
Dino tersenyum ke arah Lea yang saat ini sedang berdiri mematung dengan mulut yang terbuka, seperti nya dia kaget karena melihat perubahan pada Dino
Dino lalu melambai kan tangan dan menyapa Lea
"hay kak Lea". ucap nya
"Dino". ucap Lea memastikan
"iya kak". ucap Dino dengan senyuman nya
Lea buru buru mendekat ke arah Dino dan duduk di samping nya
" ini beneran lo Dino, anak kecil yang waktu itu". ucap Lea sambil memegang kedua pundak Dino
"he he iya kak".
" astaga Dino kenapa lo bisa jadi sekeren ini".
"makasih". ucap Dino sedikit malu
"lo beneran Dino kan bukan pacar nya Eve". Brian yang melihat perubahan pada Dino pun merasakan hal yang sama seperti Lea
"kak Brian, aku beneran Dino kok bukan pacar nya kak Eve".
" beneran, lo di kasih makan apa sama Eve sampe tubuh lo keker kaya gini". ucap Brian sambil menyentuh otot tangan Dino
"aku hanya sering olahraga saja".
"gue juga sering olahraga kenapa otot gue gak tumbuh kaya lo". ucap Brian sambil melihat tangan nya
" emang lo olahraga apaan". tanya Lea
"push up, itu pun cuma lima kali". jawab Brian dengan polos nya
" yeee goblock". ucap Lea sambil memukul kepala Brian
Lea yang melihat Eve sudah bergabung dengan nya pun langsung menyerah kan sebuah kertas yang ada di dalam tas nya
"ini". ucap Lea
" kisah Cinderella ". ucap Eve ketika membaca kertas tersebut
"iya, kita bakal nyeritain kisah Cinderella dan gue yang jadi Cinderella nya keren gak". ucap Lea sambil menaik nurun kan alis nya
"oh, lalu apa peran ku". tanya Eve
"lo jadi ibu tiri". ucap Lea sambil tertawa
" dan dia jadi pangeran nya". ucap Lea sambil menunjuk ke arah Nanda
sementara itu teman nya Chio, meskipun mereka tidak ada hubungan nya dengan tugas Eve karena kelas nya yang berbeda mereka sengaja ikut karena ingin mengawasi Nanda
ketika mereka memasuki rumah Eve, tatapan meraka langsung tertuju pada seekor kucing yang sedang tertidur di samping Dino
" Chio itu kucing yang lo ceritain waktu itu". bisik Rizal
"iya".jawab Chio sambil mengangguk
" wah gak heran sih kenapa waktu itu lo bisa kalah, orang kucing nya aja gede kaya gitu". ucap Rizal
****
hari ini di sekolah Deimon terlihat sangat ramai karena hari ini merupakan perayaan ulang tahun nya sekolah yang ke 10, jadi semua orang tua murid pun di undang untuk datang ke sekolah
__ADS_1
di belakang panggung Eve dan semua temannya sedang bersiap karena sebentar lagi giliran mereka untuk tampil
" lo cantik banget". ucap Lea sambil tersenyum pada Eve
"Terima kasih, kau juga sangat cocok dengan baju pelayan itu". ucap Eve
Lea mendatarkan wajah nya, lo muji apa ngeledek gue". ucap nya,
Eve hanya tersenyum menanggapi ucapan Lea, Lea juga tidak benar-benar menganggap jika Eve meledek nya, dia lalu mengintip dari tirai dan melihat ke luar
" banyak banget yang dateng gue jadi gugup, kalo gue dialog nya salah gimana". ucap nya khawatir
"tidak papa, lakukan saja seperti saat kita sedang berlatih". ucap Eve menenangkan
beberapa menit kemudian acara pun di mulai, sebelum naik ke atas panggung Lea menarik nafas nya terlebih dahulu
" semangat". gumam nya
Lea pun naik ke atas panggung sambil membawa ember kecil dan lap di tangan nya, di susul dengan Eve dan kedua teman lain nya
"pel lagi lantai nya kau tidak lihat masih berdebu". ucap saudara tiri tertua Cinderella
"kau juga belum mencuci pakaian, aku tidak punya pakaian untuk di kenakan". ucap saudara tiri kedua sambil melempar tumpukan baju
Cinderella tidak menjawab dia hanya bisa menunduk dengan sedih
hari hari berlalu, suatu hari ada pengumuman di kota dari pihak kerajaan
"pangeran kita mengadakan pesta dansa di istana semua gadis yang siap menikah di undang ke pesta ini"
kedua saudara tiri Cinderella yang mendengar undangan itu langsung berlari dan memberitahu pada ibu mereka
"kalian akan menjadi gadis paling cantik di pesta dansa pangeran pasti memilih dari salah seorang dari kalian".
" kita harus membeli sepatu dan gaun untuk kalian, ayo kita akan berbelanja".
setelah itu mereka lalu pergi meninggalkan rumah, Cinderella yang mendengar pembicaraan mereka berdiri sambil melihat ke arah mereka dengan sedih
hari itu pun tiba, kedua saudari tiri bangun pagi dan membangun kan Cinderella
"Cinderella cepat lah kemari". teriak saudara tiri tertua
"kau dari mana saja cepatlah dan siapkan air mandi untuk kami". ucap saudari tiri ke dua
menjelang malam mereka bersiap untuk pesta dansa
" kalian terlihat cantik nak, cantik sekali". ucap ibu tiri
"apa aku bisa ikut ke pesta dansa juga ku mohon". ucap Cinderella memberanikan diri
"siapa kau". ucap Ibu tiri sambil menunjuk ke arah Cinderella sedangkan kan kedua saudara tiri nya hanya mentertawakan Cinderella
" katanya semua gadis boleh datang". ucap Cinderella
mereka bertiga kembali tertawa
"ini gaun pesta dansa mu" ucap saudara tertua dengan jijik
" pangeran mencari istri bukan pembantu sayang". ucap saudari kedua
"ayo anak anak jangan sampai kita terlambat ke pesta dansa dan pastikan kau menyelasaikan semua tugas sebelum tidur".
di bangku penonton ada seseorang yang menatap Eve dengan tatapan berbinar
__ADS_1
" cantik sekali". gumam nya
" kenapa aku tidak bisa pergi ke istana juga"ucap Cinderella sambil menangis
tepat saat itu dia melihat cahaya lalu tiba-tiba muncul peri cantik di tengah cahaya tersebut
"Cinderella ku yang cantik jangan menangis kau juga akan pergi ke pesta dansa di istana". ucap peri tersebut
"apa aku bisa pergi, lihat diriku". ucap Cinderella
"jangan khawatir". ucap peri, setelah itu dia lalu menyentuh Cinderella dengan tongkat sihir nya dan gaun lama Cinderella pun berubah menjadi gaun pesta dansa
"kau harus pulang saat jam 12 tepat karena pada saat itu semua nya akan kembali ke asal nya" ucap peri
saat Cinderella masuk ke ruang istana semua mata melihat ke pada nya
tiba-tiba pangeran muncul, pangeran jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis cantik ini
dengan di lihat semua orang pangeran berjalan dan mendekati gadis cantik itu
"gadis cantik mau kah kau berdansa dengan ku". ucap pangeran
suasana yang ada di panggung tiba-tiba menjadi senyap
" apa". ucap pangeran bingung
"woy lu harus nya nyamperin si Lea bukan nya malah Evelyn kan dia yang jadi Cinderella nya". bisik seorang siswi yang menjadi saudari tiri tertua
" apa yang salah bukan kah pangeran memang seharus nya mengajak gadis yang paling cantik untuk berdansa, dan dialah yang paling cantik di sini". ucap Nanda sambil menunjuk ke arah Eve
mendengar jawaban Nanda mereka semua menepuk jidat nya frustasi, ketika mendengar suara riuh penonton Lea pun buru buru menarik tangan Nanda dan mengajak nya untuk berdansa
"lo apaan sih hah, jangan ngancurin latihan keras gue". ucap nya sambil menatap tajam Nanda
ketika sudah selesai mereka semua membukukan badan nya ke arah penonton sambil mengucap kan Terima kasih
" siapa pria itu, berani berani nya dia menyentuh tangan gadis ku". geram nya marah
ketika mereka semua sudah kembali ke belakang panggung Nanda langsung di serbu oleh teman teman nya
"bos lo keren banget". ucap nya sambil tertawa
" keren apa, dia itu hampir ngancurin pertunjukan kita tahu". ucap Lea dengan marah
"tau tuh". sahut yang lain
Nanda tidak mempedulikan mereka, dia lalu berjalan ke arah Eve dan menyerah kan sebuah botol minum pada nya
" ini ambilah". kata nya
Eve ingin mengucap kan sesuatu namun seseorang lebih dulu menghalangi tubuh nya dan memotong ucapan nya
"tidak perlu, lebih baik kau pergi menjauh dari gadis ku". ucap nya sambil membawa Eve ke dalam pelukan nya
" Nero". ucap Eve
"ayo pergi". ucap Damon
setelah itu mereka lalu pergi meninggalkan mereka semua yang sedang melihat dengan tatapan kaget
sedang Nanda dia memandang ke pergian Eve dengan tatapan yang sulit di artikan
" gue udah bilang kan jauhin Eve, karena dia udah jadi milik orang lain". ucap Chio setelah itu Chio bersama teman nya pun pergi menyusul Eve
__ADS_1
🌸selamat berpuasa~~...