau masih punya kartu as". ucap Eve sambil tersenyum
kedua pria itu menatap Eve dengan tatapan marah
"tuan sadar lah". ucap salah satu dari mereka menyadar pria itu
pria itu tampak tersadar lalu kembali menatap tajam ke arah Eve sambil mengepal kan kedua tangan nya
" bunuh dia". geram nya
kedua pria bertopeng itu mengangguk mengerti lalu berlari secara bersamaan ke arah Eve
Eve hanya tersenyum miring melihat kedua pria bertopeng itu, dia tidak ada niatan untuk menghindar atau pun melawan dia hanya membiarkan mereka mendekat ke arah nya, setelah mereka semakin dekat
"berlutut". ucap Eve
kedua pria bertopeng itu tiba-tiba saja terjatuh dan berlutut ke arah Eve
" kau apa yang kau lakukan". ucap salah satu dari mereka sambil menatap marah ke arah Eve
"aku hanya menyuruh kalian untuk berlutut, tapi aku tidak menyangka jika kalian akan menuruti ucapan ku". ucap Eve sambil menghendikan bahu
__ADS_1
"aku jadi teringat masa lalu". batin Oreo yang menyaksikan kedua pria itu
Selamat berpuasa~...